Norwegia Gagal Unggul Atas Inggris, Gol Heggem Dianulir VAR
Mimpi Norwegia untuk unggul lebih dulu atas Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026 harus pupus. Sebuah gol yang sempat memicu euforia di kubu Nor
Mimpi Norwegia untuk unggul lebih dulu atas Inggris di babak perempat final Piala Dunia 2026 harus pupus. Sebuah gol yang sempat memicu euforia di kubu Norwegia akhirnya dianulir oleh Wasit setelah meninjau Video Assistant Referee (VAR). Insiden krusial ini terjadi dalam pertandingan yang berlangsung sengit di Miami Stadium, Miami Gardens, pada Minggu (12/7/2026) pagi Waktu Indonesia Barat.
Bek tangguh Norwegia, Torbjorn Heggem, menjadi aktor utama dalam drama kontroversial tersebut. Sundulannya yang bersarang ke gawang Inggris pada menit ke-67 sempat mengguncang stadion, namun selebrasi singkat itu segera berubah menjadi kekecewaan mendalam. Setelah komunikasi intens antara wasit lapangan dan ruang VAR, gol tersebut resmi dicoret dari papan skor.
Kronologi
Peristiwa ini bermula dari sepak pojok yang dieksekusi dengan baik oleh Martin Ødegaard, kapten Norwegia yang tampil sebagai pengatur serangan sepanjang laga. Bola melambung ke kotak penalti dan disambut oleh Heggem yang berdiri bebas di antara dua bek Inggris. Keputusan akhir wasit menjadi titik balik yang mempengaruhi ritme permainan kedua tim.
- Menit ke-67: Martin Ødegaard melepaskan umpan sepak pojok akurat ke tiang jauh. Bola melambung dengan kecepatan dan kurva yang menyulitkan kiper Inggris, Aaron Ramsdale, untuk keluar memotong umpan.
- Fase udara: Torbjorn Heggem, yang memiliki tinggi badan 192 cm, memenangi duel udara melawan bek tengah Inggris, Levi Colwill. Heggem melompat lebih tinggi dan menyundul bola dengan keras ke sudut kiri bawah gawang tanpa bisa dihalau oleh Ramsdale yang hanya terpaku di tempat.
- Selebrasi awal: Heggem langsung berlari ke arah sudut lapangan dengan tangan terentang lebar. Rekan-rekannya, termasuk Erling Haaland, menyusul untuk merayakan gol yang dianggap sebagai pembuka keunggulan dan momentum untuk melaju ke semifinal. Ribuan suporter Norwegia di tribun utara Miami Stadium pun bersorak gegap gempita.
- Intervensi VAR: Wasit utama asal Argentina, Facundo Tello, menerima sinyal dari petugas VAR yang dipimpin oleh Alejandro Hernández. Pertandingan dihentikan sementara. Tello terlihat menempelkan jari ke earpiece-nya, mendengarkan instruksi.
- Tinjauan monitor: Atas rekomendasi VAR, Tello berlari ke sisi lapangan untuk meninjau tayangan ulang. Fokus pemeriksaan adalah dua potensi pelanggaran: posisi offside Heggem saat bola lepas dari kaki Ødegaard, dan dugaan dorongan terhadap Levi Colwill sesaat sebelum sundulan dilakukan.
- Keputusan final: Setelah meninjau beberapa sudut kamera selama hampir dua menit, Tello membuat gestor persegi panjang dengan tangannya—sinyal resmi untuk pemeriksaan VAR—dan kemudian meniup peluit sambil menunjuk ke arah gawang Inggris, mengindikasikan pelanggaran penyerangan. Gol dianulir. Tello memberikan tendangan bebas tidak langsung untuk Inggris.
Detail Pelanggaran
Berdasarkan tayangan ulang yang ditampilkan di layar lebar stadion dan siaran televisi internasional, Heggem terlihat melakukan kontak fisik minimal dengan Levi Colwill. Namun, dalam analisis bingkai per bingkai, tangan kiri Heggem terlihat sedikit menarik bahu Colwill tepat saat ia melompat. Meskipun intensitasnya rendah, tindakan tersebut cukup untuk menghalangi Colwill melompat maksimal. Laws of the Game IFAB 2025/2026 Pasal 12 dengan jelas menyatakan bahwa menarik atau mendorong lawan, sekecil apa pun, yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan dalam duel udara, tergolong sebagai pelanggaran.
