Tinjau Saluran Air, Kenneth Perhatikan Disabilitas di Jakbar
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek perbaikan saluran air di wilayah Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk...
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, melakukan peninjauan langsung ke lokasi proyek perbaikan saluran air di wilayah Duri Kepa, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk memperhatikan kebutuhan warga penyandang disabilitas yang terdampak proyek infrastruktur tersebut. Peninjauan ini dilakukan pada Senin, 18 Juli 2026, sebagai bagian dari fungsi pengawasan anggota legislatif terhadap pelaksanaan pembangunan di daerah pemilihannya.
Proyek Saluran Air dan Dampaknya bagi Warga
Proyek perbaikan saluran air di Duri Kepa merupakan bagian dari program besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengatasi masalah banjir dan genangan di wilayah Jakarta Barat. Berdasarkan data yang diperoleh, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp12,5 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2026. Proyek mencakup normalisasi saluran primer sepanjang 1,2 kilometer serta pembangunan turap beton untuk mencegah longsor.
Hardiyanto Kenneth menyatakan bahwa peninjauan ini penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai spesifikasi dan tepat waktu. "Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, khususnya warga Duri Kepa yang selama ini kerap mengalami banjir saat musim hujan," ujarnya di lokasi proyek. Ia menambahkan bahwa hingga pekan ketiga Juli 2026, progres fisik proyek telah mencapai 65 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Dalam peninjauan tersebut, Kenneth turut berdialog dengan sejumlah warga yang rumahnya berada di sepanjang saluran. Beberapa warga mengeluhkan akses jalan yang sempit akibat material proyek. Menanggapi hal itu, Kenneth berjanji akan mengoordinasikan dengan kontraktor pelaksana agar material tidak mengganggu mobilitas warga sehari-hari. "Saya akan sampaikan kepada Dinas Sumber Daya Air dan unit terkait untuk mengatur jadwal pengiriman material di luar jam sibuk," tegasnya.
Perhatian Khusus bagi Penyandang Disabilitas
Di sela-sela peninjauan, Hardiyanto Kenneth secara khusus menyempatkan diri untuk menemui warga penyandang disabilitas yang tinggal di sekitar area proyek. Ia berdialog dengan seorang warga tunanetra bernama Suryadi (45) yang mengeluhkan jalur pedestrian yang rusak akibat proyek. Kenneth menyatakan bahwa aksesibilitas bagi penyandang disabilitas harus menjadi perhatian utama dalam setiap proyek infrastruktur.
"Kami tidak hanya fokus pada aspek teknis saluran air, tetapi juga dampak sosialnya terhadap kelompok rentan. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapatkan akses yang aman dan nyaman," kata Kenneth dalam pernyataannya. Ia menambahkan bahwa dirinya akan mendorong Dinas Bina Marga dan Dinas Sosial untuk memasang guiding block dan marka taktil di sepanjang jalur yang terkena proyek.
"Komitmen saya adalah memastikan bahwa setelah proyek selesai, tidak ada warga disabilitas yang justru kesulitan beraktivitas. Saya sudah berkoordinasi dengan camat dan lurah setempat untuk mendata kebutuhan spesifik mereka," ujarnya. Kenneth juga menyatakan akan mengawal proses pemasangan fasilitas aksesibilitas tersebut melalui rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam kesempatan yang sama, ia menginstruksikan stafnya untuk mencatat nomor telepon dan alamat warga disabilitas yang membutuhkan bantuan. "Jika ada kendala, warga bisa langsung menghubungi saya melalui nomor hotline yang sudah disediakan," tambah Kenneth. Ia menargetkan dalam dua pekan ke depan, timnya akan melakukan kunjungan lanjutan untuk memastikan setiap keluhan ditindaklanjuti.
Respons Warga dan Harapan ke Depan
Sejumlah warga menyambut positif komitmen Kenneth terhadap penyandang disabilitas. Suryadi, warga tunanetra yang ditemui Kenneth, mengaku senang dengan perhatian yang diberikan. "Biasanya kami jarang dilibatkan dalam pembangunan. Pak Kenneth langsung datang dan mendengarkan keluhan saya. Saya berharap jalur pedestrian nantinya benar-benar ramah bagi kami," ujar Suryadi.
Selain itu, Ketua RT 04 RW 02 Duri Kepa, Budi Santoso, menyatakan bahwa proyek saluran air ini sudah lama dinantikan warga. "Setiap hujan deras, rumah warga terendam setinggi lutut. Dengan adanya normalisasi ini, kami berharap banjir bisa berkurang drastis," katanya. Namun ia juga berharap agar pembangunan tidak mengabaikan kepentingan warga disabilitas. "Kami apresiasi Pak Kenneth yang langsung turun tangan," tambah Budi.
Hardiyanto Kenneth menyatakan bahwa kunjungan ini adalah bagian dari fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. "Saya akan terus memantau proyek ini hingga selesai. Jangan sampai ada masalah yang mengganggu kenyamanan warga, terutama mereka yang memiliki keterbatasan fisik," tegasnya.
Dalam Rapat Koordinasi yang digelar setelah peninjauan, Kenneth mendesak Dinas Sumber Daya Air Provinsi DKI Jakarta untuk memasukkan klausul aksesibilitas dalam kontrak pekerjaan. "Setiap proyek ke depannya harus memenuhi standar universal design. Ini sudah menjadi komitmen kita bersama," ujarnya. Ia juga meminta agar Fraksi Partai Golkar, tempat ia bernaung, mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang perlindungan hak penyandang disabilitas dalam pembangunan infrastruktur.
Peninjauan ini ditutup dengan penyerahan bantuan sembako kepada 30 keluarga penyandang disabilitas di Kelurahan Duri Kepa. Kenneth berjanji akan mengalokasikan dana pokok pikiran (pokir) sebesar Rp500 juta untuk program pemberdayaan warga disabilitas di wilayah tersebut. "Bantuan ini sifatnya sementara. Yang lebih penting adalah memastikan mereka bisa mandiri dan memiliki akses yang sama terhadap fasilitas umum," pungkasnya.
Comments (0)