Brasil, Inggris, Jerman, Jepang Tersingkir di Perempat Final Piala Dunia 2026

APABERITA.COM — Babak perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah menuntaskan seluruh rangkaian pertandingan

Jul 12, 2026 - 12:01
0 0

APABERITA.COM — Babak perempat final Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko telah menuntaskan seluruh rangkaian pertandingannya. Empat tim nasional dipastikan harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen sepak bola paling bergengsi sedunia ini setelah tumbang di fase delapan besar. Keempat negara yang tersingkir tersebut adalah Brasil, Inggris, Jerman, dan Jepang—masing-masing dengan narasi kegagalan yang berbeda namun sama-sama menyisakan duka mendalam bagi para pendukungnya.

Kejutan demi kejutan mewarnai fase gugur Piala Dunia edisi ke-23 ini. Dua raksasa sepak bola Eropa, satu kekuatan tradisional Amerika Selatan, dan satu wakil Asia yang tengah naik daun harus rela melihat rival mereka melaju ke semifinal. Berikut laporan lengkap perjalanan pahit keempat tim yang tersingkir di perempat final.

Kronologi Tersingkirnya Empat Raksasa Piala Dunia 2026

Rangkaian pertandingan perempat final digelar selama dua hari, mulai 9 hingga 10 Juli 2026, di empat kota tuan rumah berbeda. Setiap laga menyajikan drama intensitas tinggi dengan total 14 gol tercipta dari empat pertandingan.

  1. Brasil Tumbang di Tangan Spanyol — MetLife Stadium, New Jersey (9 Juli 2026)
    Tim Samba yang tampil dominan sepanjang fase grup dan babak 16 besar harus menelan pil pahit setelah dikalahkan Spanyol dengan skor 2-3. Brasil unggul lebih dulu melalui gol Vinícius Júnior pada menit ke-22, namun La Roja membalikkan keadaan lewat brace Pedri dan gol penalti Lamine Yamal di masa injury time babak pertama. Meski Rodrygo sempat menyamakan kedudukan di menit 67, gol telat Nico Williams pada menit ke-84 memastikan langkah Spanyol ke semifinal. “Kami kehilangan konsentrasi di momen-momen krusial. Spanyol layak menang malam ini,” ujar pelatih Brasil, Dorival Júnior, dalam konferensi pers usai laga.
  2. Inggris Kembali Gagal di Delapan Besar — AT&&T Stadium, Arlington (9 Juli 2026)
    Harapan Inggris untuk mengulangi pencapaian semifinalis edisi 2018 pupus setelah ditaklukkan Prancis dengan skor telak 1-4. Gol cepat Kylian Mbappé pada menit ke-8 membuka keran malapetaka bagi The Three Lions. Harry Kane sempat memperkecil ketertinggalan via titik putih, tetapi gol tambahan dari Aurélien Tchouaméni, Marcus Thuram, dan Ousmane Dembélé menghancurkan mimpi Inggris. Statistik mencatat Inggris hanya mencatatkan 32% penguasaan bola—yang terendah sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. “Kami terlalu lambat dalam transisi. Prancis menghukum setiap kesalahan kami,” aku Jude Bellingham, gelandang andalan Inggris, dengan raut kecewa.
  3. Jerman Tersingkir oleh Argentina — SoFi Stadium, Los Angeles (10 Juli 2026)
    Duel klasik yang mempertemukan dua mantan juara dunia ini berakhir pahit bagi Jerman. Argentina asuhan Lionel Scaloni tampil klinis dan menang 2-1 lewat gol-gol Lautaro Martínez dan Julián Álvarez. Jerman sebenarnya mendominasi dengan 19 tembakan berbanding 8, namun hanya satu yang berbuah gol melalui sundulan Niclas Füllkrug di menit 76. Kegagalan memanfaatkan peluang menjadi faktor utama tersingkirnya Die Mannschaft. “Kami menciptakan cukup banyak peluang untuk menang, tapi Argentina menunjukkan mengapa mereka adalah juara bertahan,” ujar kapten Jerman, Jamal Musiala.
  4. Jepang Akhiri Mimpi Bersejarah — BC Place, Vancouver (10 Juli 2026)
    Wakil Asia terakhir di turnamen ini, Jepang, harus mengakui keunggulan Portugal dengan skor 0-2. Gol-gol Bruno Fernandes dan Rafael Leão di babak pertama memupus asa Samurai Biru untuk menembus semifinal untuk pertama kalinya dalam sejarah. Meski kalah, penampilan Jepang sepanjang turnamen menuai pujian luas. Mereka sebelumnya menyingkirkan Belgia di babak 16 besar melalui adu penalti—salah satu kejutan terbesar turnamen. “Kami telah membuktikan bahwa sepak bola Asia mampu bersaing di level tertinggi. Ini awal, bukan akhir,” tegas pelatih Hajime Moriyasu.

Analisis: Akhir Era atau Sekadar Kejutan?

Kegagalan empat tim ini di perempat final memunculkan beragam pertanyaan tentang arah sepak bola global. Brasil dan Jerman, dua negara dengan koleksi total sembilan gelar Piala Dunia, sama-sama menunjukkan kelemahan struktural di lini pertahanan dan transisi. Inggris, meski diperkuat generasi emas baru seperti Bellingham dan Bukayo Saka, kembali gagal melewati batas psikologis babak delapan besar. Sementara itu, Jepang membuktikan bahwa jarak antara kekuatan tradisional dan pendatang baru kian menipis—meski masih butuh penyempurnaan di lini depan.

Statistik mencatat bahwa tiga dari empat tim yang tersingkir sebenarnya mencatatkan penguasaan bola di atas 50%, namun efektivitas serangan menjadi pembeda. Total, keempat laga perempat final menghasilkan rata-rata 3,5 gol per pertandingan—menegaskan tren sepak bola modern yang semakin mengutamakan transisi cepat dan penyelesaian akhir yang presisi.

Dengan tersingkirnya Brasil, Inggris, Jerman, dan Jepang, semifinal Piala Dunia 2026 akan mempertemukan Spanyol melawan Prancis serta Argentina melawan Portugal—dua laga yang menjanjikan duel bintang-bintang terbaik dunia dan menjadi pengulangan rivalitas klasik di panggung internasional. Semifinal dijadwalkan berlangsung pada 13-14 Juli 2026 di Atlanta dan Dallas.

[SOCIAL_TWEET]: Drama perempat final #PialaDunia2026 tuntas! Brasil, Inggris, Jerman, dan Jepang resmi tersingkir. Spanyol vs Prancis & Argentina vs Portugal siap bertarung di semifinal. Siapa juara dunia selanjutnya? 🔥⚽ #FIFAWorldCup #PialaDunia[SOCIAL_TG]: ⚽🔥 Habis sudah! Brasil, Inggris, Jerman, dan Jepang angkat koper dari #PialaDunia2026. Semifinal: Spanyol 🆚 Prancis | Argentina 🆚 Portugal. Gimana prediksi kalian?

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User