Warga Legundi Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan

Lampung Selatan — Warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia yang terkubur di area pesisir pantai pada Jumat (18/7). Kerangka terse...

Jul 19, 2026 - 08:52
0 0
Warga Legundi Temukan Kerangka Manusia di Pesisir Lampung Selatan

Lampung Selatan — Warga Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, digemparkan oleh penemuan kerangka manusia yang terkubur di area pesisir pantai pada Jumat (18/7). Kerangka tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari kayu bakar di sepanjang garis pantai desa tersebut.

Peristiwa bermula ketika warga bernama Sutrisno (52) tengah mengumpulkan kayu di kawasan pesisir yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman penduduk. Saat menggali tumpukan kayu yang setengah terkubur pasir, ia mendapati tulang-belulang yang menyerupai rangka manusia. Sontak, penemuan tersebut dilaporkan kepada perangkat desa dan diteruskan ke aparat kepolisian setempat.

Kronologi Penemuan di Lapangan

Menurut keterangan saksi mata yang enggan disebutkan identitasnya, kondisi kerangka ditemukan dalam posisi terlentang dengan sebagian tubuh masih tertutup pasir dan material kayu. Warga sekitar yang mendengar kabar tersebut langsung berdatangan ke lokasi, namun pihak desa segera membatasi akses masyarakat guna menjaga keaslian barang bukti.

"Awalnya saya kira tulang ikan atau kayu yang sudah lapuk. Setelah diperhatikan lebih dekat, ternyata itu jelas kerangka manusia. Saya langsung berhenti dan melapor ke kepala desa," ujar Sutrisno saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Kepala Desa Legundi, Marjuki, membenarkan adanya laporan dari warganya tersebut. Ia menyatakan bahwa setelah menerima informasi, pihak desa langsung berkoordinasi dengan Polsek Ketapang untuk penanganan lebih lanjut.

Penanganan oleh Aparat Kepolisian

Petugas dari Polsek Ketapang yang menerima laporan langsung menuju lokasi pada siang harinya. Proses evakuasi kerangka dilakukan dengan pendampingan tim Inafis dari Polres Lampung Selatan. Area sekitar lokasi temuan telah dipasang garis polisi guna membatasi aktivitas warga.

Kapolsek Ketapang AKP Budi Santoso menjelaskan bahwa identitas korban masih dalam tahap penyelidikan. Tim Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Bandar Lampung telah mengamankan kerangka untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut, termasuk pemeriksaan odontologi dan tes DNA apabila diperlukan.

"Kami belum bisa memastikan identitas maupun penyebab kematian korban. Seluruh prosedur penanganan Tempat Kejadian Perkara (TKP) telah dijalankan sesuai standar operasional prosedur," tegas AKP Budi Santoso dalam keterangan persnya.

Investigasi dan Langkah Penyelidikan

Polisi telah memeriksa sejumlah warga sekitar untuk dimintai keterangan terkait kemungkinan korban merupakan penduduk lokal atau pendatang. Data orang hilang dari berbagai kecamatan di Lampung Selatan juga tengah dicocokkan dengan ciri-ciri kerangka yang ditemukan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, tim Inafis memperkirakan korban telah meninggal dalam kurun waktu yang cukup lama, mengingat kondisi tulang yang sudah tidak lagi ditutupi jaringan otot. Namun, estimasi pasti mengenai waktu kematian akan ditentukan melalui analisis forensik lebih mendalam di laboratorium.

"Penyelidikan akan difokuskan pada dua aspek utama, yaitu identifikasi korban dan penyebab kematian. Kami juga akan mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini," ujar AKP Budi Santoso menambahkan.

Respons Pemerintah Daerah

Camat Ketapang, Hendro Wibowo, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui kecamatan setempat akan memberikan pendampingan kepada keluarga apabila korban berhasil teridentifikasi. Ia juga meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai peristiwa tersebut.

"Kami meminta seluruh warga untuk mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak berwenang. Segala bentuk spekulasi hanya akan menghambat proses penyelidikan," ucap Hendro Wibowo saat ditemui di kantornya.

Imbauan kepada Masyarakat

Kepolisian mengimbau kepada seluruh warga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam jangka waktu tertentu untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat dengan membawa data pendukung. Laporan dapat pula disampaikan melalui hotline pengaduan yang telah disediakan oleh Polsek Ketapang.

Sementara itu, aktivitas pencarian kayu dan nelayan di kawasan pesisir Desa Legundi untuk sementara waktu dihentikan guna kepentingan penyidikan. Aparat desa bersama Bhabinkamtibmas akan melakukan patroli rutin di sekitar lokasi temuan guna mencegah gangguan terhadap area TKP.

Masyarakat Desa Legundi berharap kasus ini dapat segera terungkap sehingga memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban. Kasus penemuan kerangka manusia di pesisir Lampung Selatan ini menambah daftar panjang penemuan serupa yang terjadi di wilayah pesisir Pulau Jawa dan Sumatera sepanjang tahun ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User