PDIP Minta Warga Jaga Kondusifitas Pasca Bentrokan Maut di Menteng
Jakarta – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyoroti insiden bentrokan berdarah yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada ...
Jakarta – Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menyoroti insiden bentrokan berdarah yang terjadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, pada Selasa (10/6/2025) dini hari. Peristiwa yang menewaskan satu orang dan menyebabkan tiga warga lainnya mengalami luka serius itu menuai kecaman dari legislator. Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PDIP di Komisi III DPR, Nasyirul Falah Amru, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas dan kondusifitas wilayah Ibu Kota.
"Kami sangat menyesalkan dan menyayangkan adanya bentrokan antarkelompok yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Ini adalah peringatan bagi kita semua bahwa potensi konflik sosial di masyarakat masih sangat rawan. Kami mengajak seluruh elemen untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh isu yang belum jelas kebenarannya," ujar Nasyirul Falah Amru di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa siang.
Kronologi Bentrokan Maut di Menteng
Berdasarkan keterangan Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat, bentrokan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Jalan Cikini Raya, Kelurahan Menteng, setelah sebelumnya terjadi perselisihan antarkelompok pemuda di media sosial. Perselisihan yang bermula dari unggahan provokatif itu memanas dan berujung pada ajakan bertemu untuk menyelesaikan masalah. Pertemuan yang direncanakan secara tertutup itu justru berkembang menjadi aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan benda tumpul.
Korban tewas, seorang pria berinisial R (24), merupakan warga Menteng yang terlibat dalam keributan tersebut. Sementara tiga orang lainnya, yakni A (26), D (22), dan S (25), dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dengan luka bacok di bagian punggung, lengan, dan kepala. Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi (KBP) Andi Hermawan, menyatakan telah mengamankan enam orang yang diduga sebagai pelaku dan masih mengejar dua orang lainnya.
"Motif sementara adalah perselisihan individu yang meluas menjadi kelompok. Ini murni kriminal, namun tentu kami tidak akan menoleransi segala bentuk aksi yang merusak ketertiban umum," jelas KBP Andi Hermawan saat memberikan keterangan pers di Mapolres Metro Jakarta Pusat. Polisi juga menyita empat bilah senjata tajam dan satu unit sepeda motor yang digunakan saat penyerangan.
DPR: Kekerasan Bukan Solusi
Sebagai wakil rakyat yang membidangi hukum, Nasyirul Falah Amru menilai insiden di Menteng bukan sekadar kriminalitas jalanan, melainkan cerminan lemahnya kesadaran hukum dan kepekaan sosial di tengah masyarakat. Ia mendesak aparat penegak hukum untuk menindak tegas seluruh pelaku tanpa pandang bulu. "Kekerasan adalah jalan buntu. Tidak ada konflik yang tuntas hanya dengan adu kekuatan dan kekerasan. Negara harus hadir memberikan efek jera bagi pelaku dan melindungi warga yang taat hukum," tegasnya.
Politisi asal Daerah Pemilihan Jawa Timur VIII itu juga meminta Kementerian Sosial dan pemerintah daerah untuk turut serta melakukan rehabilitasi sosial dan mediasi antarwarga pasca bentrokan. Menurutnya, pendekatan penegakan hukum semata tidak cukup untuk menyelesaikan akar masalah. "Kita butuh sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan tokoh agama untuk membangun budaya damai. Ini tanggung jawab bersama," jelasnya.
PDIP Dorong Dialog dan Penegakan Hukum
Fraksi PDIP DPR secara resmi mendukung langkah Polri mengusut tuntas kasus tersebut. Sekretaris Fraksi PDIP, Arteria Dahlan, turut menegaskan bahwa partainya meminta agar keamanan di seluruh wilayah DKI Jakarta, khususnya area strategis, ditingkatkan. "Ini bukan hanya perkara satu bentrokan, tetapi menyangkut wibawa Ibu Kota sebagai barometer keamanan nasional. Kami akan memanggil Kapolda Metro Jaya untuk memberikan penjelasan di Komisi III tentang langkah-langkah preventif ke depan," ujar Arteria.
Nasyirul Falah Amru menambahkan bahwa masyarakat jangan sampai terjebak dalam benih-benih disintegrasi yang sering dipicu oleh isu di media sosial. Ia mengajak seluruh warga Jakarta untuk kembali mengedepankan dialog dan sikap saling menghargai. "Kami di DPR akan terus mengawal proses hukum dan memastikan tidak ada yang kebal hukum. Mari kita jaga kondusifitas Jakarta, jaga ibu kota kita tetap aman dan damai," pungkasnya.
Pasca kejadian, suasana di Kelurahan Menteng berangsur normal meski petugas kepolisian masih berjaga di sejumlah titik rawan. Warga diimbau untuk segera melapor apabila mendapati potensi konflik serupa. Sementara itu, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat berencana menggelar rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat setempat guna meredam tensi dan membangun kesepahaman warga.
Comments (0)