Megawati Ajak Tokoh Bangsa Dialog, Sinta Wahid hingga Romo Magnis Hadir

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menggelar silaturahmi kebangsaan yang mempertemukan sejumlah tokoh nasional dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Acara t

Jul 06, 2026 - 14:11
0 1
Megawati Ajak Tokoh Bangsa Dialog, Sinta Wahid hingga Romo Magnis Hadir

Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menggelar silaturahmi kebangsaan yang mempertemukan sejumlah tokoh nasional dari Gerakan Nurani Bangsa (GNB). Acara tersebut berlangsung di kantor Megawati Institute, Jalan Diponegoro No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6/2026). Pertemuan ini menjadi ajang dialog untuk memperkuat komitmen terhadap isu kemanusiaan, keberagaman, dan moralitas publik.

Berdasarkan laporan Apaberita.com, para tokoh yang hadir merepresentasikan spektrum luas masyarakat. Tampak di antaranya Sinta Nuriyah Wahid, aktivis kemanusiaan yang juga istri mendiang Presiden Abdurrahman Wahid, yang konsisten membela hak-hak perempuan dan toleransi. Kehadiran Romo Franz Magnis Suseno SJ, budayawan dan filsuf Katolik, menjadi daya tarik tersendiri.

Tidak hanya itu, tokoh lintas agama lain seperti Ignatius Kardinal Suharyo, pemimpin umat Katolik, dan Pendeta Gomar Gultom dari kalangan Kristen juga ikut dalam diskusi. Akademisi Karlina R. Supelli, mantan Wakil Ketua KPK Laode M. Syarif, serta mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang dikenal sebagai suara moderat, melengkapi barisan peserta.

Jembatan Dialog di Tengah Dinamika

Gerakan Nurani Bangsa sendiri merupakan wadah yang menghimpun tokoh-tokoh dengan keprihatinan mendalam terhadap arah moralitas publik. Melalui inisiatif ini, Megawati terlihat berupaya merangkul berbagai elemen sipil untuk menjaga benang merah kebangsaan.

Suasana diskusi yang dilaporkan berlangsung akrab dan tanpa sekat itu dirancang untuk menampung aspirasi dari akar rumput yang jarang tersentuh dalam forum politik formal. Sinta Wahid, yang selama puluhan tahun bergiat di ranah sosial, menyampaikan perspektif tentang pentingnya keadilan bagi kelompok marjinal. Sementara itu, Romo Magnis mengingatkan agar etika dan hati nurani tidak tenggelam oleh pragmatisme kekuasaan.

“Kami yakin silaturahmi seperti ini adalah praktik baik yang bisa menular kepada generasi muda. Bangsa ini membutuhkan lebih banyak ruang yang merayakan perbedaan sebagai kekuatan,” ujar seorang peserta yang enggan disebutkan namanya kepada media kami.

Pemilihan Megawati Institute sebagai lokasi bukanlah tanpa alasan. Lembaga yang didirikan Megawati itu selama ini memang menjadi simpul pertemuan tokoh-tokoh bangsa untuk merespons isu-isu strategis. Dari ruang berarsitektur kolonial itu, diharapkan lahir gagasan-gagasan segar yang merekatkan kembali kohesi sosial yang kadang tergerus oleh polarisasi.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Megawati mengenai ada tidaknya agenda lanjutan dari pertemuan tersebut. Namun, gambaran besarnya sudah jelas: Megawati, dengan pengaruh politiknya dan status sebagai negarawan, memilih jalur dialog dengan kekuatan moral sipil. Langkah ini menandai upaya merawat persatuan dengan melibatkan tokoh yang kredibilitasnya diakui lintas iman, lintas profesi, dan lintas latar belakang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker. Memverifikasi klaim publik dan informasi viral.

Comments (0)

User