Zaki Ubaidillah Targetkan Perempatfinal Japan Open 2026
Jakarta — Tunggal putra Indonesia, Zaki Ubaidillah, memasang target ambisius di ajang Japan Open 2026. Pebulutangkis peringkat 47 dunia itu mematok lolos k
Jakarta — Tunggal putra Indonesia, Zaki Ubaidillah, memasang target ambisius di ajang Japan Open 2026. Pebulutangkis peringkat 47 dunia itu mematok lolos ke babak perempatfinal turnamen BWF World Tour Super 750 yang akan berlangsung pada 28 Juli–2 Agustus 2026 di Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo.
Kepada media di sela latihan Pelatnas Cipayung, Jakarta, Selasa (24/2), Zaki mengaku optimistis target tersebut realistis. Alasannya, suasana kompetisi di Jepang—baik dari sisi lapangan, cuaca, maupun atmosfer penonton—sangat cocok dengan karakter permainannya. “Saya selalu merasa nyaman setiap main di Jepang. Lapangannya tidak terlalu cepat, tapi juga tidak lambat. Penonton di sana sportif dan antusias. Suasana ini jadi tambahan motivasi buat saya,” ujar pemain berusia 22 tahun itu.
“Lapangannya cocok dengan gaya saya. Penonton sangat sportif. Suasana di Jepang benar-benar mendukung dan saya yakin bisa menembus perempatfinal.”
Modal Pengalaman dan Peringkat
Target perempatfinal di Super 750 bukan sekadar angan-angan. Zaki memiliki modal pengalaman dari beberapa turnamen level Super 300 dan Super 500 sepanjang 2025. Prestasi terbaiknya sejauh ini adalah semifinal Malaysia Masters Super 100 dan perempatfinal Vietnam Open. Di Korea Open 2025, ia nyaris melangkah lebih jauh setelah memaksa rubber game melawan unggulan ketiga asal Tiongkok di babak 16 besar. “Pelajaran dari kekalahan tipis di Korea jadi bekal penting. Saya sudah lebih siap menghadapi tekanan di poin-poin kritis,” kata Zaki.
Saat ini Zaki menghuni peringkat 47 dunia dan menjadi salah satu tumpuan regenerasi sektor tunggal putra. Japan Open 2026 akan menjadi ujian pertama kalinya di level Super 750, level yang diikuti hampir seluruh 15 besar dunia—kecuali jika ada yang cedera atau memilih istirahat. Dengan demikian, kemungkinan Zaki bertemu pemain elite sudah terbuka sejak babak pertama.
Persiapan Terstruktur
Pelatih tunggal putra Harry Hartono menjelaskan, program latihan Zaki selama lima bulan ke depan akan difokuskan pada peningkatan footwork dan ketahanan fisik. “Japan Open biasanya dimainkan di akhir Juli, jadi kami punya cukup waktu untuk mematangkan strategi. Zaki akan mengikuti Singapore Open dan Indonesia Open sebagai ajang pemanasan sekaligus menguji taktik baru,” ujar Harry. Selain latihan fisik dan teknik, tim pelatih juga menyiapkan simulasi pertandingan dengan menghadirkan sparing partner bergaya permainan agresif—mirip karakter pemain Jepang dan Tiongkok yang kerap menjadi lawan Zaki di fase awal.
Zaki sendiri tidak hanya mengandalkan dukungan teknis. Ia juga mempelajari rekaman video pertandingan calon lawan, terutama pemain-pemain unggulan yang berpotensi menjadi hambatan menuju delapan besar. “Saya sudah mulai menganalisis pola permainan beberapa pemain top. Dengan persiapan yang matang, saya semakin percaya diri,” tambahnya.
Faktor Nonteknis
Selain alasan teknis, faktor nonteknis seperti dukungan diaspora Indonesia di Jepang juga disebut Zaki sebagai penyemangat. “Basis penggemar bulutangkis Indonesia di Tokyo cukup besar. Setiap kali main di sana, rasanya seperti punya tambahan energi dari tribun. Itu yang bikin suasana semakin mendukung,” jelasnya. Hal senada disampaikan Manajer Tim Pelatnas Rionny Mainaky. “Target perempatfinal di Japan Open adalah target realistis. Jika Zaki konsisten dengan performanya di latihan dan turnamen pemanasan, bukan tidak mungkin dia jadi kuda hitam,” ujar Rionny.
Informasi Turnamen
- Nama resmi: Daihatsu Japan Open 2026
- Kategori: BWF World Tour Super 750
- Total hadiah: USD 850.000
- Tempat: Musashino Forest Sport Plaza, Tokyo
- Tanggal: 28 Juli – 2 Agustus 2026
- Juara bertahan: Viktor Axelsen (Denmark)
- Poin BWF: 11.000 untuk juara, 9.350 untuk runner-up, 7.000 untuk semifinalis, 5.500 untuk perempatfinalis
Japan Open 2026 menjadi salah satu turnamen krusial menuju Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan digelar dua bulan berselang. Poin yang dikumpulkan Zaki di Tokyo akan memengaruhi posisinya di peringkat dunia sekaligus membuka peluang tampil di turnamen elit berikutnya.
Comments (0)