Menko Polhukam Minta Baintelkam Polri Susun Perencanaan Tajam Pilkada 2024

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri menyusun perencanaan ya...

Menko Polhukam Minta Baintelkam Polri Susun Perencanaan Tajam Pilkada 2024

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri menyusun perencanaan yang tajam dan terukur dalam mengawal penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi terkait kesiapan pengamanan tahapan pemilihan kepala daerah yang berlangsung di Jakarta, Senin (12/8/2024).

Menko Hadi menegaskan bahwa perencanaan intelijen yang matang menjadi prasyarat mutlak untuk memastikan seluruh tahapan Pilkada berjalan aman, tertib, dan kondusif. Berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, seluruh aparat keamanan harus bersinergi dalam mengantisipasi potensi gangguan yang dapat mengganggu stabilitas nasional.

"Saya minta Baintelkam Polri membuat perencanaan yang tajam, mulai dari pemetaan kerawanan, deteksi dini, hingga langkah-langkah preventif yang konkret. Semua harus disiapkan jauh-jauh hari," ujar Hadi dalam keterangan persnya di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kepala Baintelkam Polri Komjen Pol. Muhammad Fadil Imran menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario pengamanan yang disesuaikan dengan dinamika politik di masing-masing daerah. Menurutnya, pemetaan potensi konflik menjadi prioritas utama dalam tahap perencanaan.

"Kami telah melakukan analisis mendalam terhadap 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pilkada. Setiap wilayah memiliki karakteristik kerawanan yang berbeda, sehingga pendekatan intelijen harus spesifik dan adaptif," jelas Fadil dalam rapat yang sama.

Sinergi Lintas Sektor Jadi Kunci Keberhasilan

Dalam kesempatan tersebut, Menko Hadi menekankan pentingnya sinergi antara Baintelkam Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), TNI, serta pemerintah daerah dalam berbagi data dan informasi. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Pemilu 2024 lalu, koordinasi lintas sektor terbukti efektif menekan angka gangguan keamanan.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Intelijen harus menjadi mata dan telinga dalam setiap tahapan, mulai dari pendaftaran pasangan calon, kampanye, hingga penghitungan suara. Semua harus terintegrasi," tegas Hadi di hadapan para pejabat utama Polri.

Lebih lanjut, Hadi mengingatkan bahwa potensi kerawanan Pilkada tidak hanya berasal dari konflik antarpendukung, tetapi juga meliputi isu politik uang, politisasi SARA, hingga penyebaran hoaks di media sosial. Oleh karena itu, perencanaan intelijen harus mencakup dimensi siber dan literasi publik.

Kepala Baintelkam Polri menambahkan bahwa pihaknya telah membentuk satuan tugas khusus yang bertugas memantau perkembangan situasi secara real-time. Data yang terkumpul akan dianalisis untuk menentukan langkah-langkah preventif dan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Pilkada Serentak Jadi Ujian Kedewasaan Demokrasi

Menko Polhukam menilai Pilkada Serentak 2024 merupakan ujian penting bagi kedewasaan demokrasi Indonesia. Dengan jumlah pemilih lebih dari 200 juta jiwa dan tersebar di ribuan pulau, kompleksitas pengamanan menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh aparat.

"Pilkada adalah pesta demokrasi yang harus kita jaga bersama. Keberhasilan penyelenggaraan bukan hanya tanggung jawab KPU dan Bawaslu, tetapi juga seluruh elemen bangsa. Intelijen Polri harus hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga kepercayaan publik," ujar Hadi.

Dalam rapat koordinasi yang berlangsung tertutup tersebut, turut dibahas kesiapan logistik pengamanan, termasuk penempatan personel di daerah rawan. Menko Hadi meminta agar seluruh jajaran Polri meningkatkan kewaspadaan sejak tahap penetapan pasangan calon yang dijadwalkan pada September 2024.

Selain itu, Hadi menyoroti pentingnya netralitas aparat keamanan dalam setiap tahapan Pilkada. Berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2020 tentang Pilkada, seluruh anggota Polri dan TNI dilarang terlibat dalam politik praktis. Pelanggaran terhadap ketentuan ini akan ditindak tegas sesuai dengan kode etik profesi.

Menutup arahannya, Menko Polhukam meminta seluruh jajaran Baintelkam Polri untuk bekerja secara profesional dan proporsional. Ia menegaskan bahwa perencanaan yang tajam harus diikuti dengan eksekusi yang disiplin di lapangan.

"Saya yakin dengan persiapan yang matang, Pilkada Serentak 2024 akan berjalan sukses. Mari kita buktikan bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan pesta demokrasi yang bermartabat," pungkas Hadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User