Selain itu, analisis offside semi-otomatis juga diterapkan. Sebelum fokus pada dorongan, VAR terlebih dahulu memverifikasi posisi pemain. Teknologi offside semi-otomatis (SAOT) yang menggunakan 12 kamera pelacak dan sensor di bola pertandingan menunjukkan bahwa bagian tubuh Heggem yang bisa mencetak gol sudah berada dalam posisi onside saat umpan dilepaskan. Dengan demikian, offside bukanlah alasan pembatalan gol. Murni karena pelanggaran terhadap Colwill yang terdeteksi dalam tinjauan subjektif wasit setelah melihat rekaman.
Reaksi di Lapangan
Keputusan tersebut sontak memicu protes keras dari para pemain Norwegia. Erling Haaland, yang biasanya tenang, terlihat sangat emosional dan mendekati wasit Tello untuk meminta penjelasan. Martin Ødegaard sebagai kapten juga melakukan komunikasi yang intens namun sia-sia. Di sisi lain, para pemain Inggris, yang sempat tertunduk lesu, kembali bangkit dengan semangat baru setelah melihat isyarat 'gol dianulir'.
Pelatih Norwegia, Stale Solbakken, terlihat menggelengkan kepala dan mengangkat tangannya ke udara dari area teknis, gestur yang menunjukkan ketidakpercayaannya terhadap interpretasi aturan yang diterapkan. Dari siaran audio wasit yang dirilis FIFA setelah pertandingan, terdengar Tello mengatakan kepada pemain Norwegia: "Clear push on the shoulder. He can't jump. No goal."
Dampak pada Pertandingan
Pembatalan gol ini menjadi momen yang memecah ritme permainan Norwegia. Sebelum insiden, tim asuhan Solbakken mampu mengimbangi permainan cepat Inggris dan menciptakan beberapa peluang melalui skema serangan balik. Setelah gol dianulir, tekanan psikologis terlihat jelas. Inggris, yang lolos dari situasi kritis, justru meningkatkan intensitas serangan mereka.
Statistik penguasaan bola sebelum gol dianulir adalah 52% untuk Inggris dan 48% untuk Norwegia. Namun, dalam 15 menit setelah insiden, penguasaan bola Inggris melonjak menjadi 63%. Mereka akhirnya berhasil memecah kebuntuan melalui gol Jude Bellingham pada menit ke-78, memanfaatkan kemelut di kotak penalti Norwegia yang pertahanannya masih terganggu secara mental. Laga berakhir dengan skor 1-0 untuk kemenangan Inggris, mengantarkan The Three Lions ke babak semifinal.
Kontroversi ini segera menjadi perbincangan global. Banyak analis dan mantan wasit yang terbelah pendapatnya, antara yang mendukung keputusan Tello berdasarkan aturan ketat IFAB, dan yang menilai insiden tersebut terlalu ringan untuk membatalkan sebuah gol di fase krusial Piala Dunia.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
T: Apa alasan utama gol Torbjorn Heggem dianulir oleh VAR?
A: Gol dianulir bukan karena offside, melainkan karena pelanggaran penyerangan berupa dorongan ringan terhadap bek Inggris, Levi Colwill, yang terdeteksi saat Heggem melompat untuk menyundul bola. Wasit menilai tindakan tersebut menghalangi lawan melompat dengan bebas.
T: Apakah ini pertama kalinya VAR menganulir gol penting Norwegia di turnamen besar?
A: Bukan. Di Piala Dunia 2022, gol Haaland melawan Senegal juga sempat ditinjau dan disahkan setelah proses panjang. Namun, pembatalan gol di fase gugur ini menjadi yang paling kontroversial dan berdampak langsung pada eliminasi Norwegia.
T: Bagaimana reaksi resmi FIFA terkait protes Norwegia atas keputusan ini?
A: Komite Wasit FIFA merilis pernyataan beberapa jam setelah laga, menegaskan bahwa prosedur VAR telah dijalankan sesuai protokol. Mereka menyatakan "keputusan wasit di lapangan bersifat final dan didukung oleh bukti video yang cukup", sehingga menolak dasar protes formal dari Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF).
Comments (0)