Pameran Foto Jurnalistik ANTARA Angkat Kisah Sepak Bola Nasional

Jakarta — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/3). Pamer...

Jul 12, 2026 - 09:13
0 0
Pameran Foto Jurnalistik ANTARA Angkat Kisah Sepak Bola Nasional

Jakarta — Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA resmi menggelar pameran fotografi jurnalistik bertajuk "Negeri Bola" di Galeri Foto Jurnalistik ANTARA, Jakarta Pusat, pada Kamis (13/3). Pameran ini menghadirkan dokumentasi visual perjalanan sepak bola Indonesia dari masa ke masa melalui lensa para pewarta foto profesional.

Pembukaan pameran dilakukan secara langsung oleh Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir bersama Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar. Keduanya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata kantor berita nasional dalam merawat memori kolektif bangsa melalui arsip jurnalistik berkualitas tinggi.

Ratusan Karya Foto Ikonik Dipamerkan

Sebanyak 120 karya fotografi jurnalistik ditampilkan dalam pameran yang akan berlangsung hingga 27 Maret 2025. Seluruh foto berasal dari dokumentasi pewarta foto ANTARA yang meliput pertandingan sepak bola nasional dan internasional dalam kurun waktu lima dekade terakhir. Koleksi ini mencakup momen-momen bersejarah, mulai dari kejayaan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) di era 1960-an hingga partisipasi Tim Nasional Indonesia di berbagai ajang regional dan global.

Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar menyatakan bahwa pameran ini memiliki nilai strategis sebagai sarana edukasi publik. "Kami ingin masyarakat melihat bahwa sepak bola bukan sekadar olahraga, melainkan cerminan dinamika sosial dan politik bangsa. Setiap foto yang dipamerkan hari ini adalah saksi bisu perjalanan negeri ini," ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Kolaborasi Antarlembaga dan Komunitas

Ketua Dewan Pengawas ANTARA Achmad Munir menegaskan bahwa penyelenggaraan pameran ini melibatkan kerja sama dengan PSSI, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta sejumlah komunitas sepak bola independen. Kolaborasi tersebut, menurut Munir, menjadi bukti bahwa sinergi antar pemangku kepentingan mampu menghasilkan program kebudayaan yang berdampak luas.

"Pameran ini adalah hasil dari kerja kolektif. Kami mengundang seluruh elemen masyarakat untuk hadir dan menyaksikan sendiri bagaimana sejarah sepak bola Indonesia terekam dalam bingkai jurnalistik yang profesional. Tidak ada biaya masuk, semua terbuka untuk publik," kata Achmad Munir di hadapan para tamu undangan.

Wakil Direktur Utama LKBN ANTARA yang turut mendampingi prosesi pembukaan menambahkan bahwa kurasi karya dilakukan secara ketat oleh tim redaksi foto ANTARA yang dipimpin oleh Kepala Biro Foto ANTARA. Proses seleksi mempertimbangkan aspek teknis, nilai berita, serta representasi peristiwa secara kronologis.

Menampilkan Dokumentasi Langka dan Restorasi Arsip

Salah satu daya tarik utama pameran ini adalah pemutaran perdana foto-foto hasil restorasi arsip analog dari era 1950-an dan 1960-an. Tim Arsip ANTARA telah melakukan digitalisasi terhadap ribuan negatif film yang selama puluhan tahun tersimpan dalam kondisi rentan rusak. Foto-foto tersebut kini ditampilkan dalam format cetak berkualitas tinggi dengan narasi kontekstual yang menjelaskan latar belakang setiap peristiwa.

Pengunjung dapat menyaksikan potret langka pertandingan legendaris antara Indonesia melawan Uni Soviet pada 1956, dokumentasi kunjungan klub-klub Eropa ke Jakarta di era 1970-an, hingga euforia suporter yang memadati Stadion Utama Gelora Bung Karno dalam berbagai ajang akbar. Setiap foto disertai dengan keterangan tertulis yang memuat informasi tanggal, lokasi, nama fotografer, serta konteks pertandingan.

Kepala Biro Foto ANTARA menjelaskan bahwa restorasi arsip merupakan program prioritas lembaga sejak 2023. "Kami memiliki tanggung jawab untuk menyelamatkan warisan visual bangsa. Foto-foto ini bukan hanya milik ANTARA, tetapi milik seluruh rakyat Indonesia," tegasnya dalam sesi temu media usai pembukaan.

Diskusi dan Workshop Jurnalistik Olahraga

Selain pameran, panitia juga menggelar serangkaian kegiatan pendukung berupa diskusi publik dan lokakarya jurnalistik olahraga. Diskusi pertama dijadwalkan pada Sabtu (15/3) dengan menghadirkan jurnalis senior, sejarawan olahraga, serta perwakilan suporter sebagai pembicara. Tema yang diangkat mencakup peran media dalam membentuk narasi sepak bola nasional serta tantangan jurnalisme olahraga di era digital.

Sementara itu, lokakarya fotografi jurnalistik olahraga akan dipandu oleh pewarta foto senior ANTARA yang telah berpengalaman meliput Piala Dunia, Piala Asia, dan Olimpiade. Peserta yang mayoritas berasal dari kalangan mahasiswa dan jurnalis muda akan mendapatkan pelatihan teknis pengambilan gambar dalam kondisi lapangan yang dinamis serta etika peliputan acara olahraga berskala besar.

Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA menambahkan bahwa seluruh rangkaian acara dirancang untuk memperkuat posisi ANTARA sebagai lembaga rujukan dalam bidang jurnalisme visual. "Kami tidak hanya memproduksi berita, tetapi juga membangun ekosistem pengetahuan bagi generasi penerus," ujarnya.

Antusiasme Publik dan Dukungan Pemerintah

Menteri Pemuda dan Olahraga yang diwakili oleh Staf Khusus Bidang Komunikasi menyampaikan apresiasi atas inisiatif ANTARA. Pemerintah, menurutnya, mendukung penuh upaya dokumentasi dan preservasi sejarah olahraga nasional karena sejalan dengan program pembinaan karakter bangsa melalui olahraga.

"Apa yang dilakukan ANTARA hari ini adalah langkah visioner. Sepak bola adalah bahasa pemersatu, dan foto-foto ini berbicara lebih lantang daripada ribuan kata," demikian pernyataan resmi Kemenpora yang dibacakan dalam acara pembukaan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, antusiasme pengunjung terlihat sejak jam pertama pembukaan. Ratusan orang dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, komunitas suporter, dan pegiat fotografi, memadati galeri. Panitia menyediakan sesi tur berpemandu bagi rombongan sekolah dan komunitas yang mendaftar melalui laman resmi ANTARA.

Pameran "Negeri Bola" dibuka untuk umum setiap hari pukul 09.00 hingga 17.00 WIB tanpa dipungut biaya. Pengunjung juga dapat mengakses katalog digital melalui kode QR yang tersedia di setiap sudut galeri. Dengan terselenggaranya pameran ini, ANTARA menegaskan kembali perannya sebagai penjaga memori visual bangsa sekaligus penggerak diskursus kebudayaan kontemporer di Indonesia.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User