Menko Hadi Minta Baintelkam Susun Rencana Tajam Pengamanan Pilkada

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri menyusun perencanaan pe...

Aug 24, 2026 - 06:06
0 0
Menko Hadi Minta Baintelkam Susun Rencana Tajam Pengamanan Pilkada

JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto meminta Badan Intelijen dan Keamanan (Baintelkam) Polri menyusun perencanaan pengamanan yang tajam dan terukur untuk menghadapi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024. Instruksi tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi yang berlangsung di Jakarta dengan dihadiri sejumlah pejabat utama Polri. Menko Polhukam menilai kesiapan institusi intelijen keamanan menjadi faktor penentu dalam menjaga kelancaran pesta demokrasi di seluruh daerah.

Dalam rapat tersebut, Hadi Tjahjanto meminta Baintelkam Polri memetakan potensi kerawanan di setiap wilayah yang akan menggelar pilkada, mulai dari tahapan pendaftaran pasangan calon, kampanye, pemungutan suara, hingga penetapan hasil. Pemetaan itu harus didasarkan pada data intelijen yang mutakhir dan dianalisis secara mendalam oleh jajaran di tingkat pusat maupun daerah. Menko Polhukam juga menekankan perlunya deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan, termasuk kemungkinan konflik sosial yang dapat memengaruhi jalannya tahapan pilkada.

Deteksi Dini dan Pemetaan Kerawanan

Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa perencanaan yang tajam menjadi syarat mutlak agar seluruh tahapan pilkada berjalan aman dan tertib. “Saya minta jajaran Baintelkam menyiapkan rencana pengamanan yang tajam agar seluruh tahapan pilkada dapat berlangsung optimal,” ujar mantan Panglima TNI itu di Jakarta. Ia menambahkan, seluruh jajaran harus bekerja berdasarkan peta kerawanan yang telah disusun, bukan sekadar bereaksi terhadap peristiwa yang terjadi di lapangan.

Menko Polhukam menilai data intelijen yang akurat akan menjadi dasar pengambilan keputusan dalam setiap langkah pengamanan. Seluruh temuan di lapangan wajib segera dilaporkan dan ditindaklanjuti melalui koordinasi lintas sektor. Hal ini dinilai penting mengingat pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 melibatkan banyak pihak, baik penyelenggara, peserta, maupun pengawas pemilu di tingkat pusat dan daerah.

Koordinasi Lintas Lembaga

Selain meminta Baintelkam menyusun perencanaan, Hadi Tjahjanto juga menekankan penguatan koordinasi antara Polri, TNI, Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta pemerintah daerah. Sinergi antarinstitusi dinilai krusial untuk mencegah tumpang tindih kewenangan dan memastikan setiap potensi gangguan dapat ditangani secara cepat dan terpadu. Menko Polhukam mengingatkan seluruh pihak menjaga netralitas dan profesionalisme selama proses penyelenggaraan pemilihan kepala daerah berlangsung.

Rapat Koordinasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah menindaklanjuti arahan Presiden agar penyelenggaraan pilkada berjalan aman, tertib, dan lancar. Seluruh jajaran keamanan diminta bergerak bersama penyelenggara pemilu di setiap tingkatan, baik provinsi maupun kabupaten/kota. Menko Polhukam juga meminta aparat meningkatkan kewaspadaan menjelang tahapan krusial, seperti masa kampanye dan hari pemungutan suara.

Netralitas Aparat dan Penegakan Hukum

Dalam kesempatan itu, Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa netralitas Polri dalam pilkada tidak dapat ditawar. Setiap anggota yang terbukti melanggar ketentuan netralitas akan ditindak tegas berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Penegakan hukum yang adil dan transparan menjadi prasyarat agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap jalannya pemilihan kepala daerah.

Menko Polhukam juga mengingatkan jajaran intelijen untuk mencermati dinamika politik di daerah, termasuk potensi politik uang, penyebaran informasi hoaks, serta praktik kampanye yang melanggar aturan. Seluruh temuan tersebut harus didokumentasikan dan dilaporkan secara berjenjang agar dapat ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

Harapan Pilkada yang Aman dan Damai

Menutup arahannya, Hadi Tjahjanto menyatakan keyakinannya bahwa dengan perencanaan yang matang dan koordinasi yang solid, pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 dapat berjalan aman dan damai. Ia mengajak seluruh elemen bangsa, termasuk masyarakat, untuk turut menjaga kondusivitas wilayah masing-masing. Partisipasi aktif masyarakat dalam menggunakan hak pilih juga menjadi perhatian pemerintah, karena tingkat partisipasi yang tinggi menjadi salah satu indikator keberhasilan penyelenggaraan demokrasi.

Dengan arahan tersebut, Baintelkam Polri diharapkan segera menyusun rencana pengamanan yang matang di seluruh wilayah, sehingga setiap tahapan pilkada dapat berlangsung tertib. Pemerintah memastikan seluruh aparat keamanan dikerahkan secara maksimal untuk menjamin keamanan penyelenggaraan Pilkada Serentak 2024 di 37 provinsi serta 508 kabupaten/kota.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User