Seskab Teddy Indra Wijaya Inisiasi Kompetisi Setkab Gengs, Dukung Asta Cita Presiden
Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara resmi meluncurkan Kompetisi Gagasan “Setkab Gengs” sebagai wadah bagi aparatur sipil negara di lingkungan Sekretariat Kabinet unt
Jakarta – Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya secara resmi meluncurkan Kompetisi Gagasan “Setkab Gengs” sebagai wadah bagi aparatur sipil negara di lingkungan Sekretariat Kabinet untuk menuangkan inovasi, pemikiran strategis, dan solusi kebijakan yang sejalan dengan program prioritas pemerintah serta Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Inisiatif ini digulirkan sebagai bagian dari percepatan reformasi birokrasi yang mengedepankan penguatan budaya kerja inovatif, kolaboratif, dan berorientasi pada hasil, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia secara berkelanjutan.
“Seluruh pegawai diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan terbaik yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung kemajuan Indonesia,” ujar Teddy kepada Apaberita.com, Minggu (21/6/2026).
Kategori dan Mekanisme Kompetisi
Kompetisi digelar dalam tiga kategori utama yang mencerminkan tantangan birokrasi modern, yaitu inovasi kebijakan berbasis data, percepatan digitalisasi pelayanan publik, dan efisiensi tata kelola pemerintahan. Setiap peserta—perorangan maupun tim lintas unit kerja—diminta menyusun proposal gagasan yang kemudian akan dipresentasikan di hadapan dewan juri yang terdiri dari pejabat eselon I, akademisi, dan praktisi pemerintahan. Seskab Teddy menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan instrumen untuk membongkar sekat hierarkis dan membuka seluas-luasnya ruang partisipasi bagi seluruh pegawai, termasuk generasi muda di lingkungan Setkab.
Tahapan kompetisi meliputi kurasi proposal, sesi pendampingan oleh mentor internal, presentasi akhir, dan uji publik terbatas. Pemenang tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengimplementasikan idenya dalam proyek percontohan yang didanai melalui skema insentif reformasi birokrasi. “Kami ingin memastikan bahwa gagasan terbaik tidak berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar bisa dieksekusi dan memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” imbuh Teddy.
Dukungan Penuh untuk Asta Cita Presiden
Penyelenggaraan Setkab Gengs dirancang selaras dengan Asta Cita Presiden yang menargetkan transformasi birokrasi berkelas dunia menuju Indonesia Emas 2045. Setiap gagasan yang dilombakan diarahkan untuk menjawab sejumlah pilar utama, seperti pengentasan kemiskinan ekstrem, ketahanan pangan dan energi, pengembangan ekonomi digital, serta perbaikan layanan dasar. Dengan begitu, kebijakan-kebijakan mikro yang lahir dari kompetisi ini diharapkan mampu terintegrasi secara mulus ke dalam peta jalan strategis nasional.
Sejumlah pengamat pemerintahan menyambut positif langkah Seskab Teddy. Pengamat kebijakan publik dari Universitas Gadjah Mada, Andini Kusuma, menilai kompetisi semacam ini ampuh membangkitkan motivasi intrinsik ASN karena memberi mereka rasa kepemilikan terhadap arah pembangunan. “Ketika birokrasi membuka ruang kreasi, bukan hanya kepatuhan yang terbangun, melainkan loyalitas produktif yang melampaui rutinitas,” tuturnya.
Pendaftaran kompetisi akan dibuka mulai 1 Juli 2026 dan puncak penjurian dijadwalkan berlangsung pada bulan Agustus, bertepatan dengan peringatan kemerdekaan. Teddy berharap Setkab Gengs dapat menjadi model percontohan bagi kementerian dan lembaga lain untuk menumbuhkan budaya inovasi di seluruh jajaran pemerintahan.
Comments (0)