Aug 28, 2026
Politik

Menyambut HUT ke-436, Wali Kota Medan Ajak Warga Cintai Kotanya

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengajak warga dari berbagai elemen masyarakat untuk terus memupuk kecintaan terhadap Kota Medan. Ajakan itu disampaikan dalam rangkaian perayaan HUT ke-436 Kota Me...

Menyambut HUT ke-436, Wali Kota Medan Ajak Warga Cintai Kotanya

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengajak warga dari berbagai elemen masyarakat untuk terus memupuk kecintaan terhadap Kota Medan. Ajakan itu disampaikan dalam rangkaian perayaan HUT ke-436 Kota Medan di Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Ia menilai, kemajuan sebuah kota tidak cukup diukur dari fisik pembangunan semata, melainkan juga dari sejauh mana warganya memiliki kepedulian dan kebanggaan terhadap kota tempat tinggalnya.

Dalam sambutannya, Rico menyatakan bahwa kecintaan terhadap kota harus menjadi semangat yang hidup dalam keseharian warga, bukan sekadar diucapkan pada momen perayaan hari jadi kota. Ia berharap seluruh lapisan masyarakat menjadikan peringatan HUT ke-436 sebagai momentum untuk memperbarui komitmen bersama dalam membangun Medan menuju arah yang lebih baik.

"Kecintaan terhadap Kota Medan perlu terus dipupuk dalam diri setiap warga. Kota ini akan maju apabila seluruh elemen masyarakat ikut menjaga, merawat, dan membangunnya bersama-sama," ujar Rico Tri Putra Waas dalam sambutannya.

Pesan Peringatan Hari Jadi ke-436

Peringatan HUT ke-436 tersebut merujuk pada ditetapkannya tanggal 1 November sebagai hari jadi Kota Medan, yang bermula dari berdirinya Kampung Medan pada tahun 1590. Dalam perayaan tahun ini, Wali Kota menegaskan bahwa sejarah panjang kota tersebut harus terus dirawat oleh generasi penerus sebagai bagian dari identitas Medan sebagai kota multietnis.

Kota Medan dikenal sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Utara sekaligus salah satu kota terbesar di Pulau Sumatera. Perannya sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, dan jasa menjadikan kota ini tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat dari berbagai penjuru daerah.

Ia menekankan bahwa Medan selama bertahun-tahun tumbuh sebagai gerbang utama Pulau Sumatera. Karena itu, kata ia, seluruh warga memiliki andil dalam menjaga nama baik kota, baik di dalam maupun di luar daerah.

"Medan adalah rumah kita bersama. Apa pun latar belakang suku, agama, dan golongannya, semua warga adalah pemilik kota ini. Mari kita jaga bersama agar Medan semakin baik di masa depan," tuturnya.

Kecintaan Warga sebagai Modal Kemajuan

Lebih lanjut, Wali Kota Medan menyatakan bahwa wujud kecintaan terhadap kota dapat dijabarkan dalam tindakan sederhana yang dilakukan setiap hari. Di antaranya menjaga kebersihan lingkungan, menaati peraturan yang berlaku, memenuhi kewajiban perpajakan, serta berpartisipasi aktif dalam program-program pembangunan yang digelar Pemerintah Kota Medan.

Menurutnya, pemerintah kota tidak dapat bekerja sendirian dalam mewujudkan Medan yang maju. Dukungan, pengawasan, serta masukan dari warga menjadi bagian penting agar setiap kebijakan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

"Kami di pemerintah kota membuka pintu seluas-luasnya bagi partisipasi warga. Pembangunan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas aparatur," ujarnya.

Kolaborasi Seluruh Elemen Masyarakat

Ajakan tersebut ditujukan kepada tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, kaum perempuan, pelaku usaha, akademisi, hingga media massa. Wali Kota berharap seluruh elemen menjadikan semangat gotong royong sebagai kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai persoalan kota, mulai dari penanganan persampahan, ketertiban ruang publik, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

Ia juga mengingatkan bahwa toleransi antarwarga merupakan warisan berharga yang harus terus dijaga. Medan, kata ia, telah lama dikenal sebagai kota yang hidup rukun meskipun dihuni beragam suku dan agama.

"Semangat kebersamaan dan toleransi inilah yang membedakan Medan. Itulah kekayaan yang tidak ternilai yang harus kita wariskan kepada generasi berikutnya," ucapnya.

Harapan bagi Medan ke Depan

Dalam kesempatan yang sama, Rico Tri Putra Waas berharap peringatan HUT ke-436 dapat menjadi titik awal gerakan kepedulian yang lebih luas. Ia mengajak warga untuk tidak menunggu ajakan pemerintah dalam membangun lingkungannya masing-masing, melainkan memulai dari diri sendiri.

Ia menambahkan, keterlibatan warga juga akan mempermudah pemerintah kota dalam memetakan kebutuhan nyata di lapangan, sehingga program yang dirancang lebih sesuai dengan harapan masyarakat.

Ajakan tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti oleh seluruh lapisan masyarakat melalui keterlibatan nyata dalam pembangunan kota. Dengan demikian, peringatan hari jadi kota bukan hanya seremoni tahunan, melainkan sarana untuk mempererat hubungan antara warga dan kotanya.

Pemerintah Kota Medan, kata dia, akan terus menghadirkan ruang partisipasi bagi warga dalam setiap proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan. Harapan itu sejalan dengan semangat perayaan HUT ke-436, yakni menumbuhkan rasa memiliki di hati setiap warga demi terwujudnya Medan yang maju, humanis, dan berdaya saing.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User