Mendagri Tito Serukan Pemda Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis
Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Gizi Nasional menggelar Rapat Koordinasi di Jakarta guna menindaklanjuti implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyataka...
Kementerian Dalam Negeri bersama Badan Gizi Nasional menggelar Rapat Koordinasi di Jakarta guna menindaklanjuti implementasi Program Makan Bergizi Gratis. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa keberhasilan program bergantung pada kinerja pemerintah daerah dalam memastikan distribusi dan penyaluran makanan bergizi berjalan optimal. Pertemuan tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat eselon satu Kemendagri serta perwakilan BGN dengan agenda pembahasan mekanisme teknis pelaksanaan program di tingkat regional.
Tito Karnavian: Pemerintah Daerah Jadi Garda Terdepan
Dalam arahannya, Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah daerah merupakan ujung tombak pelaksanaan kebijakan pusat di lapangan. Ia menyatakan bahwa seluruh jajaran gubernur, bupati, dan wali kota harus meningkatkan koordinasi dengan satuan kerja perangkat daerah terkait agar target penyaluran Makan Bergizi Gratis dapat tercapai sesuai jadwal yang ditetapkan. Menurutnya, program ini bukan hanya sekadar distribusi makanan, melainkan investasi strategis bagi generasi muda Indonesia yang menentukan daya saing bangsa di masa depan.
"Saya mengajak seluruh kepala daerah untuk meningkatkan kinerja dan memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan efektif di wilayahnya masing-masing. Jangan sampai ada daerah yang tertinggal dalam pelaksanaan program prioritas nasional ini," ujar Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi tersebut.
Tito Karnavian juga menindaklanjuti instruksi Presiden terkait perlunya pemantauan ketat terhadap rantai pasok bahan pangan bergizi. Ia menyatakan bahwa Kemendagri akan menerbitkan surat edaran sebagai pedoman teknis bagi daerah dalam mengelola anggaran dan logistik program. Selain itu, Kemendagri akan memperkuat fungsi inspektorat daerah dalam mengawasi proses pengadaan serta distribusi agar tepat sasaran kepada kelompok masyarakat yang berhak menerima.
Program MBG sebagai Upaya Percepatan Penurunan Stunting
Badan Gizi Nasional dalam rapat tersebut menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis dirancang sebagai intervensi gizi spesifik dan sensitif untuk menekan angka stunting secara nasional. Program ini ditetapkan sebagai kebijakan strategis dengan target utama anak-anak usia sekolah, ibu hamil, dan balita yang berasal dari keluarga prasejahtera. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan pangan bergizi bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai bagian dari pemenuhan hak konstitusional warga negara.
Dalam paparannya, perwakilan BGN menyatakan bahwa keberhasilan intervensi gizi memerlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan kementerian teknis, pemerintah daerah, serta pelaku usaha. Program ini disahkan untuk dilaksanakan secara bertahap dengan mempertimbangkan kapasitas fiskal daerah dan ketersediaan infrastruktur pendukung. Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa setiap provinsi wajib menyusun rencana aksi daerah yang selaras dengan kebijakan nasional agar implementasi berjalan serentak dan terukur.
Komitmen Penguatan Koordinasi Pusat dan Daerah
Rapat Koordinasi yang digelar tersebut menghasilkan kesepakatan pembentukan tim koordinasi di masing-masing daerah yang dipimpin langsung oleh sekretaris daerah. Tim tersebut bertugas memfasilitasi komunikasi antara Kementerian Dalam Negeri, Badan Gizi Nasional, dan dinas terkait di tingkat provinsi serta kabupaten atau kota. Keputusan tersebut diambil untuk menghindari tumpang tindih kewenangan dan mempercepat penyelesaian hambatan teknis di lapangan.
Fraksi-fraksi dalam pembahasan anggaran di berbagai daerah juga diharapkan dapat mendukung alokasi dana bagi program ini melalui mekanisme Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Kemendagri menyatakan bahwa pemerintah daerah dapat mengalokasikan sebagian dana transfer umum dan dana alokasi khusus untuk mendukung operasional distribusi makanan bergizi. Selain aspek anggaran, rapat juga membahas standardisasi kandungan gizi, sistem pelaporan elektronik, dan indikator keberhasilan yang akan dievaluasi secara berkala.
Tito Karnavian menyatakan bahwa Kemendagri akan melakukan evaluasi kinerja kepala daerah dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bagian dari penilaian umum terhadap pemerintah daerah yang terintegrasi dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak akan ragu memberikan peringatan tegas kepada daerah yang dinilai lambat atau tidak serius menjalankan program prioritas nasional ini.
Dengan disahkannya berbagai keputusan dalam Rapat Koordinasi tersebut, diharapkan implementasi Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih terstruktur dan menyeluruh. Sinergi antara Kementerian Dalam Negeri dan Badan Gizi Nasional diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi pemerintah daerah dalam menurunkan prevalensi stunting serta mewujudkan generasi emas Indonesia yang sehat dan produktif.
Comments (0)