Masjid Istiqlal — Ribuan Jamaah Khusyuk Menjemput Lailatul Qadar
Jakarta, 15 Maret 2025 – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti Masjid Istiqlal pada Sabtu malam (15/3), bertepatan dengan malam ke-25 Ramadan 1446 Hijriah.
Jakarta, 15 Maret 2025 – Suasana haru dan khusyuk menyelimuti Masjid Istiqlal pada Sabtu malam (15/3), bertepatan dengan malam ke-25 Ramadan 1446 Hijriah. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru Jakarta dan sekitarnya memadati masjid terbesar di Asia Tenggara itu untuk menghidupkan malam yang diyakini sebagai salah satu malam ganjil turunnya Lailatul Qadar. Mereka menghabiskan waktu dengan membaca Alquran, memanjatkan doa, dan melaksanakan sholat malam hingga menjelang waktu sahur.
Kronologi Malam 25 Ramadan di Masjid Istiqlal
Kegiatan ibadah malam itu berlangsung dalam rangkaian panjang yang dimulai sejak ba'da Isya. Berikut urutan peristiwanya berdasarkan pantauan di lokasi:
- Pukul 19.45 WIB: Sholat Isya berjamaah digelar dengan imam H. Abdul Malik. Meski masih dalam suasana pandemi, barisan jamaah tampak teratur memenuhi saf utama dan balkon masjid.
- Pukul 20.15 WIB: Sholat Tarawih 20 rakaat digelar, diimami oleh Syaikh Abdul Aziz Al-Hafiz. Bacaan imam yang merdu dan tartil membuat jamaah takzim. Sekitar 4.000 jamaah tercatat hadir di dalam masjid, sementara 1.200 jamaah berada di pelataran dan tenda yang disediakan.
- Pukul 21.10 WIB: Setelah Tarawih, jamaah melaksanakan sholat Witir 3 rakaat, lalu dilanjutkan dengan tausiah singkat oleh KH. Abdullah Munir yang mengulas keutamaan Lailatul Qadar. Beliau menekankan pentingnya ikhlas dan memperbanyak doa "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni".
- Pukul 21.45 WIB: Jamaah mulai tatap muka dengan Alquran. Panitia menyediakan lebih dari 5.000 mushaf dan menyalakan lampu-lampu baca di seluruh area. Banyak jamaah yang memilih membaca Alquran secara berkelompok atau menyendiri di sudut-sudut masjid.
- Pukul 23.30 WIB: Sholat Sunnah Qiyamul Lail (sholat malam) dimulai secara berjamaah dengan imam bergiliran untuk menjaga stamina. Ini adalah puncak malam yang dinanti-nanti. Sebagian jamaah terlihat berdiri dan duduk bersimpuh dalam doa yang panjang.
- Pukul 01.45 WIB dini hari: Jamaah yang menginap untuk itikaf (berdiam di masjid) melanjutkan membaca Alquran, berdzikir, dan sholat sunnah individu. Menjelang pukul 02.30 WIB, panitia membagikan 1.500 paket sahur ringan berupa kurma, roti, dan air mineral.
Total jamaah yang hadir hingga puncak malam diperkirakan mencapai 8.500 orang, menjadikan malam 25 Ramadan tahun ini salah satu malam yang paling ramai dalam dekade terakhir di Masjid Istiqlal. Panitia juga mengerahkan 300 relawan untuk mengatur arus jamaah, menjaga kebersihan, dan memastikan protokol kesehatan tetap berjalan.
Koordinator kegiatan, H. Muhammad Syafi’i, mengatakan bahwa malam 25 selalu menjadi magnet bagi umat Islam karena termasuk dalam 10 malam terakhir Ramadan yang dijanjikan Lailatul Qadar. “Malam ini lebih baik dari seribu bulan. Kami bersyukur, antusiasme jamaah sangat tinggi, semua berlangsung teratur dan khusyuk,” ujarnya.
Sejumlah jamaah mengungkapkan perasaannya. Rina (42), warga Bekasi, mengaku sengaja datang bersama suami dan dua anaknya untuk mengejar Lailatul Qadar. “Seharian saya menyiapkan bekal, sampai sini ternyata sudah penuh banget. Tapi alhamdulillah, saya bisa sholat dan berdoa dengan khusyuk, semoga diampuni dosa-dosa,” katanya sambil meneteskan air mata.
Hingga menjelang sahur, masjid masih terasa hidup dengan lantunan doa dan dzikir. Kegiatan kemudian diakhiri dengan sholat Subuh berjamaah pada pukul 04.55 WIB, menandai berakhirnya malam yang panjang namun penuh berkah.
Comments (0)