Penemuan Pria Tak Sadarkan Diri di Klinik Kecantikan Jaksel
Jakarta Selatan – Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Klini...
Jakarta Selatan – Seorang pria bernama Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam sebuah klinik kecantikan di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2026). Klinik yang berlokasi di Jalan Panglima Polim Raya ini telah beroperasi sejak 2015, menawarkan berbagai layanan estetika non-bedah. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh salah satu terapis klinik sekitar pukul 14.00 WIB, yang kemudian segera melaporkannya kepada manajemen dan pihak kepolisian setempat.
Kronologi Penemuan Korban
Berdasarkan keterangan awal, Sutrimo yang berusia 45 tahun datang ke klinik tersebut seorang diri sekitar pukul 12.30 WIB dengan tujuan menjalani perawatan wajah. Ia diterima oleh staf resepsionis dan diarahkan menuju ruang perawatan di lantai dua. Sekitar satu setengah jam kemudian, seorang terapis yang bertugas mengecek kondisi pasien menemukan Sutrimo tergeletak di lantai ruang perawatan tanpa respons. “Kami langsung memanggil rekan lain untuk melakukan pertolongan pertama, lalu menghubungi ambulans,” ujar seorang perawat klinik yang enggan disebutkan namanya.
Respons Pihak Klinik dan Aparat
Manajemen klinik langsung mengambil langkah evakuasi medis dengan menghubungi Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi. Petugas kepolisian dari Polres Metro Jakarta Selatan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 15.00 WIB, dipimpin langsung oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal Kompol Andi Prasetyo. “Kami menerima laporan adanya pria pingsan di klinik kecantikan. Setiba di sini, korban sudah dalam persiapan evakuasi. Kami segera melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi,” jelas Kompol Andi di lokasi.
Kondisi Korban dan Dugaan Medis
Sutrimo kemudian dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat RSPP. Dokter jaga, dr. Maya Indriani, menyatakan bahwa pasien mengalami penurunan kesadaran akut dengan dugaan awal reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap zat yang digunakan dalam prosedur kecantikan. “Pasien tidak memiliki riwayat alergi yang diketahui sebelumnya. Tim medis sedang melakukan serangkaian pemeriksaan, termasuk tes alergi dan toksikologi, untuk memastikan penyebab pasti,” terang dr. Maya. Hingga Jumat (24/7/2026), Sutrimo masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU dan kondisinya dilaporkan mulai stabil.
Investigasi Polisi
Polres Metro Jakarta Selatan telah memeriksa empat orang saksi, termasuk manajer klinik, dua terapis, dan petugas resepsionis. Dari hasil olah TKP, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa sampel produk perawatan, alat medis, serta rekaman CCTV internal klinik. “Kami masih mendalami apakah peristiwa ini murni kecelakaan medis atau terdapat unsur kelalaian. Semua kemungkinan masih kami selidiki,” kata Kompol Andi. Selain itu, penyidik juga akan berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menguji kandungan sampel produk yang digunakan. “Produk yang tidak terdaftar atau mengandung bahan berbahaya akan menjadi fokus utama,” tegasnya. Pihak klinik diminta untuk menyerahkan dokumen izin operasional dan sertifikasi tenaga medis yang bertugas saat itu.
Keterangan Saksi
Seorang klien lain yang berada di klinik saat kejadian, Rina (38), mengaku tidak melihat langsung penemuan korban, tetapi mendengar keributan dari lantai dua. “Saya sedang menunggu giliran di lobi, tiba-tiba ada teriak-teriak minta tolong. Suasana jadi panik,” tuturnya. Rina mengaku khawatir dan memutuskan untuk meninggalkan klinik sebelum proses evakuasi selesai.
Tanggapan Klinik
Direktur klinik kecantikan tersebut, yang diidentifikasi sebagai Yulianti Sari, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban dan publik. “Ini adalah insiden yang sangat kami sesalkan. Klinik kami telah beroperasi sejak 2015 dengan standar keamanan tinggi. Kami bersikap kooperatif penuh dengan pihak berwenang dan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban,” ujar Yulianti dalam pernyataan resmi. Klinik tersebut untuk sementara menutup layanan operasionalnya selama masa investigasi. Sementara itu, keluarga korban yang dihubungi melalui sambungan telepon menyatakan masih menunggu perkembangan dan berharap kasus ini diusut tuntas.
Imbauan untuk Masyarakat
Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar lebih cermat dalam memilih klinik kecantikan dan selalu memastikan bahwa prosedur yang dijalankan sesuai dengan standar medis. Kasus ini menjadi pengingat akan pentingnya transparansi informasi mengenai bahan yang digunakan dan kompetensi tenaga profesional di fasilitas estetika. Pihak kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini dan menyampaikan perkembangan lebih lanjut kepada publik.
Comments (0)