Pada 1 Oktober 2026, di Jakarta, PT Pelindo meluncurkan platform digital ADHARA untuk mengintegrasikan ekosistem maritim dan sistem logistik nasional. Peluncuran tersebut dilakukan dengan tujuan untuk menghubungkan berbagai sistem informasi yang selama ini terpisah, sehingga dapat meningkatkan efisiensi layanan kepelabuhanan. Siapa yang melaksanakan peluncuran ini adalah PT Pelindo sebagai penyelenggara infrastruktur pelabuhan, apa yang diluncurkan adalah platform ADHARA, di mana peluncuran berlangsung di Jakarta, kapan dilaksanakan pada 1 Oktober 2026, mengapa dilaksanakan untuk menjawab kebutuhan integrasi data logistik, dan bagaimana pelaksanaannya melalui pengembangan sistem terpusat yang dapat diakses oleh pelaku usaha yang terlibat dalam rantai pasok maritim.
Landasan Peluncuran Platform Digital
Dalam upaya menindaklanjuti kebutuhan sistem logistik nasional yang terintegrasi, PT Pelindo menegaskan bahwa pengembangan platform ADHARA didasarkan pada arah kebijakan penguatan konektivitas maritim di Indonesia. Berdasarkan UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, serta berbagai keputusan strategis terkait pengembangan sistem logistik nasional, diperlukan suatu sistem yang mampu menghubungkan seluruh simpul layanan pelabuhan secara terstandar. Melalui platform ini, PT Pelindo menyatakan bahwa integrasi data menjadi prasyarat untuk menekan waktu tunggu, mengurangi duplikasi proses administrasi, serta menjamin konsistensi informasi antar pelabuhan yang dikelola oleh perseroan. Oleh karena itu, sistem ADHARA ditetapkan sebagai sarana untuk menyatukan alur informasi yang berkaitan dengan arus barang, pergerakan kapal, serta layanan pendukung kepelabuhanan secara terpusat dan terukur.
Fungsi dan Ruang Lingkup Integrasi
PT Pelindo menegaskan bahwa platform ADHARA berfungsi sebagai sistem integrasi yang menghubungkan ekosistem maritim melalui satu titik akses data. Dalam pelaksanaannya, platform ini dirancang untuk mengoptimalkan kolaborasi antar pelaku usaha, yang meliputi operator terminal, perusahaan pelayaran, jasa bongkar muat, penyedia layanan logistik, serta instansi terkait di lingkungan pelabuhan. Sistem ini memfasilitasi pertukaran data layanan secara terstruktur, sehingga setiap proses yang berkaitan dengan kedatangan kapal, pelayanan dermaga, pergerakan peti kemas, serta dokumen kepelabuhanan dapat tercatat dalam satu sistem yang terjaga konsistensinya. Jumlah simpul pelabuhan yang menjadi sasaran integrasi awal melalui platform ini adalah 43 pelabuhan yang tersebar di wilayah kerja PT Pelindo. Melalui cakupan tersebut, PT Pelindo menyatakan bahwa sistem ADHARA diharapkan dapat menjangkau jaringan layanan yang luas untuk memperkuat konektivitas antar wilayah Indonesia.
"Platform ADHARA merupakan langkah terstruktur untuk menyatukan sistem informasi pelabuhan ke dalam satu ekosistem digital yang terstandar, guna menjamin kecepatan, ketepatan, dan keseragaman data bagi seluruh pelaku usaha."
Direktur Utama PT Pelindo
Penguatan Tata Kelola Melalui Mekanisme Koordinasi
Untuk menjamin keberlanjutan integrasi tersebut, PT Pelindo menindaklanjuti peluncuran platform ADHARA melalui mekanisme koordinasi yang terstruktur. Dalam Rapat Koordinasi yang diselenggarakan secara berkala, seluruh unit kerja terkait di lingkungan perseroan telah menegaskan komitmen untuk menerapkan standar data yang sama. Selain itu, melalui forum koordinasi dengan pelaku usaha, ditetapkan parameter teknis yang wajib dipenuhi dalam proses integrasi sistem. Berdasarkan UU di bidang pelayaran dan ketentuan tata kelola Badan Usaha Milik Negara, pengelolaan sistem informasi strategis tersebut dilaksanakan dengan prinsip akuntabilitas dan keamanan data. PT Pelindo juga menyatakan bahwa pemeliharaan sistem akan dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi kinerja minimal setiap enam bulan, guna memastikan bahwa seluruh modul yang terintegrasi tetap sesuai dengan kebutuhan operasional di lapangan.
Dampak Terukur Terhadap Efisiensi Logistik
Dengan beroperasinya platform ADHARA, PT Pelindo menegaskan bahwa efisiensi logistik nasional dapat diukur melalui indikator waktu pelayanan. Berdasarkan proyeksi internal perseroan, integrasi sistem ini ditargetkan untuk membantu menekan rata-rata waktu tunggu kapal secara terukur di pelabuhan yang telah terintegrasi, serta mempercepat proses administrasi melalui pengurangan alur dokumen yang berulang. Lebih lanjut, sistem terpusat ini memungkinkan pemantauan real time terhadap ketersediaan layanan, sehingga alokasi sumber daya dapat dilakukan secara lebih tepat. Melalui integrasi data tersebut, kolaborasi antar pelaku usaha diharapkan dapat berjalan berdasarkan informasi yang sama, mengurangi potensi perbedaan data, serta memperkuat prediktabilitas jadwal layanan kepelabuhanan. Hal ini menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional secara terstruktur.
Langkah Strategis Ke Depan
PT Pelindo menyatakan bahwa peluncuran ADHARA bukan merupakan titik akhir, melainkan tahapan awal dari pengembangan ekosistem digital maritim yang berkelanjutan. Dalam rapat kerja teknis yang akan menindaklanjuti peluncuran ini, perseroan berencana untuk memperluas kapasitas integrasi, termasuk penambahan modul layanan sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Pengembangan tersebut akan dilaksanakan secara bertahap hingga seluruh jaringan pelabuhan dalam lingkup kerja PT Pelindo dapat terhubung secara penuh. Dengan ditetapkannya platform ini sebagai sistem integrasi resmi perseroan, PT Pelindo menegaskan komitmennya untuk menjaga standar teknis, tata kelola data, serta kesinambungan layanan. Melalui langkah terstruktur tersebut, platform ADHARA diharapkan dapat menjadi tulang punggung digital bagi integrasi ekosistem maritim dan logistik nasional untuk jangka panjang.
Comments (0)