Menekraf Riefky Luncurkan Rencana Induk Ekraf Target PDB Rp1.500 T
Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Ekonomi Kreati
Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menggelar konferensi pers di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (8/7/2026). Dalam forum tersebut, ia memaparkan Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2030, dokumen strategis yang memetakan arah pengembangan sektor ekonomi kreatif nasional untuk lima tahun ke depan. Peluncuran ini menjadi tonggak penting setelah Kementerian Ekraf resmi berdiri sebagai kementerian mandiri pada tahun 2025.
Dokumen Rindekraf disusun sebagai penjabaran dari Peraturan Presiden Nomor 34 Tahun 2026 tentang Percepatan Transformasi Ekonomi Kreatif. Di atas podium, Riefky didampingi oleh Sekretaris Kementerian Ekraf, Deputi Pengembangan Ekosistem, dan para direktur utama di lingkungan kementerian. Puluhan jurnalis dari media cetak, elektronik, dan daring hadir untuk meliput langsung pengumuman yang dinanti pelaku industri kreatif.
Kronologi Peluncuran Rindekraf
- 10.00 WIB – Pembukaan dan Capaian 2025. Riefky membuka sesi dengan memaparkan data makro sektor ekraf. Ia mengungkapkan, ekspor produk kreatif Indonesia sepanjang 2025 menembus USD 28,3 miliar, naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai Rp 1.412 triliun, menyerap 19,2 juta tenaga kerja di 17 subsektor.
- 10.18 WIB – Buku Induk Diserahkan. Momen simbolis dilakukan dengan penyerahan dokumen cetak Rindekraf setebal 320 halaman kepada perwakilan asosiasi ekraf dan Dewan Ekonomi Kreatif Nasional. Dokumen ini memuat peta jalan, indikator kinerja utama, dan skema pembiayaan.
- 10.30 WIB – Tiga Pilar Strategis. Riefky menjelaskan, arsitektur Rindekraf bertumpu pada tiga pilar: peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program vokasi dan sertifikasi untuk 5 juta talenta baru, penguatan infrastruktur ekosistem berupa pembangunan 25 creative hub di kota/kabupaten, dan akselerasi digitalisasi serta perlindungan kekayaan intelektual dengan target pendaftaran 500 ribu HAKI baru.
- 11.05 WIB – Target Kuantitatif 2030. Dalam sesi inti, menteri mengumumkan sejumlah target terukur yang menjadi komitmen pemerintah: kontribusi PDB ekraf ditargetkan Rp 1.500 triliun pada 2030, penciptaan 5,8 juta lapangan kerja baru, serta nilai ekspor menyentuh USD 45 miliar. “Kami tidak main-main. Semua target ini sudah dilengkapi dengan peta jalan pendanaan yang jelas,” tegas Riefky.
- 11.15 WIB – Skema Pendanaan. Untuk menopang ambisi tersebut, pemerintah menyiapkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp 18,7 triliun selama lima tahun. Angka itu akan dipadukan dengan investasi swasta dan perbankan senilai Rp 65 triliun, termasuk pendirian Lembaga Pembiayaan Ekspor Kreatif (LPEK) yang akan beroperasi mulai kuartal I 2027.
- 11.30 WIB – Tanya Jawab dan Penegasan. Menjawab pertanyaan awak media, Riefky memastikan 17 subsektor—mulai dari aplikasi, gim, desain komunikasi visual, fesyen, kuliner, hingga film dan animasi—mendapat porsi perhatian yang proporsional. “Kita ingin menjadi pusat konten kreatif Asia Tenggara paling lambat 2030,” pungkasnya sebelum menutup acara tepat pukul 12.00 WIB.
Comments (0)