Menkes Usul Penderita TBC Dapat MBG, Anggota DPR Pertanyakan Anggaran dan Pengawasan
Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melontarkan wacana untuk memasukkan penderita tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gagasan ini
Jakarta – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin melontarkan wacana untuk memasukkan penderita tuberkulosis (TBC) sebagai salah satu penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Gagasan ini langsung menuai respons dari kalangan legislatif yang meminta agar rencana tersebut dikaji lebih mendalam agar tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelaksanaannya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Nurhadi, menyampaikan bahwa ia memahami pentingnya asupan gizi bagi pasien TBC demi menunjang keberhasilan pengobatan. Akan tetapi, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam merealisasikan usulan tersebut, terutama dari sisi kesiapan data dan anggaran.
“Saya memahami bahwa pasien TBC membutuhkan dukungan gizi yang baik agar pengobatannya berhasil. Tetapi pertanyaannya, apakah Kementerian Kesehatan sudah memiliki kajian yang komprehensif terkait kebutuhan anggarannya?” ujar Nurhadi dalam keterangan yang diterima Apaberita.com, Rabu (24/6/2026).
Nurhadi menambahkan, tanpa adanya kajian yang matang, penambahan sasaran penerima manfaat justru berpotensi membebani alokasi dana program MBG yang saat ini sudah menyasar sejumlah kelompok prioritas. Ia meminta pemerintah, khususnya Kemenkes, untuk memaparkan secara rinci mekanisme pendataan penderita TBC yang akan diusulkan sebagai penerima bantuan gizi tersebut.
Legislator tersebut juga menyoroti aspek pengawasan di lapangan. Menurutnya, validitas data menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan program lain yang sudah berjalan.
“Kami di Komisi IX tidak ingin niat baik ini justru memunculkan masalah baru, seperti beban anggaran yang membengkak tanpa perencanaan jelas. Harus ada mekanisme pengawasan yang ketat supaya program ini benar-benar sampai ke pasien yang membutuhkan,” tegasnya.
Hingga saat ini, program MBG terus digodok oleh pemerintah dengan menyasar kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, dan anak sekolah. Jika usulan Menkes disetujui, maka penderita TBC yang sedang menjalani pengobatan akan menjadi kelompok tambahan yang perlu diintegrasikan dalam sistem distribusi yang sudah dirancang.
Apaberita.com masih menunggu tanggapan resmi dari Kementerian Kesehatan mengenai detail kajian yang dimaksud oleh DPR. Sementara itu, sejumlah pakar kesehatan masyarakat menilai usulan ini cukup beralasan mengingat status gizi memegang peranan penting dalam proses penyembuhan pasien TBC. Namun, mereka juga sepakat bahwa perencanaan anggaran dan mekanisme distribusi menjadi aspek krusial yang tidak bisa diabaikan.
Comments (0)