Sep 02, 2026
Politik

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Visibilitas Menurun Drastis

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan visibilitas di jalan raya menurun dr...

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palangka Raya, Visibilitas Menurun Drastis

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menyelimuti Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Kamis, 20 Agustus 2026. Kondisi tersebut menyebabkan visibilitas di jalan raya menurun drastis sehingga para pengendara bermotor di ibukota Provinsi Kalimantan Tengah tersebut迫不得已 menyalakan lampu depan kendaraan mereka saat melintasi jalan.

Berdasarkan laporan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Palangka Raya, jarak pandang pada Kamis pagi hanya mencapai sekitar 500 meter hingga 1 kilometer di beberapa titik. Kondisi ini jauh di bawah standar visibilitas normal yang seharusnya mencapai lebih dari 5 kilometer. Para saksi mata di lapangan menyampaikan bahwa intensitas kabut asap pada Kamis pagi terasa lebih tebal dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Dampak Langsung terhadap Aktivitas Masyarakat

Kabut asap yang menyelimuti Palangka Raya memberikan dampak langsung terhadap aktivitas masyarakat sehari-hari. Para pengendara kendaraan roda dua dan roda empat tampak kesulitan melihat kondisi jalan di depan mereka. Beberapa titik persimpangan utama di kota tersebut mengalami penurunan jarak pandang yang signifikan, terutama di kawasan Jalan Ahmad Yani dan Jalan Tjilik Riwut yang merupakan jalur utama keluar masuk kota.

Seorang warga Palangka Raya, Budi Santoso, menyatakan bahwa dirinya harus menyalakan lampu kendaraan sejak pukul 06.00 WIB karena kabut sudah sangat tebal. "Biasanya saya tidak perlu menyalakan lampu di pagi hari, tapi hari ini visibility sangat buruk. Saya bahkan sulit melihat kendaraan di depan saya," kata Budi yang sehari-hari bekerja di kawasan downtown Palangka Raya.

Upaya Penanganan dan Respons Pemerintah Daerah

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengaktifkan posko pemantauan Karhutla sejak dini. Tim reaksi cepat juga disiagakan untuk melakukan pemadaman di titik-titik hotspot yang terdeteksi melalui sistem pemantauaan satelit. Kepala BPBD Kalimantan Tengah, dalam konferensi pers di Palangka Raya, menegaskan bahwa seluruh sumber daya telah dikonsentrasikan untuk menangani situasi ini.

Berdasarkan data yang dihimpun dari posko pemantauan, tercatat puluhan titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Tengah dalam sepekan terakhir. Sebagian besar titik tersebut tersebar di kawasan hutan dan lahan gambut yang memang memiliki potensi tinggi terbakar saat musim kemarau. Pihak berwajib juga telah mengeluarkan peringatan kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.

Imbauan Kesehatan dan Antisipasi Masyarakat

Dinas Kesehatan Kalimantan Tengah mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih menyelimuti kota. Masyarakat diminta menggunakan masker pelindung terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penderita penyakit pernapasan. Fasilitas kesehatan di Palangka Raya juga telah disiapkan untuk menangani pasien yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari pemerintah dan BMKG terkait perkembangan kualitas udara dan kondisi cuaca di wilayah mereka. Penggunaan aplikasi pemantauan kualitas udara juga direkomendasikan agar masyarakat dapat mengetahui tingkatparticulate matter (PM) di lingkungan mereka secara real-time. Hingga berita ini diturunkan, kabut asap masih menyelimuti Palangka Raya dan pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User