Pemkot Jayapura Tegaskan MTQ Benteng Pelajar dari Narkoba dan Tawuran

Jayapura, Apaberita – Pemerintah Kota Jayapura menempatkan Musabaqah Tilawatil Quran sebagai instrumen vital untuk memperkokoh ketahanan moral pelajar dari ancaman narkotika dan budaya tawuran. Pene...

Jul 12, 2026 - 10:04
0 0
Pemkot Jayapura Tegaskan MTQ Benteng Pelajar dari Narkoba dan Tawuran

Jayapura, Apaberita – Pemerintah Kota Jayapura menempatkan Musabaqah Tilawatil Quran sebagai instrumen vital untuk memperkokoh ketahanan moral pelajar dari ancaman narkotika dan budaya tawuran. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Penjabat Wali Kota Jayapura, Frans Pekey, saat membuka MTQ Ke-29 Tingkat Kota Jayapura di Masjid Agung Al-Aqsha, Distrik Jayapura Utara, Jumat (12/7/2024).

"MTQ bukan sekadar kompetisi membaca Al-Quran. Ini adalah benteng spiritual yang kami bangun untuk membentengi generasi muda dari jeratan narkoba dan perilaku destruktif seperti tawuran," tegas Pekey di hadapan 250 peserta yang berasal dari lima distrik.

Kegiatan yang digelar Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran Kota Jayapura ini mengusung tema "Dengan MTQ Kita Bangun Generasi Qur'ani yang Tangguh, Berakhlak, dan Berdaya Saing". Menurut Pekey, Pemkot Jayapura tengah menggencarkan pembinaan remaja melalui rumah ibadah sebagai respons terhadap melonjaknya penyalahgunaan narkotika di kalangan pelajar. Data Badan Narkotika Nasional Kota Jayapura menunjukkan sepanjang semester pertama 2024 tercatat 37 kasus baru yang melibatkan anak usia 16–20 tahun.

"Kami ingin menghidupkan masjid sebagai pusat kegiatan positif. Dengan MTQ, anak-anak muda kita disibukkan dengan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Quran, sehingga tidak ada ruang bagi godaan narkoba dan tawuran," tambah Frans Pekey.

Keterlibatan Lima Distrik

MTQ tahun ini diikuti kafilah dari Distrik Jayapura Utara, Jayapura Selatan, Abepura, Muara Tami, dan Heram. Setiap kafilah mengirimkan peserta dalam 12 cabang lomba, mulai dari tilawah anak-anak, remaja, dewasa, hingga tahfiz 5 juz, tafsir bahasa Indonesia, dan kaligrafi. Ketua LPTQ Kota Jayapura, Hasan Basri, menyatakan pihaknya menerapkan sistem penjurian ketat dengan melibatkan 18 dewan hakim bersertifikat nasional.

"Target kami bukan hanya melahirkan qari dan qariah terbaik, tetapi juga membentuk karakter peserta yang berlandaskan nilai Quran. Kami ingin dari Jayapura lahir generasi emas yang siap memimpin Papua di masa depan," kata Hasan Basri.

Pemkot Jayapura telah mengalokasikan dana pembinaan sebesar Rp1,2 miliar pada APBD 2024 untuk kegiatan keagamaan kepemudaan, termasuk penyelenggaraan MTQ dan festival anak saleh. Dana tersebut juga digunakan untuk memberikan beasiswa bagi 50 santri berprestasi guna melanjutkan pendidikan di pesantren modern di Jawa dan Sulawesi.

Pencegahan Narkoba Berbasis Komunitas

Pendekatan Pemkot Jayapura dalam mencegah peredaran gelap narkoba di kalangan remaja tidak hanya bertumpu pada penegakan hukum. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Jayapura, Yance Ayomi, menjelaskan bahwa pemberdayaan komunitas, seperti kelompok pengajian remaja masjid, menjadi ujung tombak.

"Kami bekerja sama dengan BNN, kepolisian, dan tokoh agama untuk membentuk kampung-kampung sadar narkoba. MTQ adalah salah satu wujud nyata dari strategi soft approach yang kami kedepankan, sebab menyentuh langsung aspek spiritual remaja," ujar Yance Ayomi.

Program ini diperkuat oleh Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2021 tentang Fasilitasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika. Di dalamnya, pemerintah daerah wajib mengalokasikan minimal 2 persen dari dana transfer umum untuk program pencegahan.

Dukungan Tokoh Agama dan Harapan ke Depan

Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Jayapura, Kiai Haji Abdul Gani Rengreng, menyampaikan apresiasinya. Ia menilai MTQ sebagai tradisi Islam yang menjadi penawar bagi krisis moral yang dihadapi generasi Papua.

"Al-Quran mengajarkan perdamaian dan kasih sayang. Jika hati anak-anak ini sudah diisi dengan Al-Quran, insya Allah mereka akan jauh dari narkoba, jauh dari tawuran, dan jauh dari hal-hal yang merusak masa depan," tutur Kiai Abdul Gani.

Para pemenang MTQ tingkat kota ini akan mewakili Jayapura pada MTQ Tingkat Provinsi Papua yang dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Biak Numfor pada September mendatang. Pj Wali Kota Frans Pekey menargetkan kontingen Jayapura mampu mempertahankan juara umum yang diraih pada gelaran sebelumnya.

Humas Pemkot Jayapura melaporkan antusiasme masyarakat sangat tinggi. Ribuan warga memadati sekitar masjid sejak pembukaan berlangsung. Panitia menyediakan layar besar di halaman untuk mengakomodasi jamaah yang ingin menyaksikan lomba. MTQ Ke-29 ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 12 hingga 16 Juli 2024, dengan puncak acara penutupan yang direncanakan dihadiri Gubernur Papua.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User