JAKARTA — Lembaga riset Parameter Politik Indonesia menetapkan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023, Taj Yasin Maimoen, sebagai tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi dalam bursa bakal calon gubernur Jawa Tengah menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak nasional yang digelar pada 27 November 2024. Temuan tersebut diumumkan di Jakarta sebagai bagian dari pemetaan awal terhadap tokoh-tokoh yang digadang-gadang memperebutkan kursi nomor satu di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Berdasarkan hasil survei tersebut, nama Taj Yasin Maimoen dikenal oleh mayoritas responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Tingkat pengenalan terhadap politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu dinilai melampaui tokoh-tokoh lain yang selama ini masuk dalam kaderisasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun nama-nama nasional dari berbagai partai politik.
Popularitas Tertinggi di Bursa Pilgub Jateng
Dalam survei yang melibatkan 1.200 responden dengan margin of error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen, Parameter Politik Indonesia menemukan bahwa popularitas Taj Yasin berada di posisi puncak. Ia unggul dibandingkan sejumlah nama lain, mulai dari pejabat tinggi madya Pemprov Jawa Tengah, perwira tinggi Polri yang bertugas di Semarang, hingga tokoh masyarakat nasional yang mulai menancapkan pengaruh di daerah tersebut.
Metode yang digunakan adalah survei lapangan dengan teknik multistage random sampling melalui wawancara tatap muka. Responden merupakan pemilih terdaftar yang memiliki hak suara di Jawa Tengah, dengan sebaran proporsional di seluruh kabupaten dan kota. Lembaga menyatakan pengumpulan data dilakukan oleh enumerator terlatih di lokasi.
"Popularitas Taj Yasin Maimoen tidak dapat dipisahkan dari perannya selama menjabat sebagai wakil gubernur. Ia aktif menjangkau masyarakat hingga tingkat desa, sehingga tingkat kenalannya merata di wilayah perkotaan maupun pedesaan," kata peneliti Parameter Politik Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.
Lembaga tersebut menyatakan tingginya popularitas Taj Yasin juga ditopang kedekatannya dengan mantan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Keduanya memimpin Jawa Tengah pada periode 2018-2023 dan dikenal meluncurkan berbagai program pembangunan daerah, termasuk pemerataan infrastruktur jalan kabupaten serta perluasan layanan kesehatan gratis bagi masyarakat prasejahtera.
Modal Pengalaman dan Basis Dukungan Partai
Taj Yasin Maimoen membangun karier politik melalui PPP hingga dipercaya mendampingi Ganjar Pranowo sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023. Latar belakang pendidikan di lingkungan pesantren serta aktivitasnya di berbagai organisasi kemasyarakatan membuatnya memiliki basis dukungan yang kuat di kalangan masyarakat santri di Jawa Tengah.
DPP PPP menegaskan akan menindaklanjuti hasil survei tersebut dalam Rapat Koordinasi nasional partai. "Hasil survei menjadi bahan pertimbangan penting dalam keputusan DPP untuk menetapkan sikap politik PPP di Jawa Tengah. Pembahasan akan dilakukan secara matang dalam forum resmi partai," ujar pengurus DPP PPP dalam keterangan tertulis.
Peta Persaingan Bakal Calon Gubernur
Meskipun unggul dalam popularitas, Taj Yasin masih harus berhadapan dengan sejumlah tokoh kuat. Nama seperti Ahmad Luthfi, Yulianto, Sudirman Said, hingga Doni Prakasa terus disebut dalam bursa pencalonan. Ahmad Luthfi dikenal sebagai perwira tinggi Polri yang menjabat di Semarang, Yulianto adalah pejabat eselon II Pemprov Jawa Tengah, Sudirman Said mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, sedangkan Doni Prakasa Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia.
Parameter Politik Indonesia menyatakan persaingan Pilgub Jawa Tengah masih terbuka karena sejumlah partai besar, termasuk partai pemerintahan, belum menetapkan sikap final. Di DPRD Jawa Tengah, Fraksi-fraksi partai politik menyatakan menunggu keputusan DPP masing-masing sebelum menentukan dukungan terhadap pasangan calon tertentu.
Jalan Menuju Pendaftaran di KPU
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), pendaftaran bakal pasangan calon kepala daerah ditetapkan pada 27-29 Agustus 2024. Setiap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur harus diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai yang memenuhi syarat ambang batas sesuai ketentuan Undang-Undang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota.
Dalam rapat pleno KPU Jawa Tengah, tahapan Pilkada dipastikan berjalan sesuai jadwal. KPU menegaskan seluruh proses, mulai dari verifikasi persyaratan dukungan hingga penetapan pasangan calon yang akan disahkan, dilaksanakan secara terbuka dan akuntabel.
Sejumlah pengamat politik menilai popularitas tinggi belum tentu menjamin kemenangan tanpa konsolidasi partai yang solid. Namun demikian, posisi Taj Yasin Maimoen di puncak survei Parameter Politik Indonesia dipandang sebagai modal awal yang signifikan dalam bursa Pilkada Jawa Tengah, mengingat tingkat kenal tokoh merupakan salah satu indikator utama elektabilitas dalam pemilihan kepala daerah.
Parameter Politik Indonesia menyatakan akan melaksanakan survei lanjutan untuk memantau perkembangan bursa pencalonan, khususnya setelah koalisi partai politik menetapkan pasangan calon yang akan didaftarkan ke KPU Jawa Tengah.
Comments (0)