Bogor Diguyur Hujan Deras Usai Berhari-hari Kering, Warga Sambut Gembira

Bogor, 25 Mei 2025 – Hujan dengan intensitas deras mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu sore setelah kawasan ini dilanda cuaca kering selama hampir tiga pekan. Guyuran...

Jul 19, 2026 - 04:29
0 0
Bogor Diguyur Hujan Deras Usai Berhari-hari Kering, Warga Sambut Gembira

Bogor, 25 Mei 2025 – Hujan dengan intensitas deras mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu sore setelah kawasan ini dilanda cuaca kering selama hampir tiga pekan. Guyuran air yang turun selama 1,5 jam tersebut sontak disambut dengan ekspresi lega oleh ribuan warga yang sebelumnya mengeluhkan keterbatasan pasokan air bersih.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hujan mulai turun sekitar pukul 15.30 WIB dan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Sejumlah ruas jalan utama seperti Jalan Pajajaran dan Jalan Sudirman sempat tergenang air setinggi 10 hingga 20 sentimeter, namun tidak menyebabkan kemacetan parah. Warga di permukiman padat penduduk seperti Kelurahan Baranangsiang dan Babakan Pasar tampak memanfaatkan momen tersebut dengan menampung air menggunakan ember dan wadah penampungan darurat.

“Ini benar-benar berkah setelah beberapa minggu sumur kami kering kerontang. Begitu hujan turun, anak-anak langsung bermain air di halaman,” ujar Yayah Rohayati (47), warga RT 03 RW 08 Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Tengah, saat ditemui di kediamannya.

Durasi dan Intensitas Hujan

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Bogor, Sukirno, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa hujan tersebut dipicu oleh pertemuan massa udara dan anomali suhu permukaan laut di sekitar Selat Sunda. “Hujan yang terjadi pada sore hari ini masuk dalam kategori sedang hingga lebat dengan curah hujan tercatat mencapai 47 milimeter dalam waktu kurang dari dua jam. Ini memang fenomena yang wajar di masa transisi menuju musim kemarau basah,” jelas Sukirno dalam jumpa pers singkat di kantornya, Minggu malam.

Menurut data BMKG, Bogor mengalami 21 hari tanpa hujan berturut-turut sebelum guyuran pada 25 Mei, menjadikannya salah satu periode kering terpanjang dalam semester pertama tahun 2025. Suhu rata-rata harian selama periode itu mencapai 33,4 derajat Celsius, jauh di atas normal bulanan. Pemerintah Kota Bogor sebelumnya telah menetapkan status siaga kekeringan sejak 14 Mei 2025 melalui surat keputusan Wali Kota.

Respons Warga dan Pemerintah Daerah

Kegembiraan warga tidak hanya tercermin dari aktivitas menampung air, tetapi juga viral di media sosial. Sejumlah unggahan di platform X dan Instagram menampilkan video warga yang bersorak dan mengabadikan momen hujan deras. Tagar #HujanBogor sempat trending selama tiga jam. Di sisi lain, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor tetap mengoperasikan 38 tangki air bersih yang dikerahkan ke kelurahan-kelurahan rawan kekeringan meskipun hujan sudah turun.

“Kami akan terus mendistribusikan air bersih selama kebutuhan masyarakat masih tinggi. Hujan satu kali belum cukup untuk mengisi kembali sumber-sumber air tanah yang sudah menurun drastis,” tegas Kepala Disperumkim Kota Bogor, Ir. Agus Setiawan, dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar pada Senin (26/5) pagi. Agus mengimbuhkan bahwa mayoritas sumur dangkal warga baru akan kembali pulih setelah hujan turun setidaknya tiga hingga empat kali dengan intensitas serupa.

Wali Kota Bogor, Bima Arya, dalam keterangan terpisah menyatakan, “Kita bersyukur atas hujan ini, namun saya minta seluruh dinas tetap waspada. Kemarau belum sepenuhnya berakhir. Kami juga mengajak warga untuk terus menjaga sumber-sumber air dan tidak boros menggunakan air tanah.”

Dampak terhadap Ketersediaan Air dan Sektor Pertanian

Hujan deras yang singkat ini memberikan dampak beragam bagi sektor pertanian di wilayah Bogor dan sekitarnya. Dinas Pertanian Kabupaten Bogor mencatat selama tiga pekan terakhir sedikitnya 420 hektare lahan sawah di Kecamatan Jasinga, Cigudeg, dan Ciampea mengalami kekeringan ringan hingga sedang. Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Bogor, Dewi Nurhayati, S.P., mengatakan bahwa hujan kemarin membantu menyelamatkan sekitar 1.200 hektare tanaman padi yang sedang masa vegetatif dari ancaman puso.

“Hujan ini tidak otomatis mengakhiri ancaman kekeringan, tetapi setidaknya memberikan kesempatan bagi tanaman untuk mendapat air yang sangat dibutuhkan. Petani juga bisa lebih mudah melakukan pemupukan karena tanah mulai lembab,” terang Dewi dalam pemantauan di Kecamatan Ciampea, Minggu sore.

Sementara itu, Perum Jasa Tirta II Cabang Bendung Katulampa melaporkan bahwa debit aliran Sungai Ciliwung di pos Bendung Katulampa meningkat dari sebelumnya 3,5 meter kubik per detik menjadi 5,8 meter kubik per detik pascahujan. Meski begitu, angka tersebut masih berada di bawah ambang normal musim penghujan yang berkisar 10 hingga 15 meter kubik per detik. “Kenaikan ini belum signifikan, tetapi kami tetap memantau perkembangan cuaca dalam dua hari ke depan,” ujar Kepala Cabang Bendung Katulampa, Ridwan Firdaus, S.T..

Peringatan Dini dan Antisipasi Lanjutan

Kendati hujan ini melegakan, BMKG kembali menerbitkan peringatan dini cuaca ekstrem untuk wilayah Bogor dan sekitarnya pada periode 27–29 Mei 2025. Kepala BMKG Sukirno mengimbau agar warga tetap waspada terhadap potensi hujan disertai angin kencang yang dapat menerjang karena siklus udara labil yang masih berlangsung. Pemerintah Kota Bogor juga telah menyiagakan 300 personel gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Satpol PP, dan TNI-Polri untuk mengantisipasi banjir dadakan maupun genangan di titik-titik rawan.

Warga dihimbau untuk membersihkan saluran drainase dan tidak membuang sampah sembarangan guna mengantisipasi tersumbatnya air hujan. “Kami berharap kegembiraan atas turunnya hujan tidak lantas membuat kita lengah. Kita tetap harus siap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang bisa terjadi sewaktu-waktu,” pungkas Sukirno.

Pantauan pada Senin (26/5) siang, cuaca di Bogor kembali cerah berawan dengan suhu menyentuh 31 derajat Celsius. Warga berharap hujan susulan dapat kembali turun dalam waktu dekat untuk benar-benar memulihkan kondisi tanah dan sumber air yang selama ini mengering.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User