Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Patroli Rutin Cegah Kabel Menjuntai Usai Siswi SMAN 6 Tewas

Tragedi yang merenggut nyawa NAEP, seorang siswi kelas X SMAN 6 Jakarta, menjadi pukulan telak bagi pemerintah provinsi. Gadis belia itu meninggal dunia setelah tersangkut kabel menjuntai di kawasan

Jul 06, 2026 - 14:17
0 1
Pemprov DKI Jakarta Gencarkan Patroli Rutin Cegah Kabel Menjuntai Usai Siswi SMAN 6 Tewas

Tragedi yang merenggut nyawa NAEP, seorang siswi kelas X SMAN 6 Jakarta, menjadi pukulan telak bagi pemerintah provinsi. Gadis belia itu meninggal dunia setelah tersangkut kabel menjuntai di kawasan Jakarta Selatan pada pertengahan pekan ini. Insiden tersebut sontak membuka mata publik tentang betapa lamanya persoalan kabel semrawut di ibu kota terabaikan.

Staf Khusus Gubernur Jakarta, Chico Hakim, menyatakan kecelakaan ini adalah alarm keras bagi seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam dan akan segera melakukan penertiban kabel-kabel yang membahayakan pengguna jalan, terutama di titik-titik rawan yang sering dilalui pelajar.

Kronologi Singkat dan Reaksi Cepat

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, peristiwa nahas itu terjadi saat korban melintas di jalan utama seputaran SMAN 6. Kabel milik salah satu penyedia layanan utilitas yang menggantung rendah diduga kuat melilit leher korban hingga menyebabkan luka fatal. Warga sekitar yang panik langsung memberikan pertolongan, namun nyawa NAEP tak terselamatkan dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan.

Mendengar kabar tersebut, Chico Hakim langsung merespons dengan nada serius. Ia menyebut penertiban utilitas di ruang publik tidak bisa lagi ditunda.

“Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi kita semua untuk mempercepat penertiban jaringan utilitas di ruang publik. Kami akan bentuk tim patroli rutin agar kabel-kabel yang melintang dan menjuntai segera ditangani sebelum memakan korban lain,” kata Chico, Minggu (21/6/2026).

Patroli Rutin Libatkan Operator Utilitas

Dalam rencana yang tengah dimatangkan, Dinas Bina Marga bersama Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) akan berkolaborasi dengan berbagai operator telekomunikasi, listrik, dan penyedia jaringan fiber optik. Patroli rutin dijadwalkan berlangsung setiap hari di titik-titik rawan yang dipetakan berdasarkan laporan masyarakat dan pengawasan di lapangan. Tim patroli akan dibekali alat pengaman dan kewenangan untuk langsung menurunkan kabel yang melanggar aturan tinggi minimal.

Sejumlah warga di sekitar lokasi kejadian mengaku sudah lama resah dengan kondisi kabel yang kusut di kawasan itu, tetapi pengaduan mereka seolah masuk ke ruang hampa. Kini, pasca-tragedi, mereka berharap janji patroli rutin benar-benar berjalan dan bukan sekadar euforia sesaat.

Salah seorang tokoh masyarakat setempat, dalam wawancara singkat, menyampaikan bahwa kejadian ini adalah kulminasi dari ketidaktegasan regulasi selama bertahun-tahun. “Kami dukung rencana patroli, tapi pemerintah harus berani menindak operator yang tidak mematuhi standar keamanan,” ujarnya.

Komitmen Pengawasan Berkelanjutan

Selain patroli, Pemprov DKI Jakarta juga berjanji mempercepat penerapan sistem ducting—penanaman kabel di bawah tanah—di sepanjang koridor utama. Proyek ini memang sudah direncanakan dalam beberapa tahun terakhir, namun terkendala koordinasi lintas sektor dan pendanaan. Tragedi NAEP memantik desakan agar proyek itu dipercepat tanpa mengabaikan aspek keselamatan warga selama masa transisi.

Dengan patroli rutin yang akan dimulai dalam waktu dekat, publik menanti bukti nyata keseriusan pemerintah menata wajah Jakarta yang bebas dari ancaman kabel liar. Korban terakhir yang masih berstatus pelajar menjadi luka kolektif yang menuntut perubahan seketika, bukan lagi wacana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User