Pengecoran Jalan Sebabkan Kemacetan Flyover Rawa Buaya
Kemacetan parah terjadi di Flyover Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada pagi hari ini. Kepolisian menyatakan bahwa penyebab utama kemacetan adalah kegiatan pengecoran jalan yang berlangsung di ...
Kemacetan parah terjadi di Flyover Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, pada pagi hari ini. Kepolisian menyatakan bahwa penyebab utama kemacetan adalah kegiatan pengecoran jalan yang berlangsung di sekitar lokasi tersebut. Arus lalu lintas dari arah Tangerang menuju Jakarta Pusat mengalami perlambatan signifikan sejak pukul 06.00 WIB.
Penyebab Kemacetan
Kasatlantas Polres Metro Jakarta Barat, Komisaris Polisi Andi Pratama, menegaskan bahwa pengecoran jalan dilakukan di ruas jalan tepat di bawah Flyover Rawa Buaya. "Kami memastikan bahwa kegiatan pengecoran ini merupakan bagian dari proyek perbaikan infrastruktur yang telah dijadwalkan. Pengecoran dimulai pukul 06.00 WIB dan diperkirakan selesai pada pukul 12.00 WIB," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/7/2026).
Berdasarkan data dari Dinas Bina Marga DKI Jakarta, proyek pengecoran ini bertujuan untuk memperbaiki jalan yang mengalami kerusakan akibat genangan air dan beban kendaraan berat. Pekerjaan dilakukan oleh kontraktor PT Jaya Konstruksi dengan pengawasan ketat dari petugas. Polisi telah berkoordinasi dengan pihak kontraktor untuk meminimalkan dampak kemacetan.
Dampak Lalu Lintas
Kemacetan akibat pengecoran jalan ini menyebabkan antrean kendaraan mengular hingga 2 kilometer dari Simpang Rawa Buaya hingga ke arah Jalan Daan Mogot. Pengendara roda dua dan empat mengalami keterlambatan hingga 30 menit untuk melintasi flyover tersebut. "Saya sudah terjebak sejak pukul 06.30, padahal biasanya hanya butuh 10 menit. Hari ini lebih dari 40 menit," keluh Budi Santoso, seorang pengendara motor yang bekerja di kawasan Grogol.
Polisi mencatat bahwa volume kendaraan yang melintas di flyover Rawa Buaya pada jam sibuk pagi mencapai 5.000 unit per jam. Dengan adanya penyempitan jalur akibat pengecoran, kapasitas jalan berkurang hingga 40 persen. Akibatnya, kemacetan merembet ke jalan-jalan alternatif seperti Jalan Kapuk dan Jalan Kamal Raya.
Upaya Pengaturan Arus
Untuk mengurai kemacetan, Satlantas Polres Metro Jakarta Barat menerapkan rekayasa lalu lintas dengan membuka jalur contraflow di sebagian ruas Jalan Daan Mogot. Selain itu, petugas ditempatkan di beberapa titik strategis untuk mengatur arus kendaraan. "Kami mengimbau pengendara untuk menghindari Flyover Rawa Buaya dan menggunakan jalur alternatif seperti Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta atau Jalan Panjang," kata Kompol Andi Pratama.
Rapat Koordinasi antara Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan kontraktor telah dilakukan pada Minggu (16/7/2026) untuk membahas strategi pengelolaan lalu lintas selama proyek berlangsung. Keputusan yang diambil antara lain membatasi jam kerja pengecoran hanya pada pagi hingga siang hari dan menyediakan petugas pengatur lalu lintas di lokasi. "Kami menindaklanjuti setiap keluhan masyarakat dan berupaya agar proyek selesai tepat waktu tanpa mengganggu mobilitas warga secara berlebihan," tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pukul 09.30 WIB, kemacetan masih berlangsung namun mulai menunjukkan penurunan volume kendaraan setelah petugas berhasil mengalihkan sebagian arus. Polisi memperkirakan situasi akan kembali normal setelah pengecoran selesai pada siang hari. Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi lalu lintas terkini melalui akun media sosial resmi TMC Polda Metro Jaya.
Comments (0)