Misteri Kematian Sutrimo di Klinik Mordent Belum Terpecahkan
Jakarta, 27 Juli 2026 – Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki secara intensif kematian seorang pria bernama Sutrimo (45) yang jasadnya ditemukan di depan Klinik Mordent, Jalan Wi...
Jakarta, 27 Juli 2026 – Kepolisian Resor Metro Jakarta Selatan masih menyelidiki secara intensif kematian seorang pria bernama Sutrimo (45) yang jasadnya ditemukan di depan Klinik Mordent, Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru, pada Senin dini hari. Korban yang berprofesi sebagai teknisi pendingin dan tercatat sebagai warga Ciputat, Tangerang Selatan, itu diduga telah meninggal dunia beberapa saat sebelum warga sekitar menemukannya. Hingga pukul 14.00 WIB, pihak kepolisian belum dapat mengumumkan penyebab pasti kematian Sutrimo, meskipun serangkaian prosedur identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) telah digelar oleh tim gabungan.
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Immanuel Sinaga, menyatakan bahwa olah TKP yang dipimpin Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri telah berjalan tuntas sejak pagi.
"Kami sudah menurunkan tim Puslabfor untuk melakukan identifikasi dan pengumpulan barang bukti. Saat ini, seluruh sampel—termasuk residu cairan dan serat pakaian—sedang diperiksa di laboratorium. Kami belum bisa menyimpulkan apa pun sebelum ada hasil resmi,"
ujar Kombes Immanuel dalam keterangan resminya.
Tim Puslabfor yang terdiri dari lima personel menyisir area parkir, selasar depan klinik, hingga ruang tunggu. Mereka memotret, mengambil sidik jari laten, serta menyegel beberapa barang bukti yang diduga terkait. Sementara itu, polisi juga mengamankan rekaman kamera pengawas dari klinik Mordent dan toko kelontong di seberangnya.
Kronologi Versi Kepolisian
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi dan analisis sementara, Sutrimo pertama kali terlihat sekitar pukul 01.00 WIB saat memarkirkan kendaraan pikap Suzuki Carry bernomor polisi B 2341 TZA di depan klinik. Saksi mata, Suryadi (52), petugas keamanan klinik, menyaksikan korban berjalan mondar-mandir dan sesekali memegang dadanya. Sekitar pukul 01.30 WIB, Sutrimo tiba-tiba ambruk dan tidak sadarkan diri. Suryadi segera menghubungi nomor darurat, namun setelah tim medis dari RS Pusat Pertamina tiba, korban sudah dinyatakan meninggal dunia.
Hasil Pemeriksaan Fisik Awal
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Dedy Prasetyo, menegaskan bahwa berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan luka terbuka maupun tanda kekerasan fisik pada tubuh Sutrimo.
"Autopsi awal tidak menunjukkan adanya indikasi penganiayaan atau pertarungan. Namun, kami menemukan bintik kemerahan di area dada dan leher yang masih harus dikonfirmasi oleh dokter forensik,"
jelas AKBP Dedy. Ia menambahkan, polisi juga menelusuri kemungkinan faktor internal, seperti gangguan jantung mendadak, maupun faktor eksternal, seperti keracunan.
Saksi Pedagang Kopi Keliling
Seorang pedagang kopi keliling bernama Rohmat (60) yang biasa mangkal di sekitar lokasi mengaku melihat Sutrimo tidak sendirian sekitar setengah jam sebelum kejadian.
"Saya lihat dia bersama seseorang yang memakai jaket hoodie hitam. Mereka sempat bicara sebentar, lalu orang itu pergi ke arah parkiran belakang,"
ungkap Rohmat saat ditemui di lokasi. Polisi sedang mengidentifikasi sosok tersebut melalui rekaman CCTV.
Rekaman CCTV Diperdalam
Berdasarkan hasil penelusuran awal, rekaman kamera pengawas klinik Mordent menunjukkan aktivitas mencurigakan di area parkir pada pukul 01.00 WIB. Terlihat seorang pria dengan jari yang gemetar berusaha membuka pintu belakang kendaraannya. Polisi belum dapat memastikan apakah pria tersebut adalah korban atau orang lain. Tim Puslabfor juga mengambil sampel sidik jari dari gagang pintu mobil korban yang ditemukan sedikit rusak.
Keterangan Rekan Kerja dan Keluarga
Dari keterangan perusahaan tempat korban bekerja, PT Teknologi Pendingin Nusantara, Sutrimo dikenal sebagai teknisi yang kerap melakukan perbaikan unit pendingin di sejumlah klinik kecantikan di wilayah Jakarta Selatan. Malam sebelum kejadian, ia dikonfirmasi menerima panggilan darurat perbaikan dari pihak Mordent pada pukul 23.30 WIB. Pihak klinik mengaku memiliki kendala pada sistem pendingin ruangan yang baru saja rusak. Namun, General Manager Mordent, Verdianto, menegaskan bahwa panggilan tersebut merupakan bagian dari kerja sama rutin pemeliharaan alat. Polisi kini menindaklanjuti bukti percakapan telepon dan pesan singkat antara korban dan manajemen klinik.
Sementara itu, istri korban, Yuliana (39), tidak kuasa menahan tangis saat mendatangi RS Polri Kramat Jati.
"Semalam suami saya masih makan malam sama anak-anak. Dia bilang ada panggilan lembur. Saya yakin ada yang tidak beres karena dia sehat-sehat saja sebelumnya,"
ujarnya.
Langkah Polisi Selanjutnya
Penyidik berencana memanggil seluruh petugas klinik yang bertugas malam itu untuk dimintai keterangan secara formal. Selain itu, polisi juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan DKI Jakarta terkait dugaan adanya zat kimia berbahaya di lingkungan klinik yang mencuat dari keluhan warga sebelumnya. Kapolres Immanuel menegaskan bahwa semua jalur penyelidikan akan ditempuh secara transparan dan profesional.
"Kami tidak akan menutup kemungkinan apa pun. Jika nanti ditemukan unsur pidana, kami akan menindak tegas sesuai prosedur hukum yang berlaku,"
Hingga berita ini diturunkan, jenazah Sutrimo masih menjalani autopsi menyeluruh. Polisi menjanjikan perkembangan kasus akan diumumkan dalam waktu 24 hingga 48 jam ke depan. Masyarakat diminta tidak berspekulasi dan menyerahkan proses hukum kepada pihak berwenang.
Comments (0)