Pencuri Ayam Tewas Usai Serahkan Dana Sekolah Anak Rp 2,7 Juta
Buleleng – Masyarakat Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian ayam. Pria berinisial KD (45) itu ...
Buleleng – Masyarakat Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian ayam. Pria berinisial KD (45) itu dilaporkan tidak pulang ke rumah selama tiga hari, setelah sebelumnya menyerahkan sejumlah uang untuk pembangunan gedung sekolah anaknya. Jasad KD kemudian diekshumasi guna kepentingan penyelidikan oleh jajaran Kepolisian Resor Buleleng.
Kronologi Lenyapnya KD
Berdasarkan keterangan keluarga, KD terakhir terlihat pada Rabu (23/7) petang saat menuju rumahnya di Banjar Dinas Sidatapa. Sehari sebelumnya, pria yang sehari-hari bekerja serabutan itu diketahui memberikan uang sebesar Rp 2,7 juta kepada pihak sekolah dasar tempat sang anak menuntut ilmu. Dana tersebut merupakan sumbangan sukarela untuk renovasi ruang kelas yang rusak.
Kepergian KD pada Kamis (24/7) awalnya dianggap biasa oleh istri dan kedua anaknya. Namun, setelah dua malam tidak ada kabar dan telepon selulernya tidak aktif, keluarga mulai mencari ke sejumlah kerabat. Kepala Dusun setempat, I Made Ardika, menyatakan bahwa laporan resmi tentang hilangnya KD baru diterima pada Jumat (25/7) sore. “Kami langsung berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan perangkat desa untuk melakukan pencarian,” ujarnya.
Sumbangan yang Menjadi Teka-teki
Pemberian uang Rp 2,7 juta tersebut menjadi elemen yang menyita perhatian penyidik. Menurut Kepala SD Negeri 1 Sidatapa, Nyoman Sri, sumbangan itu diserahkan langsung oleh KD pada Selasa (22/7) di ruang guru. “Beliau datang sendiri, menyerahkan amplop berisi uang, dan menyebut itu untuk biaya pembangunan. Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan,” kata Nyoman Sri saat dimintai keterangan, Senin (28/7).
Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa dana tersebut langsung dicatat dalam buku kas panitia pembangunan. Jumlah yang relatif besar bagi warga dengan ekonomi sederhana itu sempat membuat panitia bertanya asal-usulnya, tetapi KD hanya menjawab bahwa itu tabungan pribadi. Tidak ada riwayat KD pernah terlibat tindak kriminal sebelumnya, sehingga sumbangan itu diterima tanpa prasangka.
Ekshumasi dan Penyelidikan
Jenazah KD ditemukan di area perkebunan yang berjarak sekitar dua kilometer dari permukiman warga pada Sabtu (26/7) pagi. Temuan itu berawal dari laporan seorang petani yang mencium aroma tidak sedap. Polisi yang tiba di lokasi segera memasang garis polisi dan melakukan identifikasi awal. Karena kondisi jenazah yang sudah membusuk dan adanya dugaan tindak kekerasan, tim identifikasi memutuskan untuk melakukan ekshumasi pada Minggu (27/7) untuk pengambilan sampel dan autopsi lanjutan di Rumah Sakit Umum Daerah Buleleng.
Kapolres Buleleng, AKBP Gede Suardika, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa penyidik masih menunggu hasil laboratorium forensik. “Kami memperlakukan kasus ini sebagai kematian tidak wajar. Beberapa saksi telah diperiksa, termasuk keluarga, rekan, dan warga sekitar lokasi penemuan. Belum ada tersangka, namun kami mendalami semua kemungkinan, termasuk motif ekonomi maupun hubungan personal,” tegasnya.
Isu mengenai profesi KD sebagai pencuri ayam mencuat setelah beberapa warga menyebut bahwa dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah ternak ayam milik warga Desa Sidatapa dilaporkan hilang. Meski demikian, kepolisian belum menetapkan apakah kematian KD berkaitan langsung dengan dugaan pencurian tersebut. Polisi juga belum mengonfirmasi apakah uang sumbangan itu berasal dari hasil kejahatan atau bukan.
Keluarga KD, khususnya sang istri, Ni Ketut Suartini, meminta agar kasus ini diungkap secara transparan. “Suami saya memang sering bekerja serabutan sampai larut, tapi tidak pernah menghilang seperti ini. Kami berharap polisi mengusut tuntas penyebab kematiannya,” ucapnya sambil menahan tangis. Kedua anak KD yang masih duduk di bangku sekolah dasar kini dititipkan ke rumah saudara terdekat.
Rapat koordinasi antara kepolisian, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat dijadwalkan digelar pada Selasa (29/7) untuk membahas langkah antisipasi dan menjaga situasi keamanan di Desa Sidatapa. Masyarakat diimbau untuk menahan diri dan tidak berspekulasi sebelum hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Hingga berita ini diturunkan, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap rekam jejak KD, memeriksa barang bukti di sekitar TKP, serta menelusuri transaksi keuangan menyangkut dana pembangunan sekolah. Kasus ini menjadi perhatian publik Buleleng, tidak saja karena misteri kematian seorang ayah yang baru saja menyumbang untuk pendidikan anaknya, tetapi juga karena implikasi sosial yang lebih luas terkait fenomena main hakim sendiri di tengah desa adat.
Comments (0)