Sep 16, 2026
Hukum

MANILA — Filipina Siapkan Hunian Tahan Bencana Mulai Tahun 2027

MANILA — Pemerintah Filipina melalui Departemen Pemukiman Manusia dan Pengembangan Perkotaan (DHSUD) secara resmi mengumumkan komitmen besar dalam merestru

MANILA — Filipina Siapkan Hunian Tahan Bencana Mulai Tahun 2027

MANILA — Pemerintah Filipina melalui Departemen Pemukiman Manusia dan Pengembangan Perkotaan (DHSUD) secara resmi mengumumkan komitmen besar dalam merestrukturisasi sektor perumahan publik. Seluruh unit rumah rakyat yang dibangun mulai tahun 2027 dipastikan akan mengusung konsep ketahanan terhadap perubahan iklim (climate-resilient housing). Langkah strategis ini diambil sebagai respons konkret terhadap ancaman bencana alam yang kian sering mengintai wilayah kepulauan tersebut.

Kepastian mengenai arah kebijakan baru ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat wilayah Kota Iloilo, Jam Baronda, dalam sesi pembahasan pengajuan anggaran DHSUD untuk tahun mendatang. Dalam forum legislatif yang berlangsung dinamis tersebut, isu adaptasi iklim menjadi sorotan utama menyusul meningkatnya intensitas badai tropis dan kenaikan permukaan air laut di Kawasan Asia Tenggara.

Urgensi Infrastruktur Ramah Lingkungan dan Tahan Bencana

Kebutuhan akan hunian berteknologi ramah lingkungan menjadi mendesak setelah rentetan bencana alam saban tahun merusak ribuan tempat tinggal warga berpenghasilan rendah. Anggota DPR dari 4K Party-list, Iris Montes, sempat mempertanyakan kesiapan serta kejelasan konsep dari program perumahan masa depan yang dirancang oleh DHSUD agar tidak sekadar menjadi wacana di atas kertas.

Menjawab keraguan tersebut, Baronda menegaskan bahwa spesifikasi bangunan pada 2027 tidak lagi menggunakan standar lama. Setiap unit akan dirancang khusus untuk mampu menahan terpaan angin topan berkekuatan tinggi serta genangan banjir ekstrem.

"Kita tidak hanya membangun atap untuk tempat berteduh rakyat, tetapi juga memastikan hunian tersebut mampu bertahan di tengah kepungan krisis iklim yang kian ganas. Tahun 2027 akan menjadi tonggak sejarah baru standar perumahan nasional kita," ujar Jam Baronda di hadapan para pembuat kebijakan di Manila.

Spesifikasi dan Peta Jalan Proyek Perumahan 2027

Proyek perumahan tahan iklim ini akan menggabungkan material bangunan berbasis ramah lingkungan, rekayasa struktur tahan gempa, serta sistem manajemen air terpadu. DHSUD berencana menerapkan teknologi konstruksi modular modern yang memungkinkan pembangunan berjalan lebih cepat tanpa mengorbankan kualitas struktur.

Berikut adalah perbandingan skema pembangunan perumahan publik konvensional dengan standar baru tahan iklim yang disiapkan DHSUD:

Fitur Infrastruktur Perumahan Konvensional Perumahan Tahan Iklim (2027)
Ketahanan Kecepatan Angin Maksimal 150 km/jam Hingga 300 km/jam (Kategori Topan Super)
Sistem Resapan Air Drainase Lingkungan Standar Rainwater Harvesting & Polder Mandiri
Pasokan Energi Ketergantungan Jalur Utama Panel Surya Atap & Efisiensi Energi
Material Bangunan Beton Standar Komposit Ramah Lingkungan & Tahan Gempa

Melalui penerapan standar anyar ini, pemerintah mengestimasi dapat menekan biaya perbaikan infrastruktur akibat dampak bencana hingga 40 persen dalam jangka panjang. Unit perumahan ini nantinya ditargetkan bagi keluarga miskin dan kawasan pemukiman rentan yang selama ini menjadi korban langganan banjir.

Tantangan Anggaran dan Eksekusi Lapangan

Meskipun cetak biru proyek telah dipaparkan, tantangan utama yang membentang adalah alokasi dana dan eksekusi teknis di tingkat lokal. Anggota dewan menggarisbawahi perlunya pengawasan ketat terhadap alokasi anggaran 2025–2026 sebagai tahap persiapan awal sebelum implementasi penuh pada 2027.

DHSUD bersama kementerian terkait kini tengah memfinalisasi regulasi teknis mengenai zonasi bebas bencana untuk memastikan bahwa lahan yang digunakan benar-benar aman. Langkah berani Filipina ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi negara-negara berkembang lainnya dalam merespons ancaman nyata krisis iklim global melalui penyediaan hunian yang aman dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User