Marbut Masjid Tewas Dibacok Tetangga, Polisi Sita Samurai dan Celurit

PURWAKARTA - Seorang marbut masjid di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tewas setelah dibacok oleh tetangganya sendiri pada Jumat (7/8/2026) dini hari. Peristiwa berdarah itu terjadi saat korban henda...

Marbut Masjid Tewas Dibacok Tetangga, Polisi Sita Samurai dan Celurit

PURWAKARTA - Seorang marbut masjid di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tewas setelah dibacok oleh tetangganya sendiri pada Jumat (7/8/2026) dini hari. Peristiwa berdarah itu terjadi saat korban hendak mengumandangkan azan Subuh di masjid lingkungan tempat tinggalnya.

Kapolres Purwakarta, AKBP Andi Prasetyo, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu bilah samurai dan satu bilah celurit yang digunakan untuk melukai korban.

"Pelaku kami amankan di tempat kejadian perkara tanpa perlawanan berarti. Dari tangan pelaku, kami menyita dua senjata tajam jenis samurai dan celurit yang diduga kuat digunakan untuk membacok korban," ujar Andi dalam keterangan resminya di Mapolres Purwakarta, Jumat siang.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 04.30 WIB. Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, korban berinisial AS (45) tengah bersiap menuju masjid untuk melaksanakan tugasnya sebagai marbut, yakni mengumandangkan azan Subuh. Namun, sebelum sempat sampai ke masjid, korban dihadang oleh pelaku berinisial DS (38) yang merupakan tetangga satu RT dengan korban.

Kronologi Pembacokan di Depan Rumah Korban

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan Tim Identifikasi Polres Purwakarta, peristiwa pembacokan terjadi di halaman depan rumah korban. Pelaku tiba-tiba datang dengan membawa samurai dan langsung menyerang korban tanpa kata-kata terlebih dahulu.

"Saksi mata melihat korban jatuh bersimbah darah setelah terkena sabetan senjata tajam di bagian leher dan punggung. Pelaku kemudian mencoba melarikan diri, namun warga yang mendengar teriakan korban segera mengejar dan berhasil menangkapnya," jelas Andi.

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bayu Asih Purwakarta menggunakan mobil warga. Namun, nyawa korban tidak tertolong. Tim medis menyatakan korban meninggal dunia sekitar pukul 05.15 WIB akibat luka robek yang sangat dalam di bagian leher serta beberapa luka sabetan di punggung.

Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah RSUD Bayu Asih untuk dilakukan visum et repertum. Sementara itu, pelaku DS langsung digelandang ke Mapolres Purwakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Motif Masih Didalami, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Hingga berita ini diturunkan, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Purwakarta masih mendalami motif pembunuhan tersebut. Andi menegaskan bahwa pihaknya telah memeriksa sedikitnya lima orang saksi, termasuk istri korban dan sejumlah tetangga yang berada di lokasi saat kejadian.

"Kami belum bisa memastikan motifnya. Apakah berkaitan dengan masalah pribadi, ekonomi, atau hal lain. Yang jelas, kami sedang memeriksa secara mendalam riwayat hubungan antara korban dan pelaku," kata Andi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban dan pelaku diketahui memiliki hubungan bertetangga yang cukup dekat. Namun, belakangan muncul dugaan adanya perselisihan terkait batas tanah yang sempat memanas beberapa pekan terakhir. Meski demikian, polisi belum membenarkan dugaan tersebut.

"Semua kemungkinan masih kami kembangkan. Kami tidak mau berspekulasi sebelum pemeriksaan terhadap pelaku selesai dilakukan," tegas Andi.

Pelaku Terancam Hukuman 15 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, pelaku DS dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

"Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Kami juga akan melakukan pemeriksaan kejiwaan untuk memastikan kondisi mentalnya," ujar Andi menambahkan.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi warga setempat. Seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan taat beribadah. "Pak AS ini orangnya baik, tidak pernah bermusuhan dengan siapa pun. Kami semua kaget dengan kejadian ini," ucapnya.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat. Kasus ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan publik di lingkungan permukiman.

Hingga berita ini ditulis, korban telah dimakamkan oleh keluarganya di TPU setempat pada Jumat siang. Sementara itu, pelaku masih ditahan di sel tahanan Mapolres Purwakarta untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User