PAM JAYA Perkuat Sinergi Manajemen dan Serikat Pekerja
Jakarta - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) JAYA menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi internal yang kokoh melalui penyelenggaraan Union Gathering 2026. Agenda yang berlangsung di kawasa...
Jakarta - Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PAM) JAYA menegaskan komitmennya dalam membangun fondasi internal yang kokoh melalui penyelenggaraan Union Gathering 2026. Agenda yang berlangsung di kawasan Jakarta Timur pada 18 Juli 2026 ini menjadi wahana strategis untuk merekatkan hubungan antara jajaran direksi, manajemen, dan Serikat Pekerja dalam satu kesatuan visi pelayanan.
Direktur Utama PAM JAYA, Syamsul Bachri, dalam sambutannya menyatakan bahwa forum ini merupakan langkah konkret perusahaan untuk memastikan setiap elemen insan PAM JAYA bergerak dalam harmoni yang solid. "Transformasi korporasi tidak dapat berjalan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi aktif dari seluruh lini, termasuk Serikat Pekerja sebagai mitra strategis manajemen," ujarnya di hadapan 300 peserta yang hadir.
Pilar Transformasi Layanan Air Minum
Gelaran ini tidak sekadar menjadi ajang pertemuan seremonial, melainkan dirancang sebagai laboratorium dialog untuk membedah peta jalan transformasi perusahaan. Fokus utama yang ditekankan adalah percepatan realisasi cakupan pelayanan air minum 100 persen bagi warga Jakarta, sebuah target ambisius yang memerlukan dukungan penuh dari seluruh pemangku kepentingan internal. Dalam sesi diskusi panel, dipaparkan bahwa peran Serikat Pekerja menjadi krusial dalam menjembatani komunikasi antara pekerja lapangan dengan pengambil kebijakan di tingkat direksi. Manajemen menekankan bahwa tidak ada hierarki kaku yang menghalangi inovasi dari bawah ke atas.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut, PAM JAYA tengah melakukan modernisasi infrastruktur secara masif. Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) baru di berbagai wilayah menjadi bukti nyata transformasi. "Kami membutuhkan lebih dari sekadar tenaga; kami membutuhkan pemikiran kritis dari Serikat Pekerja untuk mengawal proyek-proyek strategis ini agar tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan," tegas Syamsul Bachri.
Dialog Terbuka Manajemen dan Pekerja
Suasana diskusi berlangsung dinamis, di mana perwakilan Serikat Pekerja diberikan ruang tak terbatas untuk menyampaikan aspirasi serta umpan balik terhadap kebijakan operasional. Ketua Serikat Pekerja PAM JAYA, Ahmad Jazuli, menegaskan bahwa pihaknya siap menjadi garda terdepan dalam mengawal pencapaian target perusahaan. "Kami menegaskan bahwa hubungan industrial di PAM JAYA telah memasuki era baru. Bukan lagi hubungan transaksional, melainkan kemitraan sejati yang saling mengisi," kata Ahmad Jazuli dalam orasinya.
Forum ini menghasilkan sejumlah kesepakatan yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan dan kompetensi pekerja. Disepakati bahwa program pelatihan berbasis kompetensi akan diintensifkan, seiring dengan penyempurnaan sistem remunerasi yang adil dan transparan. Langkah ini dianggap sebagai kunci untuk menekan angka kebocoran air non-fisik serta meningkatkan kualitas layanan pelanggan secara signifikan.
Menuju Cakupan Air Minum Universal
Transformasi yang diusung PAM JAYA tidak terlepas dari amanat Undang-Undang dan arahan Gubernur DKI Jakarta untuk mewujudkan keadilan akses air bersih. Manajemen menegaskan bahwa pencapaian target 100 persen cakupan air minum bukan hanya tanggung jawab direksi, melainkan tanggung jawab moral seluruh insan perusahaan. "Tanpa sinergi yang solid, target ini akan sulit tercapai. Gathering ini mempertemukan hati dan pikiran untuk satu frekuensi yang sama," ujar Syamsul Bachri menutup pidatonya.
Melalui konsolidasi internal ini, PAM JAYA optimistis dapat meminimalkan resistensi di lapangan dan mempercepat implementasi program strategis. Kesepakatan bersama antara manajemen dan Serikat Pekerja akan dituangkan dalam rencana aksi konkret yang terukur evaluasinya setiap triwulan. Dengan demikian, PAM JAYA tidak hanya mengejar target kuantitas sambungan pipa, tetapi juga memastikan terciptanya lingkungan kerja yang sehat, profesional, dan harmonis demi mewujudkan kemandirian air bagi DKI Jakarta.
Comments (0)