Perwira Tinggi Polri Akhmad Wiyagus Resmi Dilantik sebagai Wamendagri
Jakarta, Apaberita — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Komjen Polisi (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Pelantikan ini m...
Jakarta, Apaberita — Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Komjen Polisi (Purn) Akhmad Wiyagus sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri di Istana Negara, Jakarta, Senin (21/10). Pelantikan ini menandai masuknya seorang perwira tinggi Polri purnawirawan ke dalam jajaran Kabinet Merah Putih, memperkuat sinergi antara sektor keamanan dan tata kelola pemerintahan dalam negeri.
Akhmad Wiyagus mengucapkan sumpah jabatan di hadapan Presiden Prabowo, didampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, serta disaksikan sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Dalam sumpahnya, ia berikrar untuk setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.
Rekam Jejang dan Karier di Korps Bhayangkara
Akhmad Wiyagus bukan nama asing di lingkup birokrasi dan keamanan nasional. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1991 yang meniti karier selama lebih dari tiga dekade di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Jabatan terakhir yang diembannya sebelum memasuki masa pensiun adalah Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) Polri, posisi strategis yang membawahi fungsi intelijen kepolisian secara nasional.
Sepanjang kariernya, ia pernah ditugaskan di berbagai posisi penting, antara lain Kapolda Kalimantan Barat, Wakapolda Metro Jaya, dan Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia. Pengalamannya di bidang intelijen dan pembinaan SDM dinilai menjadi modal kuat untuk mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga berlatar belakang Polri. Keduanya diharapkan mampu menciptakan kolaborasi erat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di daerah, sekaligus mendorong reformasi birokrasi pemerintahan dalam negeri.
Tugas Strategis Mengawal Kebijakan Desentralisasi
Sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus akan membantu Mendagri dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang pemerintahan dalam negeri, yang mencakup pengawasan pemerintahan daerah, pembinaan politik dan pemerintahan umum, serta penanganan konflik sosial. Peran ini semakin krusial menjelang penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024 dan agenda pembangunan nasional jangka menengah.
Presiden Prabowo, dalam pidato pengantarnya, menegaskan pentingnya koordinasi yang solid antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah. Kehadiran Wamendagri dari unsur Polri diharapkan dapat mempermudah sinergi dalam penyelesaian berbagai persoalan, seperti penanggulangan bencana, penanganan konflik sosial, serta pengamanan kegiatan strategis nasional. Keputusan ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah untuk menempatkan figur-figur teknis dan berpengalaman di posisi kunci.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyambut baik pelantikan Akhmad Wiyagus. Saya dan Pak Wiyagus sudah lama bekerja sama di institusi Polri. Beliau memiliki integritas tinggi dan pemahaman mendalam soal dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat. Ini akan mempercepat kerja Kemendagri dalam membina pemerintah daerah,
ujar Tito usai acara pelantikan.
Harapan dan Tantangan ke Depan
Sejumlah pengamat politik menilai penunjukkan Wamendagri dari latar belakang Polri merupakan langkah strategis, namun sekaligus menuntut kehati-hatian agar tidak mengganggu keseimbangan sipil-militer di tubuh pemerintahan. Ini bukan kali pertama Kementerian Dalam Negeri dipimpin oleh figur dengan latar belakang Polri atau TNI. Tantangannya adalah menjaga netralitas dan profesionalisme, khususnya menjelang kontestasi politik di daerah,
ungkap Direktur Eksekutif Sindikasi Pemilu dan Demokrasi (SPD), Ahmad Khairudin.
Akhmad Wiyagus sendiri menegaskan komitmennya untuk bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi prinsip netralitas. Tugas saya jelas, yaitu membantu Menteri Dalam Negeri untuk memastikan tata kelola pemerintahan berjalan baik, demokratis, dan akuntabel. Tidak ada ruang untuk kepentingan di luar itu,
tegasnya saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemendagri.
Dengan pelantikan ini, Kabinet Merah Putih kian menunjukkan karakter teknokrasi dan pengalaman lapangan yang kuat. Publik menanti bagaimana kiprah Akhmad Wiyagus dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjawab kompleksitas persoalan pemerintahan dalam negeri, mulai dari efisiensi anggaran daerah hingga penguatan kapasitas aparatur sipil negara di seluruh penjuru Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)