Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas Warga, Waka MPR Tekan PLN Lakukan Perbaikan Fundamental

Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah vital di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali memicu keprihatinan berbagai pihak. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, secara tegas mendesak

Jul 08, 2026 - 00:16
0 0
Pemadaman Listrik Ganggu Aktivitas Warga, Waka MPR Tekan PLN Lakukan Perbaikan Fundamental

Gelombang pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah vital di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali memicu keprihatinan berbagai pihak. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, secara tegas mendesak PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk segera menangani persoalan ini secara tuntas. Politisi Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menyoroti bahwa permasalahan ini bukan sekadar catatan teknis di atas kertas, melainkan telah dirasakan langsung oleh masyarakat, termasuk oleh dirinya sendiri saat tengah melakukan kunjungan kerja.

Kepada laporan Apaberita.com, Eddy menyampaikan kronologi keluhannya. Ia menegaskan bahwa laporan yang diterimanya bukan hanya berasal dari konstituen di berbagai daerah pemilihan, melainkan juga dari pengalaman pribadi yang terjadi di luar agenda resmi. Kejadian pemadaman listrik yang tak terduga itu mengganggu aktivitas dan mobilitas warga, menunjukkan betapa seriusnya situasi kelistrikan yang tengah dihadapi bangsa saat ini.

Akar Masalah: Pasokan Batubara dan Keandalan Mesin Pembangkit

Eddy Soeparno mengidentifikasi akar permasalahan utama yang memicu krisis energi ini. Menurutnya, pemicu utama terletak pada kurangnya pasokan batubara jenis tertentu yang menjadi kebutuhan vital pembangkit listrik milik PLN. Kekurangan pasokan ini memaksa pihak operator jaringan untuk mengambil langkah darurat berupa pengalokasian beban listrik secara tidak merata, yang pada akhirnya berujung pada pemadaman bergilir yang merugikan masyarakat dari segi ekonomi dan sosial.

Dalam analisisnya, Eddy mencoba merangkum dua dimensi persoalan yang saling terkait. Pertama adalah aspek rantai pasok energi primer, yaitu batubara. Kedua, tak kalah pentingnya, adalah aspek kinerja dan keandalan pembangkit listrik itu sendiri. Keduanya saling mempengaruhi dan jika tidak segera dibenahi, krisis serupa berpotensi kembali terulang di masa depan.

"Saya tidak saja mendapatkan laporan terkait pemadaman listrik secara bergilir dari daerah ke daerah, lebih dari itu saya juga mengalaminya saat kunjungan ke Dapil di Kota Bogor hari Jumat sore (19 Juni). Saya memahami bahwa akar permasalahan antara lain berawal dari kurangnya pasokan batubara jenis 'medium rank coal' ke pembangkit-pembangkit PLN, sehingga terpaksa dilakukan pengalokasian beban listrik secara tidak merata," ungkap Eddy Soeparno dalam keterangan resminya yang diperoleh Apaberita.com, Sabtu (20/6/2026).

Desakan Evaluasi Komprehensif dan Jaminan Stabilitas

Wakil Ketua MPR itu tidak hanya menuntut penanganan darurat sesaat, tetapi juga sebuah evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan nasional. Menurutnya, evaluasi tersebut harus mencakup audit teknis secara detail terhadap seluruh rantai pasok, mulai dari pengadaan sumber energi di hulu hingga ketersediaan suku cadang dan kesiapan perangkat distribusi di hilir. Ia meminta manajemen PLN untuk tidak sekadar melakukan perbaikan tambal sulam, melainkan merancang cetak biru yang lebih tangguh guna memastikan kejadian serupa tidak terulang.

Lebih lanjut, Eddy mendorong adanya transparansi dari PLN kepada publik mengenai kondisi riil pasokan energi serta langkah-langkah mitigasi yang sedang ditempuh. Masyarakat, tegasnya, berhak mendapatkan kepastian layanan dasar berupa aliran listrik yang berkelanjutan. Tanpa adanya jaminan stabilitas pasokan listrik, aktivitas perekonomian di Pulau Jawa, Sumatera, dan Bali sebagai pusat pertumbuhan nasional akan terus terhambat dan menimbulkan efek domino terhadap iklim investasi serta kualitas hidup masyarakat. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penanganan dan respons resmi dari pihak PLN atas desakan ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Editor politik dan dinamika kekuasaan.

Comments (0)

User