Evakuasi Kucing Oranye Terjebak Kap Mesin Mobil di Bantul
BANTUL, Apaberita – Seekor kucing oranye berhasil dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bantul setelah terjebak di kap mesin sebuah mobil yang terparkir di Ja...
BANTUL, Apaberita – Seekor kucing oranye berhasil dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bantul setelah terjebak di kap mesin sebuah mobil yang terparkir di Jalan Parangtritis, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Rabu siang (25/7/2026). Proses evakuasi berlangsung dramatis selama kurang lebih 30 menit dengan menggunakan metode pancingan air yang dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kejadian bermula ketika pemilik mobil, Suryanto (45), warga Desa Timbulharjo, mendengar suara mengeong dari depan kendaraannya saat akan menyalakan mesin. Setelah memeriksa, ia mendapati seekor kucing oranye berusia sekitar empat bulan terperangkap di ruang kap mesin. Upaya mengeluarkan kucing secara manual tidak membuahkan hasil, sebab hewan itu terus merayap ke sudut terdalam dekat blok radiator.
Sadar akan risiko keselamatan kucing maupun potensi kerusakan komponen kendaraan, Suryanto segera menghubungi layanan darurat. Petugas BPBD Kabupaten Bantul menerima laporan pukul 11.47 WIB dan langsung menerjunkan regu ke lokasi.
Proses Evakuasi dengan Pancingan Air
Sesampainya di tempat, regu yang dipimpin oleh Komandan Regu Damkar Bantul, Agus Prasetyo, melakukan asesmen awal. Mereka memutuskan untuk tidak membongkar komponen mobil guna meminimalkan risiko. Sebagai gantinya, mereka menggunakan teknik pancingan air yang dinilai lebih aman dan efektif.
“Kami menyemprotkan air secara perlahan ke area kap mesin untuk menarik perhatian kucing. Biasanya, kucing akan menghindari air dan bergerak menuju celah yang lebih aman, sehingga kami bisa mengarahkannya keluar.”
Memang, setelah beberapa kali semburan air, kucing oranye itu mulai bergerak dan akhirnya keluar dari celah bemper depan. Petugas dengan sigap menangkapnya menggunakan kain untuk menghindari luka atau stres berlebih pada hewan tersebut.
Respons Warga dan Pemilik Mobil
Proses evakuasi yang berlangsung setengah jam itu sempat menarik perhatian warga sekitar. Beberapa di antaranya membantu petugas dengan memberikan penerangan dan memastikan area sekitar aman dari lalu lintas. Pemilik mobil, Suryanto, menyampaikan rasa syukurnya.
“Saya panik awalnya, takut kucingnya mati di dalam. Beruntung petugas BPBD cepat datang dan punya ide cerdas. Terima kasih banyak,” kata Suryanto.
Kucing tersebut segera diperiksa oleh tim medis hewan dari Dinas Pertanian dan Pangan Bantul yang turut diundang ke lokasi. Dokter hewan Rina Wijayanti menyatakan tidak ada luka serius, hanya dehidrasi ringan. Kucing itu pun diberi minum dan dibawa ke Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) untuk observasi lebih lanjut.
Imbauan BPBD Bantul
Kejadian ini bukan yang pertama kali. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Drs. Ikhwan Nurhadi, M.Si., mengimbau warga untuk waspada terhadap hewan kecil yang kerap berlindung di kap mesin, terutama saat musim hujan atau cuaca dingin.
“Kami imbau masyarakat untuk mengetuk kap mesin atau membunyikan klakson beberapa kali sebelum menyalakan mobil. Langkah sederhana ini dapat menyelamatkan nyawa hewan dan mencegah kerusakan kendaraan,” ujar Ikhwan.
Berdasarkan data BPBD Bantul, sepanjang tahun 2026 sudah tercatat 12 kejadian serupa, dengan hewan penyelamat mulai dari kucing, ular, hingga tupai. Teknik pancingan air menjadi salah satu prosedur standar yang terbukti efektif tanpa menimbulkan trauma pada hewan maupun kerusakan kendaraan.
Dengan keberhasilan evakuasi kali ini, BPBD Bantul kembali menegaskan komitmennya dalam penanganan darurat tidak hanya untuk bencana alam, tetapi juga respons cepat terhadap situasi yang mengancam keselamatan hewan dan warga. Sementara itu, kucing oranye malang itu kini dalam kondisi stabil dan akan diadopsi oleh pemilik mobil yang bersangkutan, menandai akhir yang menggembirakan dari insiden yang menegangkan itu.
Comments (0)