Wiga Maulana
Putra Aceh Pimpin Asosiasi Startup Industri Nasional, Siap Bawa Inovasi Indonesia ke Panggung Global
Maulana Wiga terpilih sebagai Ketua Umum STARFINDO periode 2026–2029, mengusung visi memperkuat daya saing startup industri Indonesia di era AI, transformasi industri, dan geopolitik global.
Banda Aceh, [tanggal] — Putra kelahiran Aceh, Maulana Wiga, resmi terpilih sebagai Ketua Umum Startup For Industry Indonesia (STARFINDO) periode 2026–2029 bersama Yosef Adhitya Duta Dewangga sebagai Wakil Ketua Umum. Penetapan tersebut disahkan melalui Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum STARFINDO Nomor 037/15.STARFINDO/VII/2026.
STARFINDO merupakan asosiasi nasional binaan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia yang menghimpun startup berbasis teknologi untuk mendukung transformasi dan daya saing sektor industri nasional.
Terpilihnya Maulana Wiga menjadi simbol bahwa talenta dari daerah mampu mengambil peran strategis dalam memimpin transformasi industri Indonesia di tingkat nasional.
Lahir dan besar di Aceh, Wiga merupakan lulusan Hubungan Internasional Universitas Bakrie sekaligus pendiri BepahKupi, perusahaan kopi Indonesia yang berkembang dari Aceh hingga memasuki pasar internasional. Sebelum dipercaya memimpin STARFINDO, ia juga mengemban amanah sebagai Head of Investment STARFINDO, dengan fokus membangun kolaborasi antara startup, industri, dan investor.
Dalam pidato usai terpilih, Wiga menegaskan bahwa kepemimpinannya akan diarahkan untuk memperkuat posisi startup Indonesia di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.
“Amanah ini bukan sekadar kemenangan dalam sebuah pemilihan, melainkan tanggung jawab untuk membawa startup industri Indonesia naik kelas. Saya ingin membuktikan bahwa putra daerah mampu memimpin di tingkat nasional dan membawa inovasi Indonesia semakin diperhitungkan di tingkat global.”
Di bawah kepemimpinannya, STARFINDO akan memprioritaskan penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, investor, dan pelaku startup guna mempercepat adopsi teknologi, meningkatkan akses investasi, memperluas pasar internasional, serta mendorong hilirisasi inovasi menuju sektor industri.
Wiga menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya harus menjadi penggerak lahirnya startup yang tidak hanya bertumbuh di dalam negeri, tetapi juga mampu menjadi bagian dari rantai pasok dan industri global.
“Visi kami sederhana, tetapi besar: menjadikan STARFINDO sebagai rumah inovasi industri Indonesia dan jembatan menuju pasar dunia. Kami ingin startup Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi menjadi pencipta inovasi yang memberi nilai tambah bagi industri nasional dan mampu bersaing secara global.”
Ia juga mengajak seluruh anggota STARFINDO untuk meninggalkan dinamika kontestasi dan bersama-sama membangun organisasi yang profesional, inklusif, serta berorientasi pada hasil.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2029, STARFINDO menargetkan penguatan ekosistem startup industri melalui kolaborasi strategis lintas sektor, peningkatan daya saing teknologi, serta perluasan kemitraan internasional untuk mendukung pertumbuhan industri Indonesia yang berkelanjutan.
Comments (0)