JAKARTA — Partai NasDem hingga saat ini belum menetapkan sikap mengenai pasangan calon yang akan didukungnya pada Pemilihan Gubernur (Pilkada) Sumatera Utara, khususnya di antara dua tokoh yang paling banyak disebut, yaitu mantan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai NasDem Prananda Surya Paloh menyatakan partainya masih menjalani proses penimbangan sebelum keputusan resmi diumumkan.
"Kami belum memastikan dukungan kepada mantan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi atau Wali Kota Medan Bobby Nasution," kata Prananda Surya Paloh dalam keterangan pers di Jakarta.
Penegasan itu menunjukkan bahwa kehadiran kedua nama dalam bursa Pilkada Sumatera Utara belum serta-merta menggerakkan partai yang diketuai Ketua Umum Surya Paloh untuk menetapkan pilihan. Sebaliknya, Bappilu diminta mendalami berbagai masukan terlebih dahulu sebelum sikap partai disahkan dalam forum resmi.
Dua Nama Utama di Bursa Pilkada Sumut
Pilkada Sumatera Utara menjadi salah satu kontestasi kepala daerah yang paling banyak menarik perhatian secara nasional. Provinsi tersebut memiliki jumlah pemilih yang termasuk terbesar di Indonesia dengan lebih dari 10 juta pemilih terdaftar pada Pemilu 2024, sehingga arah koalisi partai politik di daerah itu terus dipantau berbagai kalangan.
Dua nama yang paling sering dikaitkan dengan kontestasi tersebut adalah Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution. Edy Rahmayadi merupakan mantan Gubernur Sumatera Utara yang namanya juga dikenal luas melalui dunia sepak bola nasional. Sementara itu, Bobby Nasution tengah menjabat sebagai Wali Kota Medan, ibu kota Provinsi Sumatera Utara, dan termasuk kepala daerah yang menjabat pada periode berjalan.
Kedua figur tersebut membawa latar belakang yang berbeda, sehingga partai politik perlu mempertimbangkan berbagai aspek sebelum menetapkan dukungan, mulai dari elektabilitas, peta koalisi di tingkat kabupaten dan kota, hingga arah politik nasional. Kondisi itu menuntut setiap partai, termasuk NasDem, membaca kecenderungan dukungan di akar rumput sebelum menetapkan sikap.
Mekanisme Penetapan Dukungan Partai
Berdasarkan Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) provinsi berhak mengusung pasangan calon kepala daerah. Adapun partai yang tidak memenuhi ambang batas dapat bergabung dalam koalisi dengan partai lain yang telah lolos syarat tersebut.
NasDem termasuk partai yang memiliki perwakilan di DPRD Sumatera Utara hasil Pemilu 2024, sehingga memiliki jalur konstitusional untuk mengusung pasangan calon sendiri atau bergabung mendukung pasangan calon dari koalisi lain. Fraksi NasDem di DPRD Sumatera Utara juga menjadi salah satu saluran masukan bagi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dalam membaca dinamika politik daerah.
Prananda menegaskan bahwa seluruh proses tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat internal partai. Dalam mekanisme yang lazim diterapkan partai politik, arah dukungan terhadap pasangan calon kepala daerah umumnya difinalisasi dalam rapat tingkat pusat, seperti Rapat Koordinasi atau rapat pleno pimpinan, sebelum keputusan diumumkan secara resmi kepada publik.
Menunggu Konsolidasi Menjelang Pendaftaran Calon
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan Pilkada Serentak 2024 digelar pada 27 November 2024. Pendaftaran pasangan calon kepala daerah dijadwalkan berlangsung pada 27 hingga 29 Agustus 2024 di KPU provinsi serta kabupaten dan kota masing-masing. Dengan demikian, waktu yang tersedia bagi partai politik untuk menetapkan sikap semakin terbatas.
Sebagai catatan konteks, NasDem merupakan partai pertama yang menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Meskipun demikian, penetapan dukungan pada kontestasi Pilpres dan Pilkada merupakan keputusan yang ditetapkan secara terpisah sesuai kepentingan politik di masing-masing jenjang.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada pengumuman resmi dari DPP NasDem mengenai pasangan calon yang akan didukung partai tersebut di Sumatera Utara. Prananda menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti hasil pembahasan internal sebelum menetapkan sikap yang akan diumumkan pada waktu yang tepat. Langkah itu dilakukan agar keputusan yang diambil benar-benar mencerminkan kalkulasi partai secara keseluruhan.
Keputusan akhir NasDem dipastikan akan berpengaruh terhadap peta koalisi Pilkada Sumatera Utara, mengingat partai tersebut termasuk kekuatan politik yang memiliki jaringan pengurus hingga tingkat kabupaten dan kota. Selama keputusan itu belum disahkan, nama Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution tetap menjadi dua pilihan utama yang dipertimbangkan partai yang diketuai Surya Paloh di Sumatera Utara.
Comments (0)