Mantan Perdana Menteri Inggris Sambangi Danantara
Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menerima kunjungan kehormatan dari mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, yang hadir bersama jajaran pimpinan Tony Blair Institute for Globa
Jakarta - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menerima kunjungan kehormatan dari mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair, yang hadir bersama jajaran pimpinan Tony Blair Institute for Global Change (TBI). Pertemuan tingkat tinggi ini digelar untuk membahas sejumlah peluang kolaborasi internasional yang berfokus pada percepatan transformasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), peningkatan arus investasi, dan dukungan terhadap agenda pembangunan nasional Indonesia.
Berdasarkan laporan media kami, pertemuan strategis tersebut dihadiri langsung oleh tiga petinggi utama BPI Danantara. Mereka adalah Rosan Roeslani yang menjabat sebagai CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Dony Oskaria selaku COO Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, serta Pandu Sjahrir yang mengemban amanah sebagai CIO Danantara. Kehadiran ketiga figur puncak ini menegaskan bobot penting diskusi yang berlangsung.
Diskusi antara kedua pihak menyoroti peluang kerja sama strategis untuk memperkuat tata kelola perusahaan-perusahaan pelat merah serta mengembangkan sektor-sektor industri strategis guna meningkatkan daya saing Indonesia di level global.
Agenda utama pertemuan tersebut terfokus pada upaya transformasi fundamental di tubuh BUMN. Melalui dialog dengan TBI, Danantara berharap dapat mempelajari praktik-praktik terbaik global dalam reformasi tata kelola perusahaan negara. Hal ini mencakup penerapan standar transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi operasional yang lebih tinggi. Dengan fondasi tata kelola yang kokoh, BUMN diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi nasional yang lebih tangkas menghadapi dinamika pasar internasional.
Selain tata kelola, pengembangan sektor-sektor strategis juga menjadi fokus utama. Kedua pihak membahas potensi sinergi di bidang energi terbarukan, infrastruktur digital, dan industri manufaktur berteknologi tinggi. Sektor-sektor ini dinilai krusial bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya di rantai pasok global. Keahlian dan jaringan luas yang dimiliki Tony Blair Institute diyakini mampu membuka akses bagi Indonesia terhadap investor-investor kelas dunia dan transfer pengetahuan teknis.
Kemitraan dengan lembaga internasional semacam TBI menjadi bagian dari strategi besar Danantara untuk mengonsolidasikan aset-aset negara secara lebih profesional. Sebagai super holding investasi yang baru terbentuk, Danantara mengemban mandat untuk mengoptimalkan nilai seluruh BUMN di bawah naungannya. Masukan dari figur global seperti Tony Blair diharapkan dapat memberikan perspektif segar dalam merancang peta jalan investasi yang berkelanjutan dan responsif terhadap perubahan zaman.
Pertemuan ini juga menandai babak baru dalam hubungan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Inggris pasca-Brexit, di mana Inggris semakin agresif menjalin kemitraan strategis dengan negara-negara berkembang di Asia Tenggara. Dengan semakin eratnya jalinan komunikasi ini, Indonesia membuka peluang lebih lebar untuk menjadi destinasi utama investasi hijau dan digital di kawasan.
Comments (0)