NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Rp25 T Milik Iwan Sunito

Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) resmi memberikan lampu hijau jalur percepatan untuk proyek ambisius di kawasan Spencer Street, Five Dock, Sy

Jul 17, 2026 - 05:17
0 0
NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Rp25 T Milik Iwan Sunito

Pemerintah Negara Bagian New South Wales (NSW) resmi memberikan lampu hijau jalur percepatan untuk proyek ambisius di kawasan Spencer Street, Five Dock, Sydney, yang diajukan oleh perusahaan milik pengusaha Indonesia Iwan Sunito. Proyek bernilai fantastis Rp25 triliun—setara sekitar AUD2,5 miliar—itu kini memasuki tahap perencanaan rinci setelah mendapat penetapan sebagai Proyek Signifikan Negara Bagian (State Significant Development).

Proyek Ambisius di Five Dock

Lahan seluas 2,3 hektare di Spencer Street 14-30 itu akan disulap menjadi kawasan terpadu yang mencakup lima menara residensial setinggi 12 hingga 28 lantai, area komersial seluas 7.500 meter persegi, pusat komunitas modern, dan taman publik seluas 3.200 meter persegi. Masterplan yang disusun oleh One Global Capital menargetkan pembangunan 1.015 unit hunian—termasuk 15 persen affordable housing—yang diharapkan dapat menampung lebih dari 2.800 penduduk baru di jantung Inner West Sydney. Konsep “15-Minute City” menjadi tulang punggung desain, di mana seluruh fasilitas penting berada dalam jangkauan 15 menit berjalan kaki atau bersepeda.

Jalur Cepat Perizinan

Penetapan status SSD memungkinkan proyek ini melewati birokrasi perizinan standar yang biasanya memakan waktu dua hingga tiga tahun. “Kami memangkas jalur birokrasi, bukan standar kualitas,” ujar Menteri Perencanaan dan Ruang Publik NSW, Paul Scully, dalam keterangan resminya. Pemerintah NSW menegaskan bahwa jalur cepat ini diberikan karena proyek tersebut menawarkan manfaat signifikan bagi publik: tambahan pasokan rumah di tengah krisis perumahan, lapangan kerja konstruksi dan operasional, serta ruang terbuka hijau yang terintegrasi.

“Percepatan ini hanya untuk proyek yang benar-benar strategis dan memberi dampak luas bagi komunitas. Proyek Spencer Street memenuhi kriteria itu—khususnya pada masa kita kekurangan 120.000 hunian per tahun di NSW,” jelas Scully.

Visi Iwan Sunito

Iwan Sunito, sebagai Chairman One Global Capital, menyebut proyek ini sebagai “kado penanda 25 tahun kiprah kami di Sydney—kota yang telah menjadi rumah kedua.” Ia menambahkan bahwa desain akan mengadopsi elemen tropis yang dipadukan dengan karakter urban khas Inner West. Pengalamannya selama dua dekade sebagai pendiri Crown Group—yang sukses menggarap belasan proyek ikonis seperti Infinity by Crown, Mastery by Crown, dan Eastlakes Live—menjadi modal kepercayaan bagi regulator dan konsumen.

Dampak Lokal dan Penciptaan Lapangan Kerja

Proyek ini diproyeksikan menyerap 1.800 tenaga kerja langsung selama fase konstruksi dan 350 tenaga permanen setelah operasional dimulai. Badan riset properti CoreLogic mencatat, Inner West Sydney memiliki tingkat kekosongan hunian di bawah 1,2 persen—kondisi yang disebut sebagai “sewa darurat.” Pasokan 1.015 unit baru diyakini mampu sedikit meredakan tekanan harga sewa yang rata-rata naik 14 persen per tahun di kawasan itu. Selain itu, pengembang berkomitmen membangun kembali ruang publik di sepanjang Spencer Street, lengkap dengan jalur pejalan kaki, amphiteater mini, dan akses langsung ke Bay Run yang populer.

Reaksi Komunitas yang Terbelah

Tidak semua pihak menyambut antusias. Jaringan Warga Five Dock (Five Dock Residents Network) melayangkan kekhawatiran mengenai kepadatan lalu lintas dan bayangan panjang dari menara tinggi. “Kami bukan anti-pembangunan, tapi kami minta studi dampak lalu lintas yang lebih rinci sebelum izin konstruksi diterbitkan,” kata Matthew Horne, juru bicara jaringan itu. Pemerintah kota lokal City of Canada Bay memastikan akan menggelar dengar pendapat publik pada November mendatang sebelum pelaksanaan dimulai.

Momentum Investasi Indonesia di Australia

Penetapan ini juga menegaskan meningkatnya arus modal Indonesia ke sektor properti Australia. Data Austrade menunjukkan, investasi langsung Indonesia di Australia pada 2024 mencapai AUD3,7 miliar, dengan properti sebagai sektor kedua terbesar. Selain Iwan Sunito, sejumlah nama seperti Sinar Mas Land dan Agung Podomoro juga dilaporkan menjajaki lahan di Sydney dan Melbourne. Analis properti dari Knight Frank Australia menilai stabilitas regulasi dan pertumbuhan populasi sebagai magnet utama bagi investor Nusantara.

Tahapan Selanjutnya

One Global Capital kini wajib menyusun Laporan Dampak Lingkungan (Environmental Impact Statement) yang akan dipublikasikan untuk uji publik. Jika berjalan mulus, pengajuan izin konstruksi ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2026, dengan tahap peletakan batu pertama pada akhir 2026. Seluruh pengembangan diperkirakan selesai dalam empat fase hingga 2032.

[SOCIAL_TWEET]: Proyek senilai Rp25 T milik Iwan Sunito dapat jalur cepat dari Pemerintah NSW. Lima menara, 1.015 hunian, dan ribuan lapangan kerja siap dibangun di Five Dock. Bakal jadi magnet baru Sydney? 🏗️🇮🇩🇦🇺 #IwanSunito #PropertiSydney #InvestasiIndonesia[SOCIAL_TG]: 🏙️ Proyek Sydney Rp25 T besutan Iwan Sunito resmi dapat jalur cepat dari NSW. Tahap konstruksi ditarget 2026. Simak detail masterplan dan reaksinya di sini!

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User