Jakarta, 27 Juni 2025 – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menegaskan bahwa lembagannya tidak menerima informasi maupun pemberitahuan resmi terkait kunjungan lima kader NU ke Israel. Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Gus Yahya, sapaan akrabnya, dalam kesempatan jumpa pers di Gedung PBNU, Jakarta, pada Jumat, 27 Juni 2025.
Dalam kesempatan tersebut, Gus Yahya menjelaskan kronologi yang diketahui oleh PBNU mengenai kunjungan tersebut. Menurut keterangannya, kelima kader tersebut tidak melapor kepada struktur organisasi PBNU, baik di tingkat pusat, wilayah, maupun cabang, sebelum melakukan perjalanan ke Israel. PBNU, kata Gus Yahya, mengetahui informasi tersebut melalui pemberitaan di media massa dan bukan melalui jalur komunikasi internal organisasi.
Tidak Ada Pemberitahuan dari Kader yang Berangkat
KH Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa prinsip dasar keberjalanan organisasi NU mengharuskan setiap aktivitas kader yang menyangkut hubungan luar negeri untuk melalui prosedur dan mekanisme yang berlaku di lingkungan PBNU. Dalam hal ini, kata dia, tidak ada satu pun prosedur yang dilalui oleh kelima kader tersebut.
"PBNU tidak pernah menerima surat maupun pemberitahuan apa pun terkait rencana kunjungan tersebut," tegas Gus Yahya dalam jumpa pers yang juga dihadiri oleh seluruh Ketua PBNU lainnya. Beliau menambahkan bahwa setiap kegiatan yang berkaitan dengan hubungan diplomatik atau kunjungan ke negara tertentu, khususnya negara yang sedang dalam situasi konflik, seharusnya menjadi perhatian serius seluruh kader NU.
Menurut data yang dihimpun, kelima kader tersebut diketahui melakukan pertemuan dengan pejabat tinggi Israel tanpa sepengetahuan dan tanpa persetujuan dari PBNU. Hal ini dinilai oleh Gus Yahya sebagai tindakan yang tidak mencerminkan sikap dan pandangan resmi organisasi terhadap konflik yang sedang berlangsung di Palestina.
Sikap Resmi PBNU terhadap Konflik Palestina
Dalam kesempatan yang sama, Gus Yahya menyampaikan bahwa sikap PBNU terhadap konflik di Palestina telah tertuang dalam berbagai keputusan organisasi secara tegas dan konsisten. PBNU, kata dia, secara resmi mendukung perjuangan rakyat Palestina dan mengutuk segala bentuk penindasan yang dialami oleh masyarakat sipil di wilayah konflik.
"Sikap PBNU terhadap Palestina sudah sangat jelas dan tidak berubah. Kami mendukung kemerdekaan Palestine secara penuh," terang Gus Yahya. Beliau juga menegaskan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh kader NU harus sejalan dengan keputusan organisasi, terlebih menyangkut isu sensitif yang berdampak pada hubungan internasional.
Berdasarkan keputusan Muktamar NU dan hasil-hasil rapat Pleno PBNU, organisasi secara konsisten memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina melalui jalur diplomatik dan forum-forum internasional. Gus Yahya menekankan bahwa pendekatan yang dilakukan PBNU selalu berdasarkan pada prinsip kemanusiaan dan keadilan, bukan berdasarkan kepentingan politik tertentu.
Mekanisme Organisasi dan Tindakan Lanjutan
Gus Yahya menyatakan bahwa PBNU akan segera memanggil dan memanggil kelima kader yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi terkait kunjungan tersebut. Proses pemanggilan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme organisasi yang berlaku, yaitu melalui Bidang Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional PBNU.
"Kami akan memanggil mereka untuk memberikan penjelasan secara terbuka kepada organisasi," tegas Gus Yahya. Beliau juga menambahkan bahwa PBNU tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang dapat merusak citra dan reputasi organisasi di mata internasional, terlebih menyangkut isu yang sangat sensitif bagi umat Islam di seluruh dunia.
Dalam waktu dekat, PBNU juga akan menyampaikan surat resmi kepada pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, untuk memberikan klarifikasi terkait kunjungan tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab organisasi terhadap pemerintah dan rakyat Indonesia yang selama ini konsisten mendukung perjuangan kemerdekaan Palestine.
Sebagai organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia dengan jumlah anggota lebih dari 90 juta jiwa, PBNU menegaskan bahwa setiap langkah dan tindakan kadernya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada organisasi dan masyarakat luas. Gus Yahya menutup keterangannya dengan mengingatkan seluruh kader NU di seluruh Indonesia untuk selalu menjaga sikap dan perilaku yang sejalan dengan nilai-nilai organisasi serta kepentingan umat.
Comments (0)