Jakarta Selatan — Mobil Listrik Terguling Hindari Pemotong Jalur
Suara deru mesin yang nyaris senyap tiba-tiba berubah menjadi decitan ban histeris di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Rabu siang. Sebuah mobil listrik
Suara deru mesin yang nyaris senyap tiba-tiba berubah menjadi decitan ban histeris di Jalan Iskandarsyah, Jakarta Selatan, Rabu siang. Sebuah mobil listrik terpaksa bermanuver ekstrem setelah sebuah kendaraan lain secara tiba-tiba memotong jalurnya tanpa memberi isyarat. Manuver itu justru membuat mobil listrik tersebut kehilangan kendali, oleng, dan akhirnya terguling di tengah jalan non-tol yang padat.
Peristiwa ini bukan hanya menggambarkan betapa agresifnya perilaku berkendara di ibu kota, tetapi juga menyoroti sensitivitas bobot dan torsi instan mobil listrik dalam situasi darurat. Badan mobil yang tergeletak melintang sempurna menutup akses jalan, membuat kendaraan dari kedua arah tak bisa melewatinya. Kemacetan panjang pun tak terhindarkan di kawasan elite yang menjadi urat nadi mobilitas warga Kebayoran Baru itu.
Kronologi Detik-Detik Peristiwa
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, mobil listrik tersebut melaju pada kecepatan normal sekitar 40–50 kilometer per jam di lajur kiri Jalan Iskandarsyah. Tiba-tiba, sebuah kendaraan lain yang belum teridentifikasi keluar dari gang kecil di sisi kanan dan langsung memotong jalur tanpa mengurangi kecepatan.
“Saya lihat mobil listrik itu langsung banting setir ke kiri untuk menghindar, tapi mungkin karena berat mobil yang cukup besar dan gerakan mendadak, malah oleng ke kanan lalu terguling,” ujar seorang saksi mata yang enggan disebutkan namanya.
Pengemudi mobil listrik tidak sempat membunyikan klakson panjang. Semua terjadi dalam hitungan detik. Setelah terguling, mobil tersebut berhenti dalam posisi miring dengan bagian atap menghadap ke samping, persis melintang di badan jalan.
Korban dan Kondisi Pengemudi
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Pengemudi mobil listrik, seorang pria paruh baya, berhasil keluar melalui pintu belakang dengan bantuan warga. Ia hanya mengalami luka lecet di tangan dan sedikit syok.
“Alhamdulillah, bapaknya selamat. Hanya kaget saja dan tangan lecet karena kena pecahan kaca,” cerita seorang warga yang ikut mengevakuasi.
Kendaraan pemotong jalur tidak berhenti dan langsung melarikan diri. Polisi masih mengumpulkan rekaman CCTV dari pertokoan di sekitar lokasi untuk melacak identitas kendaraan tersebut.
Penanganan dan Dampak Lalu Lintas
Petugas dari Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan tiba di lokasi sekitar 15 menit setelah kejadian. Proses evakuasi memakan waktu hampir satu jam karena posisi mobil yang sulit diderek. Mobil listrik yang ringsek di bagian atap dan samping itu akhirnya berhasil dipindahkan dengan bantuan mobil derek dan alat pengungkit manual.
Selama proses evakuasi, Jalan Iskandarsyah ditutup total untuk kedua arah. Pengalihan arus lalu lintas dilakukan di simpang-simpang terdekat, namun kemacetan tetap mengular hingga ke Jalan Wijaya dan Jalan Prapanca.
Peringatan bagi Pengguna Jalan
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit bagi semua pengguna jalan, terutama di kawasan padat seperti Jakarta Selatan. Manuver memotong jalur secara tiba-tiba bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi memicu kecelakaan fatal. Mobil listrik, dengan karakter torsi yang responsif, kerap mempercepat reaksi kendaraan, namun di sisi lain bobot baterai yang signifikan dapat memperburuk stabilitas saat manuver mendadak.
“Kami imbau masyarakat agar selalu memberi lampu sein dan memastikan ruang cukup sebelum berpindah jalur. Sekali memotong sembarangan, nyawa taruhannya,” tegas Kanit Laka Satlantas Jakarta Selatan, AKP Hendri, saat ditemui di lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, jalan sudah kembali normal dan bangkai mobil listrik telah diamankan ke pos polisi terdekat untuk penyelidikan lebih lanjut.
Comments (0)