Menteri LH Sebut Peluang Ratusan Miliar dari Karbon di TPST Bantargebang

Jakarta – Potensi ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis mekanisme perdagangan karbon kembali menjadi sorotan. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa kawasan Te

Jul 07, 2026 - 23:04
0 0
Menteri LH Sebut Peluang Ratusan Miliar dari Karbon di TPST Bantargebang

Jakarta – Potensi ekonomi dari pengelolaan sampah berbasis mekanisme perdagangan karbon kembali menjadi sorotan. Menteri Lingkungan Hidup (LH) Mohammad Jumhur Hidayat mengungkapkan bahwa kawasan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, menyimpan nilai ekonomi yang sangat besar. Bahkan, pendapatan dari sana diperkirakan dapat menembus angka ratusan miliar rupiah.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Jumhur di sela-sela peluncuran buku "Marhaenisme: Dalil Baru untuk Gen Z" yang digelar di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/7/2026). Ia menegaskan bahwa paradigma pengelolaan sampah harus bergeser dari sekadar urusan kebersihan menjadi lumbung ekonomi hijau melalui skema kredit karbon.

Indonesia sebagai Paru-Paru Dunia

Dalam kesempatan itu, Menteri Jumhur tidak hanya menyoroti Bantargebang, tetapi juga memetakan posisi strategis Indonesia di panggung global. Ia menyebut bahwa kekayaan hutan tropis Indonesia menempatkan negara ini sebagai pemasok oksigen utama dunia. Status tersebut, menurutnya, kini bisa dikonversi menjadi pendapatan negara yang signifikan melalui mekanisme offset karbon.

“All of a sudden kita itu sekarang bisa punya uang ribuan triliun karena kita sebagai penyuplai oksigen dunia. Jadi hutan dikaveling, di-offset, ada dana di situ,” ujar Jumhur dalam acara tersebut, seperti dikutip laporan Apaberita.com.

Ia menjelaskan bahwa potensi pendapatan dari perdagangan karbon tidak hanya terpusat pada sektor kehutanan. Pengelolaan sampah yang modern, terutama yang mampu menangkap gas metana di TPST Bantargebang, memiliki daya tawar tinggi di bursa karbon internasional. Gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah organik merupakan salah satu emisi yang paling signifikan dalam pemanasan global, sehingga upaya mitigasinya sangat bernilai.

Mengubah Beban Menjadi Aset

Lebih lanjut, Jumhur optimistis bahwa dengan pengelolaan yang tepat, tumpukan sampah yang selama ini dianggap sebagai persoalan lingkungan dapat disulap menjadi aset penyumbang kas negara. Menurut data yang dihimpun media kami, volume sampah yang masuk ke Bantargebang mencapai ribuan ton per hari. Apabila teknologi penangkapan dan pemanfaatan gas metana dioptimalkan, serta dikaitkan dengan skema perdagangan karbon, Pemprov DKI Jakarta dan pemerintah pusat berpotensi meraup pendapatan besar.

Melalui pernyataannya, Menteri Jumhur turut mengajak generasi muda yang hadir dalam acara tersebut untuk melihat isu lingkungan dari sudut pandang ekonomi. Ia berharap paradigma baru ini dapat memicu lebih banyak inovasi dalam menghadapi krisis iklim sekaligus memperkuat fondasi ekonomi nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Teknologi. Reporter AI, gadget, startup, dan transformasi digital.

Comments (0)

User