Pengerjaan Jalan Kebon Sirih Ditargetkan Selesai September 2026
Proyek perbaikan ruas Jalan Kebon Sirih, yang membentang di kawasan strategis Jakarta Pusat, secara resmi dimulai pada 9 Juli 2026 dan ditetapkan akan rampung pada akhir September 2026. Keputusan ini ...
Proyek perbaikan ruas Jalan Kebon Sirih, yang membentang di kawasan strategis Jakarta Pusat, secara resmi dimulai pada 9 Juli 2026 dan ditetapkan akan rampung pada akhir September 2026. Keputusan ini tertuang dalam dokumen perencanaan teknis yang disahkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga. Pekerjaan tersebut mencakup penggantian lapisan aspal, perbaikan saluran drainase, serta penataan ulang trotoar guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Kota, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Irwansyah, menegaskan bahwa durasi pengerjaan sekitar 11 pekan telah memperhitungkan faktor cuaca dan potensi hambatan teknis di lapangan.
"Kami memahami bahwa lokasi ini merupakan jantung mobilitas ibu kota, sehingga seluruh tahapan konstruksi dirancang untuk meminimalkan gangguan, namun tetap memenuhi standar kualitas yang ketat," ujar Irwansyah pada Selasa (18/7/2026).
Dampak Terhadap Arus Lalu Lintas
Sejak hari pertama pelaksanaan, volume kendaraan yang terpaksa melambat di sekitar lokasi proyek meningkat signifikan. Berdasarkan pantauan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pada jam sibuk pagi dan sore, antrean kendaraan mencapai lebih dari 1,5 kilometer, terutama dari arah Jalan MH Thamrin menuju Jalan Abdul Muis. Penutupan sebagian lajur—dari tiga lajur menjadi satu lajur di sisi utara—memicu kemacetan yang sebelumnya tidak terjadi di koridor tersebut. Data Traffic Management Center Polda Metro Jaya mencatat, kecepatan rata-rata kendaraan di Jalan Kebon Sirih turun dari 25 km/jam menjadi kurang dari 10 km/jam pada pukul 07.00–09.00 WIB.
Untuk meredakan tekanan lalu lintas, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memberlakukan rekayasa arus berupa pengalihan kendaraan pribadi ke Jalan Merdeka Selatan serta memperketat pengawasan di persimpangan utama. Penambahan petugas dilakukan di Simpang Gondangdia dan Simpang Tanah Abang. Kendati demikian, sejumlah pengguna jalan mengeluhkan durasi perjalanan yang bertambah hingga tiga kali lipat. "Setiap pagi saya harus berangkat 45 menit lebih awal untuk menghindari kemacetan terparah," ungkap Yudhistira, seorang pekerja swasta yang berkantor di kawasan Tanah Abang.
Lingkup Pekerjaan dan Anggaran
Proyek ini menelan anggaran sebesar Rp48,7 miliar, bersumber dari APBD DKI Jakarta Tahun Anggaran 2026. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Bangun Persada Nusantara, kontraktor yang telah menangani sejumlah proyek infrastruktur vital di Jakarta, termasuk revitalisasi Jalan Medan Merdeka Barat pada 2025. Lingkup pekerjaan utama meliputi pengerukan dan penggantian aspal pada bentang jalan sepanjang 2,8 kilometer, pembangunan 12 titik saluran resapan baru, pemasangan ulang 120 unit lampu penerangan jalan, serta revitalisasi trotoar dengan material ramah difabel di sisi selatan jalan. Sebanyak 34 pohon trembesi yang berada di sepanjang jalur hijau turut mendapat penanganan khusus agar akar tidak merusak struktur jalan yang baru.
"Kami tidak sekadar menambal lubang. Ini adalah perbaikan menyeluruh yang melibatkan tiga subkontraktor spesialis, mulai dari pengelolaan lapisan fondasi hingga pengerjaan drainase vertikal," jelas Direktur Utama PT Bangun Persada Nusantara, Andrianto Budiman, dalam keterangannya di sela peninjauan lapangan.
Langkah Mitigasi Sosial dan Ekonomi
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Pusat memastikan bahwa proyek ini menyerap sedikitnya 180 tenaga kerja lokal. Perekrutan itu dikoordinasikan melalui kelurahan setempat, yakni Kelurahan Kebon Sirih dan Kelurahan Gondangdia, sebagai wujud komitmen pemberdayaan masyarakat terdampak. Di sisi ekonomi, para pedagang kaki lima di sekitar lokasi proyek menerima kompensasi relokasi sementara senilai Rp2,5 juta per bulan per lapak, berdasarkan keputusan Wali Kota Jakarta Pusat Nomor 154 Tahun 2026. Hingga 17 Juli 2026, tercatat 67 pedagang telah mengakses bantuan tersebut.
Dalam rapat pleno Komisi D DPRD DKI Jakarta yang membahas progres proyek pada 16 Juli 2026, Ketua Komisi D, Taufik Hidayat, menegaskan perlunya pengawasan ketat agar proyek tidak molor dan tidak melampaui pagu anggaran. "Fraksi-fraksi di komisi kami sepakat membentuk tim pemantau khusus yang akan melaporkan temuan lapangan setiap dua pekan," katanya.
Target Penyelesaian dan Harapan
Menindaklanjuti instruksi Penjabat Gubernur DKI Jakarta, seluruh pekerjaan fisik harus diselesaikan paling lambat 28 September 2026. Setelah itu, akan dilakukan masa uji fungsi selama satu minggu sebelum jalan resmi dibuka penuh untuk publik. Kepala Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan Jakarta Pusat, Maria Goretti, menyatakan optimismenya terhadap ketepatan jadwal. "Hingga tahap kedua minggu ini, progres sudah mencapai 14 persen, sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Kami mengerahkan seluruh sumber daya agar masyarakat dapat segera menikmati jalan yang lebih mulus dan aman," pungkasnya. Pemerintah berharap momentum perbaikan ini dimanfaatkan untuk menata kembali kawasan Kebon Sirih sebagai pusat bisnis dan pemerintahan yang modern dan berkelanjutan.
Comments (0)