Mahasiswa Seni Rupa Yogyakarta Gelar Pameran Kilas Plesiran di Taman Ismail Marzuki
Warga Ibu Kota memadati Galeri Emiria Soenassa di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/8/2026). Mereka menyaksikan pameran seni rupa bertajuk "Kilas Plesiran" yang memaj...
Warga Ibu Kota memadati Galeri Emiria Soenassa di kawasan Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, pada Minggu (9/8/2026). Mereka menyaksikan pameran seni rupa bertajuk "Kilas Plesiran" yang memajang karya para mahasiswa Seni Rupa asal Yogyakarta. Pameran ini sekaligus menjadi pilihan warga mengisi akhir pekan dengan aktivitas apresiasi seni.
Sejak pagi hingga sore hari, pengunjung berdatangan silih berganti. Mereka mengamati satu per satu karya yang terpajang di dinding galeri maupun yang disajikan dalam format lain. Suasana ruang pamer tampak hidup dengan kehadiran warga dari berbagai kalangan usia, mulai dari anak-anak muda hingga keluarga yang datang bersama.
Tujuh Bidang Seni Rupa dalam Satu Pameran
Pameran ini menghadirkan karya dari tujuh bidang seni rupa sekaligus, yakni seni lukis, seni grafis, kriya, soft sculpture, animasi, ilustrasi, dan fotografi. Penyelenggara menata setiap karya sedemikian rupa sehingga pengunjung dapat berpindah dari satu medium ke medium lain mengikuti alur yang nyaman.
Keberagaman medium tersebut mencerminkan proses kreatif yang ditempuh masing-masing mahasiswa. Setiap karya berangkat dari pengalaman perjalanan yang mereka alami, kemudian direkam, diolah, dan diterjemahkan ke dalam bahasa visual yang berbeda-beda. Hasilnya, satu karya dengan karya lain menawarkan sudut pandang yang tidak seragam meski bertumpu pada tema yang sama.
Tajuk "Kilas Plesiran" merangkum semangat pameran ini, yakni menengok kembali momen perjalanan dan rekreasi yang dialami para mahasiswa. Istilah plesiran dipilih untuk menegaskan bahwa pengalaman sehari-hari, termasuk perjalanan, dapat menjadi sumber inspirasi artistik yang kaya dan layak diangkat ke atas panggung pameran.
Pada sejumlah titik, pengunjung terlihat berhenti cukup lama untuk mencermati detail karya. Karya animasi ditampilkan dalam format citra bergerak, sementara karya kriya dan soft sculpture ditempatkan pada area khusus sehingga dapat diamati dari berbagai sisi. Adapun karya fotografi dan ilustrasi menghadirkan potret perjalanan dalam bingkai yang lebih personal.
Jembatan antara Mahasiswa dan Publik
Lebih dari sekadar ajang unjuk karya, pameran ini berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara mahasiswa dan masyarakat luas. Para mahasiswa memperoleh kesempatan memperkenalkan hasil olah artistik mereka secara langsung kepada publik Ibu Kota. Sebaliknya, pengunjung mendapat akses terhadap gagasan-gagasan segar yang dibawa perupa generasi baru.
Pemilihan Taman Ismail Marzuki sebagai lokasi penyelenggaraan dinilai tepat. Pusat kesenian di jantung Jakarta itu selama ini dikenal sebagai ruang temu bagi pelaku dan penikmat seni dari berbagai daerah. Galeri Emiria Soenassa sendiri mengambil nama pelukis perempuan Indonesia yang dikenal melalui karya-karya bernuansa kehidupan masyarakat pesisir.
Kehadiran karya mahasiswa asal Yogyakarta di tempat ini turut memperkuat posisi Taman Ismail Marzuki sebagai etalase seni nasional. Yogyakarta telah lama dikenal sebagai salah satu kota yang melahirkan banyak seniman ternama Tanah Air. Pameran kali ini memperlihatkan proses regenerasi itu terus berjalan, dengan mahasiswa sebagai aktor utamanya.
Alternatif Wisata Budaya Akhir Pekan
Bagi sebagian warga, menyambangi pameran menjadi pilihan berbeda dalam mengisi hari libur. Alih-alih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan, mereka memilih datang ke galeri untuk menyaksikan karya seni sekaligus memperkaya wawasan budaya. Aktivitas semacam ini menunjukkan meningkatnya minat masyarakat perkotaan terhadap kegiatan apresiasi seni.
Sejumlah pengunjung tampak datang bersama keluarga, sementara sebagian lainnya hadir dalam kelompok kecil maupun secara perorangan. Beberapa di antara mereka terlihat berdiskusi di depan karya yang menarik perhatian, ada pula yang mengabadikan momen kunjungan menggunakan kamera telepon genggam.
Pameran "Kilas Plesiran" menegaskan bahwa ruang-ruang kesenian publik tetap memiliki daya tarik bagi masyarakat. Kegiatan semacam ini sekaligus membuka peluang bagi tumbuhnya apresiasi seni rupa di kalangan warga yang lebih luas, sekaligus memberi panggung bagi talenta muda untuk terus berkarya.
Penyelenggara berharap pameran serupa dapat terus menjadi agenda yang dinantikan, baik oleh kalangan mahasiswa sebagai peserta maupun oleh publik sebagai penonton.
Comments (0)