Pendidikan Coding dan Literasi Digital Jadi Prioritas Nasional

JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi menjadikan pendidikan

Jul 23, 2026 - 06:25
0 0
Pendidikan Coding dan Literasi Digital Jadi Prioritas Nasional

JAKARTA — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi menjadikan pendidikan coding dan literasi digital sebagai prioritas nasional pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang kompeten di era transformasi digital, sekaligus memperkuat daya saing bangsa di tingkat global.

Program Terintegrasi di Kurikulum Merdeka

Kemendikbudristek telah mengintegrasikan materi coding dan literasi digital ke dalam Kurikulum Merdeka mulai jenjang SD hingga SMA. Dalam implementasinya, siswa diperkenalkan dengan dasar-dasar pemrograman seperti logika algoritma, pengenalan bahasa pemrograman sederhana, serta etika bermedia digital. Menurut data Kominfo, indeks literasi digital Indonesia pada 2024 mencapai 3,54 dari skala 5, yang masih perlu ditingkatkan melalui pendidikan formal. "Kami menargetkan peningkatan indeks literasi digital menjadi 4,0 pada 2025 dengan memperkuat pembelajaran coding di sekolah," ujar Menteri Kominfo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (12/3).

Manfaat dan Tantangan di Lapangan

Pendidikan coding sejak dini diyakini mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan problem-solving siswa. Survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa 78% guru setuju bahwa coding membantu siswa memahami teknologi secara lebih mendalam. Namun, tantangan utama terletak pada kesiapan infrastruktur dan kompetensi guru. Hingga awal 2025, baru 45% sekolah di Indonesia yang memiliki akses internet memadai untuk pembelajaran digital. Untuk mengatasi hal ini, pemerintah meluncurkan program pelatihan guru coding secara massal bekerja sama dengan mitra teknologi global seperti Google dan Microsoft. Sebanyak 100.000 guru dijadwalkan mengikuti pelatihan intensif sepanjang tahun ini.

Dampak terhadap Ekosistem Digital Nasional

Langkah ini disambut positif oleh pelaku industri teknologi. Direktur Eksekutif Asosiasi Startup Indonesia, Budi Santoso, menilai bahwa pendidikan coding dan literasi digital akan mempercepat lahirnya talenta digital yang siap kerja. "Kebutuhan developer dan ahli keamanan siber di Indonesia diperkirakan mencapai 600.000 orang pada 2030. Dengan program ini, kita bisa mengurangi kesenjangan talenta digital," jelasnya. Selain itu, program ini juga diharapkan mendorong inklusi digital di daerah terpencil melalui penyediaan perangkat dan konten pembelajaran offline. Pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 triliun untuk pengadaan laboratorium komputer dan pelatihan di 10.000 sekolah di seluruh Indonesia.

Dengan sinergi antara kebijakan pendidikan dan dukungan infrastruktur, Indonesia optimistis dapat mencetak generasi muda yang melek teknologi dan siap menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Para orang tua dan siswa pun diimbau untuk aktif memanfaatkan platform belajar coding gratis yang disediakan pemerintah, seperti portal "Coding untuk Indonesia" yang telah diakses oleh lebih dari 2 juta pengguna sejak diluncurkan pada 2023.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User