Bank Indonesia Optimistis Rupiah Terus Menguat Sesuai Fundamental

JAKARTA — Bank Indonesia menegaskan bahwa nilai tukar rupiah tetap terkendali dan berpotensi terus menguat sejalan dengan fundamental ekonomi nasional. Per

Jul 09, 2026 - 11:05
0 0
Bank Indonesia Optimistis Rupiah Terus Menguat Sesuai Fundamental

JAKARTA — Bank Indonesia menegaskan bahwa nilai tukar rupiah tetap terkendali dan berpotensi terus menguat sejalan dengan fundamental ekonomi nasional. Pernyataan itu disampaikan di tengah aktivitas perbankan di Jakarta, Kamis (16/7/2020), saat petugas teller menghitung tumpukan mata uang rupiah sebagai bagian dari layanan transaksi harian.

Dalam keterangan resminya, Bank Indonesia mencatat bahwa pergerakan rupiah sejauh ini tidak menunjukkan volatilitas yang mengkhawatirkan. “Nilai tukar rupiah tetap terkendali sesuai dengan fundamental,” demikian catatan Bank Indonesia yang dikutip Liputan6.com. Optimisme ini muncul meskipun tekanan eksternal masih membayangi, termasuk ketidakpastian pasar global akibat pandemi Covid-19.

Kronologi Pergerakan Rupiah Jelang Pengumuman BI

Berdasarkan data dan pemantauan pasar, berikut urutan peristiwa yang melatarbelakangi keyakinan Bank Indonesia terhadap penguatan rupiah:

  1. 14 Juli 2020: Rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp14.400–Rp14.600 per dolar AS, tertekan sentimen regional namun masih dalam batas yang dianggap wajar oleh otoritas moneter.
  2. 15 Juli 2020: Aliran modal asing mulai masuk kembali ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), mencatatkan net inflow sebesar Rp2,1 triliun dalam dua hari terakhir. Ini menjadi sinyal kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Indonesia.
  3. 16 Juli 2020 pukul 09.30 WIB: Rupiah dibuka menguat tipis ke level Rp14.520 per dolar AS. Teller di sejumlah bank mulai bertransaksi dengan volume yang lebih tinggi, mencerminkan aktivitas ekonomi yang berangsur pulih.
  4. 16 Juli 2020 pukul 12.00 WIB: Bank Indonesia mengeluarkan pernyataan bahwa nilai tukar rupiah tetap terkendali, didukung cadangan devisa yang mencapai $131,7 miliar per akhir Juni 2020 serta inflasi yang rendah di angka 1,96% secara tahunan.
  5. 16 Juli 2020 sesi sore: Pasar merespons positif pernyataan BI; rupiah bertahan di zona hijau dan ditutup di level Rp14.490 per dolar AS, menguat 14 poin dibanding penutupan sebelumnya.

Dari rangkaian peristiwa itu, terlihat bahwa fundamental makroekonomi menjadi jangkar utama keyakinan Bank Indonesia. Gubernur Bank Indonesia saat itu, Perry Warjiyo, dalam beberapa kesempatan sebelumnya telah menyatakan bahwa nilai tukar rupiah masih undervalued dan berpotensi untuk melanjutkan penguatan.

Faktor-Faktor Pendukung Stabilitas Rupiah

Bank Indonesia merinci sejumlah fondasi yang membuat pihaknya yakin bahwa tren penguatan rupiah akan berlanjut. Pertama, cadangan devisa yang berada pada level tertinggi dalam sejarah, memberikan ruang yang cukup untuk intervensi pasar. Kedua, inflasi yang rendah dan terjaga di bawah sasaran 3±1%, menjaga daya beli masyarakat dan daya saing ekspor. Ketiga, neraca perdagangan yang membaik dengan surplus sebesar $2,1 miliar pada Juni 2020, ditopang oleh penurunan impor dan kinerja ekspor yang mulai pulih.

Keempat, kebijakan moneter akomodatif dengan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate yang sudah berada di level 4,00%—level terendah dalam beberapa tahun—turut menarik masuknya modal asing ke portofolio obligasi. Kelima, koordinasi yang erat antara Bank Indonesia, pemerintah, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menjaga stabilitas sistem keuangan selama pandemi.

Respons Pelaku Pasar dan Proyeksi ke Depan

Pengamat pasar uang, Ibrahim, yang dihubungi terpisah, menilai bahwa optimisme Bank Indonesia beralasan. “Selama inflasi terkendali, cadangan devisa tebal, dan aliran modal asing masih masuk, wajar jika rupiah memiliki ruang untuk menguat lebih lanjut,” katanya. Ia menambahkan bahwa target rupiah di akhir tahun 2020 dapat bergerak menuju level Rp14.200–Rp14.400 per dolar AS jika tidak ada tekanan global yang mendadak.

Sementara itu, di lapangan, aktivitas perbankan seperti yang terekam dalam foto Liputan6.com menunjukkan bahwa permintaan dan penawaran rupiah berjalan normal. Teller-teller sibuk menghitung uang, menandakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap mata uang domestik tetap tinggi. Bank Indonesia pun berkomitmen untuk terus melakukan operasi moneter guna memastikan nilai tukar rupiah bergerak sejalan dengan fundamental ekonomi yang sehat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User