Mahasiswa Asing 13 Negara Ikuti Program Imersi Berkelanjutan UMN
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) secara resmi menyelenggarakan Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 yang diikuti oleh 140 mahasiswa dari 13 negara. Kegiatan akademik internasional ini ber...
Universitas Multimedia Nusantara (UMN) secara resmi menyelenggarakan Sustainability Immersion Program (SIP) 2026 yang diikuti oleh 140 mahasiswa dari 13 negara. Kegiatan akademik internasional ini berlangsung di Kampus UMN, Tangerang, pada 20 hingga 26 Juli 2026, dengan fokus utama pada implementasi prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan di Indonesia. Para peserta berasal dari kawasan Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika, yang mencerminkan antusiasme global terhadap isu keberlanjutan lingkungan dan sosial.
Partisipasi Global dan Tujuan Strategis
Rektor Universitas Multimedia Nusantara, Dr. Ninok Leksono, M.A., menegaskan bahwa program ini dirancang untuk membangun perspektif lintas budaya sekaligus mengasah kemampuan analitis mahasiswa dalam memecahkan persoalan keberlanjutan.
"SIP 2026 menjadi ruang kolaboratif bagi para peserta untuk mempelajari secara langsung praktik keberlanjutan yang dijalankan di Indonesia, mulai dari level masyarakat hingga kebijakan nasional. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga melihat implementasi nyata di lapangan,"ujar Dr. Ninok Leksono dalam acara pembukaan. Tujuan strategis program ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama poin 4 (Pendidikan Berkualitas), 11 (Kota dan Pemukiman Berkelanjutan), serta 13 (Penanganan Perubahan Iklim).
Ke-13 negara asal peserta meliputi Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Thailand, Filipina, India, Jerman, Belanda, Perancis, Kenya, Afrika Selatan, Brasil, dan Amerika Serikat. Mereka berasal dari 25 perguruan tinggi mitra UMN yang telah menandatangani perjanjian kerja sama pertukaran pelajar. Panitia penyelenggara mencatat peningkatan partisipasi sebesar 20 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya, menandakan pengakuan internasional terhadap kualitas program imersi yang ditawarkan UMN.
Rangkaian Kegiatan Akademik dan Ekskursi Lapangan
Selama tujuh hari, peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang terbagi dalam sesi kelas, diskusi panel, lokakarya, dan kunjungan lapangan. Sesi kelas menghadirkan 12 ahli dan praktisi, termasuk Kepala Pusat Studi Lingkungan Universitas Indonesia, Dr. Rizal Kusnadi, serta Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI). Materi yang dibahas mencakup ekonomi sirkular, energi terbarukan berbasis masyarakat, pengelolaan sampah terpadu, serta kebijakan reduksi emisi karbon di sektor industri.
Wakil Rektor Bidang Kerja Sama UMN, Dr. Andi Setiawan, M.M., menjelaskan bahwa ekskursi lapangan menjadi komponen krusial dalam program ini.
"Peserta kami arahkan ke tiga lokasi proyek percontohan keberlanjutan, yaitu Taman Wisata Alam Mangrove di Muara Angke, sentra pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif di Bekasi, serta koperasi pertanian organik di kawasan Puncak, Bogor. Mereka melakukan observasi, berinteraksi dengan masyarakat setempat, dan mengumpulkan data untuk proyek akhir kelompok,"kata Dr. Andi Setiawan dalam laporan perkembangan program.
Pada sesi lokakarya, peserta dibagi ke dalam 28 kelompok campuran berdasarkan negara asal dan latar belakang disiplin ilmu. Setiap kelompok ditugasi merumuskan solusi inovatif berbasis temuan lapangan, seperti perancangan sistem pengolahan limbah organik skala rumah tangga, kampanye digital pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, dan model bisnis hijau untuk desa wisata. Hasil proyek dipresentasikan di hadapan dewan juri pada hari keenam, dan tiga kelompok terbaik memperoleh penghargaan atas prototipe yang dinilai paling aplikatif dan berdampak.
Komitmen Kampus terhadap Agenda Keberlanjutan
Kepala Pusat Keberlanjutan UMN, Dr. Rina Lestari, S.T., M.Sc., menyatakan bahwa SIP 2026 merupakan bagian dari peta jalan kampus untuk mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam seluruh aspek pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.
"Universitas tidak bisa berdiri di menara gading. Kami memiliki tanggung jawab untuk mencetak lulusan yang mampu menjadi agen perubahan. Program ini membuktikan bahwa mahasiswa dari berbagai belahan dunia memiliki kepedulian dan ide cemerlang yang bisa diimplementasikan secara kolaboratif,"tegas Dr. Rina Lestari.
Selain kegiatan akademik, panitia juga menyelenggarakan sesi jejaring budaya yang menampilkan pertunjukan seni tradisional dan bazar kuliner Nusantara. Hal ini dirancang untuk memperkuat diplomasi lunak Indonesia sekaligus memberi pengalaman imersi budaya yang otentik bagi para peserta. Di akhir program, seluruh mahasiswa menandatangani deklarasi bersama bertajuk "Youth for Sustainability 2026" yang berisi komitmen individu untuk menerapkan praktik keberlanjutan di negara masing-masing dan menjaga komunikasi dalam jaringan alumni global.
Rencana tindak lanjut dari program ini mencakup publikasi buku kompilasi proyek terbaik, pengembangan platform digital untuk kolaborasi riset lanjutan antar-alumni, serta penjadwalan SIP edisi berikutnya pada tahun 2027 dengan cakupan negara peserta yang lebih luas. Dengan terselenggaranya SIP 2026, UMN mempertegas posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif mendorong dialog global dan aksi nyata demi masa depan yang berkelanjutan.
Comments (0)