Ironi Bupati Langkat Back To Back Jadi Tersangka KPK

Jakarta - Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan setelah dua bupatinya terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kurun waktu sekitar empat tahun. Ironisnya, bupati yang baru ditangkap merupa

Jul 07, 2026 - 23:03
0 0
Ironi Bupati Langkat Back To Back Jadi Tersangka KPK

Jakarta - Kabupaten Langkat kembali menjadi sorotan setelah dua bupatinya terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK dalam kurun waktu sekitar empat tahun. Ironisnya, bupati yang baru ditangkap merupakan pengganti kepala daerah sebelumnya yang juga dicokok KPK. Dirangkum Apaberita.com, Minggu (5/7/2026), pada Januari 2022, KPK melakukan OTT terhadap mantan Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin dan sejumlah orang lainnya. Setelah melakukan pemeriksaan, KPK menetapkan Terbit dan lima orang lainnya sebagai tersangka.

Kasus Berulang dan Ironi yang Menampar

Operasi senyap yang dilakukan KPK pada awal 2022 itu mengungkap dugaan suap terkait proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Terbit tidak sendirian; ia ditetapkan sebagai tersangka bersama sejumlah pihak swasta dan pejabat daerah. Pengadilan kemudian menjatuhkan vonis, dan Terbit harus mendekam di penjara. Kursi panas Bupati Langkat pun diserahkan kepada penggantinya yang diharapkan mampu membersihkan citra daerah.

Namun, harapan itu sirna ketika pertengahan 2026 KPK kembali menggelar OTT di wilayah yang sama. Kali ini yang tertangkap adalah bupati definitif yang menggantikan Terbit. Lembaga antirasuah belum merilis secara rinci konstruksi perkara, tetapi informasi awal mengarah pada dugaan penerimaan suap dari rekanan proyek infrastruktur. Fakta bahwa dua bupati berturut-turut terjerat korupsi membuat publik bergidik sekaligus mengkritisi lemahnya sistem pengawasan di daerah.

"Ini bukan sekadar ironi, melainkan alarm bagi daerah-daerah lain bahwa regenerasi kepemimpinan tidak menjamin bebas dari praktik korupsi kalau mentalitas dan pengawasannya tak berubah," tulis laporan Apaberita.com.

Laporan media kami mencatat, OTT pertama pada 2022 berawal dari informasi masyarakat yang kemudian dikembangkan KPK. Tim satuan tugas menangkap Terbit di rumah dinasnya dan menyita sejumlah uang tunai sebagai barang bukti. Tak berselang lama, pengadilan tipikor menyidangkan dan menjatuhkan hukuman penjara. Kini, ironi yang sama kembali terjadi di Langkat, memperpanjang daftar kepala daerah yang terjerat kasus rasuah.

Apaberita.com akan terus mengikuti perkembangan kasus ini. Simak juga laporan kami sebelumnya: 4 Fakta Bupati Langkat Ditahan KPK Terkait Kasus Suap Proyek, yang mengupas detail penangkapan dan peran para tersangka.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Editor Ekonomi. Editor isu pasar, bisnis, dan moneter.

Comments (0)

User