Nasional — Omzet Pedagang Seragam Melonjak Dua Kali Lipat Jelang Tahun Ajaran Baru

[NASIONAL] — Memasuki periode libur semester dan persiapan tahun ajaran baru 2026/2027, sektor perdagangan perlengkapan sekolah mengalami peningkatan aktiv

Jul 08, 2026 - 04:05
0 0
Nasional — Omzet Pedagang Seragam Melonjak Dua Kali Lipat Jelang Tahun Ajaran Baru

[NASIONAL] — Memasuki periode libur semester dan persiapan tahun ajaran baru 2026/2027, sektor perdagangan perlengkapan sekolah mengalami peningkatan aktivitas ekonomi yang sangat signifikan. Berdasarkan data yang dihimpun dari sejumlah pusat grosir dan pasar tradisional, omzet para pedagang seragam dilaporkan mengalami lonjakan hingga dua kali lipat dari hari normal. Fenomena ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setelah sepanjang semester sebelumnya permintaan cenderung stagnan.

Antusiasme orang tua dalam menyambut sekolah tatap muka pasca-liburan terlihat dari jejeran antrean di toko-toko perlengkapan. Berbagai atribut sekolah mulai dari seragam putih-merah untuk Sekolah Dasar (SD), putih-biru untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga putih-abu-abu untuk Sekolah Menengah Atas (SMA) menjadi incaran utama konsumen.

Kronologi dan Momentum Puncak Belanja

Lonjakan omzet mulai terlihat stabil sejak awal bulan Juli 2026. Estimasi puncak volume penjualan terjadi dalam rentang waktu dua minggu pertama bulan Juli. Hal ini bertepatan dengan agenda sekolah yang akan memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) secara serentak pada pertengahan Juli mendatang. Dalam keseharian normal, seorang pedagang eceran biasanya mendulang omzet sekitar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per hari. Kini, angka tersebut melonjak drastis menjadi Rp4 juta hingga Rp6 juta per hari.

Para pelaku usaha mengaku telah menyiapkan strategi sejak satu bulan sebelumnya. Stok barang ditingkatkan hingga tiga kali lipat dibandingkan persediaan harian biasa untuk mengantisipasi ledakan pembeli yang kerap terjadi di detik-detik terakhir menjelang masuk sekolah.

"Saya sudah sepuluh tahun menjual seragam, dan lonjakan ini siklikal, terjadi setiap Juli. Namun, untuk tahun ini peningkatannya sangat terasa karena berbarengan dengan tahun ajaran baru yang seragamnya banyak berubah spesifikasi. Kami sampai menambah karyawan lepas untuk menjaga toko agar pelayanan tetap cepat," ujar Santoso, pedagang grosir seragam di Pasar Turi, Surabaya.

Faktor Pendorong dan Pengeluaran Keluarga

Tingginya tingkat konsumsi masyarakat di sektor ini didorong oleh kebutuhan primer yang tidak bisa dihindari. Pertumbuhan fisik anak yang pesat menyebabkan seragam tahun lalu sudah tidak layak pakai karena sempit dan pendek. Selain itu, masifnya perubahan aturan seragam atribut di sejumlah sekolah negeri dan swasta memaksa orang tua untuk berbelanja set seragam yang benar-benar baru, bukan sekadar melanjutkan warisan dari kakak kelas.

Dari sisi ekonomi rumah tangga, pengeluaran untuk satu paket seragam lengkap (kemeja, celana/rok, dasi, topi, dan emblem) rata-rata berkisar antara Rp300.000 hingga Rp700.000 per anak. Angka ini belum termasuk pembelian sepatu baru dan alat tulis. Dengan asumsi satu keluarga memiliki dua anak usia sekolah, maka alokasi dana untuk seragam baru bisa menembus Rp1,5 juta.

Meski platform e-commerce menawarkan kemudahan, faktanya 80 persen transaksi seragam masih terjadi secara luring atau offline. Konsumen cenderung memilih mencoba langsung untuk mendapatkan presisi ukuran dan memastikan kualitas jahitan serta warna kain sesuai dengan standar sekolah yang berlaku.

"Tahun lalu anak saya masih kelas 1 SD, sekarang naik ke kelas 2. Tapi badannya sudah tambah tinggi dan gemuk. Seragam yang dulu sudah sesak. Mau tidak mau harus beli baru semua, tidak mungkin diteruskan," kata Maya, wali murid di kawasan Tangerang Selatan.

Para pedagang berharap geliat ekonomi ini dapat bertahan hingga akhir bulan Juli. Sementara itu, demi meringankan beban biaya, banyak toko yang menerapkan sistem paket hemat dengan memotong harga hingga 20 persen untuk pembelian set komplet. Pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan juga mengimbau sekolah agar mengadopsi aturan seragam yang stabil dan tidak terlalu sering berubah, supaya tidak menjadi polemik ekonomi bagi wali murid di tahun-tahun berikutnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User