Permintaan modifikasi tampilan Toyota Kijang Innova Reborn agar menyerupai varian Venturer terus mengalir hingga akhir tahun 2025. Tren tersebut didorong oleh terhentinya produksi Venturer, sementara unit Innova Reborn tipe G baru masih dijual resmi oleh diler Toyota di berbagai daerah, termasuk di Surabaya, Jawa Timur.
Muhammad Bobby, pemilik Bobby Spec Rare Item, menyatakan bahwa Innova Reborn menjadi model yang paling banyak masuk ke bengkelnya untuk keperluan ubahan tampilan. Menurutnya, lonjakan permintaan tersebut tidak terlepas dari perbedaan harga di pasar yang kian tipis antara Venturer bekas dan Innova Reborn tipe G baru.
"Permintaan paling banyak dari Innova Reborn karena yang tipe G itu masih keluar, apalagi sejak Venturer berhenti diproduksi. Harga Venturer bekas sama Innova Reborn tipe G baru itu sekarang sama, jadi mending dia beli baru terus di-upgrade," ujarnya saat ditemui di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (8/10).
Pergeseran Tren Sejak 2015
Bobby menuturkan bahwa budaya mengubah tampilan Innova sesungguhnya telah berlangsung lama. Sekitar tahun 2015, sebelum Venturer hadir di pasar nasional, pemilik Innova facelift alias Barong lansiran 2013-2014 ramai mengubah tampilan kendaraan mereka agar menyerupai Innova Reborn.
Ia menegaskan bahwa porsi pekerjaan dari Barong ke Reborn maupun dari Reborn ke Venturer sama-sama masih mendominasi penjualan di bengkelnya. Berdasarkan catatan internal usahanya, permintaan yang datang dari kedua kelompok tersebut berada pada kisaran perbandingan 50 berbanding 50 sepanjang tahun ini.
"Untuk sekarang spion yang ramai, karena tipe G belum ada retract. Spion itu bukan dimodifikasi, kami ganti full set pakai punya Venturer asli, ada welcome light. Nanti dapat tombol yang ori sama cover door trim, jadi tidak custom," jelasnya.
Spion dan Setir Jadi Komponen Paling Diburu
Berdasarkan pengamatan di lapangan, kaca spion elektrik atau retractable mirror menjadi komponen yang paling banyak dicari pemilik Innova Reborn tipe G. Pasalnya, unit tipe G belum dilengkapi fitur lipat otomatis dan lampu penyambut yang menjadi ciri khas Venturer.
Alih-alih melakukan modifikasi custom, pemilik kendaraan umumnya memilih mengganti satu set penuh dengan komponen Venturer asli. Penggantian tersebut mencakup tombol orisinal hingga cover door trim, sehingga hasil akhirnya tetap mengikuti standar pabrikan dan tidak bersifat custom.
Setir menjadi bagian berikutnya yang paling sering diganti oleh pemilik Innova Reborn tipe G. Komponen ini dinilai mampu mengangkat kesan premium pada interior kendaraan sekaligus menyamakan tampilan kabin dengan varian Venturer yang telah dihentikan produksinya.
Faktor Ekonomi dan Nilai Jual
Sejumlah pengamat otomotif menilai fenomena ini sebagai konsekuensi wajar dari strategi pembelian konsumen. Dengan harga Venturer bekas yang setara Innova Reborn tipe G baru, sebagian pembeli memilih unit baru berstatus resmi, lengkap dengan garansi pabrikan, lalu melakukan penyesuaian tampilan secara bertahap.
Langkah tersebut dinilai lebih menguntungkan secara ekonomi karena pemilik memperoleh kendaraan tanpa riwayat pemakaian, sementara biaya upgrade komponen dapat disesuaikan dengan anggaran masing-masing. Selain itu, ketersediaan suku cadang Venturer asli di pasar masih tergolong memadai untuk memenuhi permintaan bengkel spesialis.
Meski demikian, pelaku usaha mengingatkan bahwa penggantian komponen sebaiknya dilakukan di tempat yang memiliki rekam jejak jelas. Penggunaan komponen asli menjadi pertimbangan utama agar fungsi kelistrikan, terutama pada sistem lipat spion dan welcome light, tetap bekerja optimal dan tidak mengganggu jaringan kabel bawaan kendaraan.
Hingga kini, permintaan ubahan tampilan tersebut belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Para pemilik Innova Reborn tipe G yang baru menerima unit dari diler disebut langsung menjadwalkan pemasangan komponen Venturer dalam beberapa pekan setelah serah terima kendaraan.
Comments (0)