Mensos Gus Ipul Resmikan Pameran Seni Inklusif Canvas of Dreams

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meresmikan pameran seni rupa Canvas of Dreams 2026 yang melibatkan ratusan pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah pertama di Balai Budaya Jakarta, Sabtu (27/7). Pame...

Mensos Gus Ipul Resmikan Pameran Seni Inklusif Canvas of Dreams

Menteri Sosial Saifullah Yusuf meresmikan pameran seni rupa Canvas of Dreams 2026 yang melibatkan ratusan pelajar tingkat sekolah dasar dan menengah pertama di Balai Budaya Jakarta, Sabtu (27/7). Pameran yang berlangsung hingga 31 Juli 2026 itu memamerkan 387 karya dari 73 sekolah di DKI Jakarta, termasuk 42 karya anak-anak penyandang disabilitas dari 12 Sekolah Luar Biasa dan sekolah inklusif.

Dalam sambutannya, Gus Ipul—sapaan akrab menteri—menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen negara dalam memenuhi hak anak atas pengembangan bakat dan kreativitas. "Pameran ini lebih dari sekadar unjuk karya. Ini adalah gerakan untuk menumbuhkan kepercayaan diri, solidaritas, dan karakter unggul generasi penerus bangsa," ujarnya.

Apresiasi untuk Kreativitas Tanpa Batas

Gus Ipul menyisir seluruh stan pameran dan berdialog dengan para peserta. Karya yang dipajang meliputi lukisan, kolase, patung mini, hingga instalasi seni sederhana berbahan daur ulang. "Saya terharu melihat hasil karya ini. Di balik setiap goresan, ada cerita dan mimpi yang ingin disampaikan," katanya. Ia menekankan bahwa seni mengandung nilai-nilai pendidikan karakter seperti ketekunan, ketelitian, dan keberanian berekspresi yang sangat relevan bagi tumbuh kembang anak.

Menteri juga menyoroti bahwa banyak peserta berasal dari keluarga pra-sejahtera. Ia berjanji akan mengintegrasikan pembinaan seni ke dalam program pemberdayaan Kementerian Sosial agar anak-anak berbakat dari latar belakang ekonomi lemah tetap mendapat ruang aktualisasi. "Bakat tidak boleh dikalahkan oleh keterbatasan ekonomi. Negara harus hadir menjembatani," tegasnya.

Pameran Ramah Disabilitas Jadi Teladan Inklusi

Ketua Panitia Pelaksana, Dian Lestari, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pameran dirancang dengan prinsip aksesibilitas universal. Setiap karya peserta difabel dilengkapi deskripsi dalam huruf Braille dan penjelasan audio sehingga pengunjung tunanetra dapat menikmati. Jalur khusus juga disediakan bagi pengguna kursi roda. "Kami ingin pameran ini bisa dinikmati semua kalangan tanpa terkecuali," ucap Dian.

Gus Ipul memberikan apresiasi khusus atas inovasi tersebut, menyebutnya sebagai langkah maju dalam mewujudkan Indonesia yang ramah disabilitas. "Inilah teladan konkret penerapan prinsip tidak satu pun yang tertinggal. Saya berharap inisiatif ini diadopsi oleh penyelenggara pameran di seluruh Indonesia," katanya. Selama dialog, ia menyempatkan diri mendengarkan kisah salah satu peserta tunarungu yang berhasil menciptakan lukisan realis berjudul Rumahku Surgaku.

Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah Dukung Seni Anak

Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta, Andi Baso, turut hadir dan menyatakan komitmen untuk mengalokasikan dana pendampingan agar pameran serupa dapat menjadi agenda tahunan. "Kami akan memasukkan program ini ke dalam rencana kerja 2027. Target kami menjangkau minimal 100 sekolah dan memperbanyak keterlibatan siswa difabel," ungkapnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa Kementerian Sosial melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial siap memperluas jangkauan ke daerah-daerah lain. "Kita tidak bisa hanya terpusat di Jakarta. Saya sudah memerintahkan jajaran untuk menyusun roadmap pameran keliling di lima kota besar mulai tahun depan," ujarnya. Senada dengan itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nina Agustina, menegaskan bahwa ekstrakurikuler seni di sekolah reguler dan SLB akan terus diperkuat melalui kerja sama dengan komunitas seniman.

Pameran Canvas of Dreams 2026 merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional 2026. Selain pameran, terdapat lokakarya melukis, diskusi pendidikan inklusif, dan bazar produk kreatif anak. Hasil penjualan karya akan disumbangkan untuk pengembangan fasilitas seni di sekolah-sekolah daerah terpencil.

Menutup kunjungan, Gus Ipul berpesan kepada seluruh peserta, "Kalian adalah aset bangsa yang paling berharga. Teruslah berkarya, karena dari tangan-tangan kecil inilah masa depan Indonesia dibangun."

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User