Pesanan Seragam Sekolah di Depok Mengalami Penurunan Drastis

Depok — Pesanan seragam sekolah di sejumlah rumah konveksi di Kota Depok, Jawa Barat, anjlok menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Kondisi ini dipicu oleh

Jul 08, 2026 - 13:06
0 0
Pesanan Seragam Sekolah di Depok Mengalami Penurunan Drastis
Depok — Pesanan seragam sekolah di sejumlah rumah konveksi di Kota Depok, Jawa Barat, anjlok menjelang tahun ajaran baru 2026/2027. Kondisi ini dipicu oleh perubahan kebijakan Dinas Pendidikan setempat yang memperlonggar aturan pemakaian seragam sejak awal semester ini. Di rumah produksi Fia Busana, Sawangan, tampak sejumlah pekerja tengah menyelesaikan setrip terakhir pesanan—sebuah pemandangan yang jauh lebih sepi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pemilik usaha, Lestari, mengungkapkan bahwa ia hanya menerima pesanan sekitar 1.100 potong tahun ini, turun tajam dari 1.850 potong yang biasa ia dapatkan setiap musim pendaftaran siswa baru. “Penurunan ini sudah kami rasakan sejak akhir Juni. Banyak sekolah negeri yang tidak lagi mewajibkan beli seragam baru, cukup pakai yang lama saja selama masih layak. Akhirnya orang tua lebih memilih berhemat,” ujar Lestari saat ditemui di tempat kerjanya, Rabu (8/7/2026). Berdasarkan data Himpunan Pengusaha Konveksi Depok (HPKD), total pesanan seragam sekolah se-Kota Depok pada Juli 2026 tercatat sebanyak 28.400 potong, merosot 34,7% dibandingkan Juli 2025 yang mencapai 43.500 potong. Omset tahunan sektor ini pun terpangkas dari sekitar Rp 2,18 miliar menjadi hanya Rp 1,42 miliar, mengancam keberlangsungan 70 UMKM serupa di wilayah tersebut.

Pekerja konveksi Fia Busana, Sawangan, Depok, tengah menyetrika seragam pesanan terakhir, Rabu (8/7/2026). (KLY/Arie Basuki)

Tidak hanya berdampak pada pendapatan usaha, gelombang penurunan ini juga memaksa pelaku konveksi mengurangi jumlah tenaga kerja. Sejak awal Juli, HPKD mencatat sedikitnya 8 rumah produksi telah merumahkan total 24 karyawan karena volume pekerjaan yang tak mencukupi. Lestari sendiri terpaksa mengurangi jam kerja karyawannya dari 8 jam menjadi 5 jam per hari untuk menekan biaya operasional. “Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena konveksi seragam sekolah merupakan penopang utama banyak UMKM di Depok. Jika kebijakan tidak diimbangi stimulus, kita bisa melihat gelombang PHK yang lebih besar,” kata ekonom UKM dari Universitas Indonesia, Dr. Andini Prameswari, saat dihubungi secara terpisah.

Faktor Penyebab dan Analisis

Penurunan pesanan tidak hanya dipicu oleh kebijakan pelonggaran seragam. Berdasarkan penelusuran di lapangan, terdapat tiga faktor utama yang saling terkait: 1. Kebijakan Dinas Pendidikan – Surat Edaran Wali Kota Depok No. 420/2026 tertanggal 2 Juni 2026 memperbolehkan siswa mengenakan seragam tahun lalu, dengan syarat masih layak, sehingga permintaan baru turun drastis. 2. Pelemahan Daya Beli – Inflasi kebutuhan pokok di Jabodetabek menyentuh 5,8% pada kuartal II 2026, membuat rumah tangga memprioritaskan pengeluaran esensial lain ketimbang seragam baru. 3. Maraknya Thrifting Seragam – Platform jual-beli daring mencatat kenaikan transaksi seragam bekas sebesar 27% dibandingkan tahun lalu, memperluas pilihan murah bagi orang tua. Tabel berikut memperbandingkan performa pesanan seragam di Depok pada Juli 2025 dan Juli 2026:
IndikatorJuli 2025Juli 2026Perubahan
Total Pesanan (potong)43.50028.400-34,7%
Omset Total (Rp)2,18 miliar1,42 miliar-34,9%
Jumlah UMKM Aktif7870-10,3%
Tenaga Kerja Terserap415352-15,2%
Para pelaku usaha kini berharap adanya program kemitraan dengan perbankan untuk permodalan lunak, serta pelatihan alih produk agar tidak hanya bergantung pada seragam sekolah. Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok mengaku tengah menggodok skema kredit mikro tanpa agunan khusus bagi pengusaha konveksi yang terdampak. “Kami sudah menyiapkan realokasi anggaran untuk membantu 20 UMKM di tahap awal, asalkan mereka bersedia mengikuti program diversifikasi produk,” ujar Kepala Bidang UMKM Disperindag Depok, Teguh Wibowo. Dengan sisa waktu jelang tahun ajaran baru yang tinggal dua pekan, kecil kemungkinan terjadi lonjakan pesanan. Pengusaha konveksi kini lebih memfokuskan diri pada pesanan seragam kantor dan kaos komunitas—meski nilainya jauh di bawah pendapatan musiman yang biasa mereka andalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User