Longsor di Bandung Hancurkan Masjid, Madrasah, dan Dua Rumah

BANDUNG — Bencana tanah longsor menerjang wilayah Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, pada Senin (18/7/2026) dini hari. Pergerakan tanah yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi...

Jul 19, 2026 - 05:39
0 0
Longsor di Bandung Hancurkan Masjid, Madrasah, dan Dua Rumah

BANDUNG — Bencana tanah longsor menerjang wilayah Kelurahan Gegerkalong, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, pada Senin (18/7/2026) dini hari. Pergerakan tanah yang dipicu oleh intensitas hujan tinggi dalam tiga hari terakhir mengakibatkan empat bangunan mengalami kerusakan berat, yakni satu masjid, satu madrasah, serta dua unit rumah warga. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Dani Hendrawan, menyatakan bahwa material longsoran berupa batu dan tanah bercampur air menghantam struktur bangunan secara langsung. "Kami menerima laporan sekitar pukul 03.15 WIB dan langsung mengerahkan tim reaksi cepat. Empat bangunan dipastikan ambruk total pada bagian utama," ujarnya di lokasi kejadian. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa ini karena sebagian besar penghuni telah mengungsi mandiri setelah melihat tanda-tanda retakan tanah pada sore sebelumnya. Kendati demikian, kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mencakup konstruksi bangunan, perabot rumah tangga, serta perlengkapan ibadah dan belajar yang tertimbun.

Kronologi dan Penyebab Longsor

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Bandung, curah hujan di wilayah Bandung Utara tercatat di atas 120 milimeter per hari dalam periode 15–17 Juli 2026. Kondisi tersebut memicu peningkatan kadar air tanah pada lereng dengan kemiringan di atas 40 derajat di kawasan Gegerkalong. Kepala Bidang Geologi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Barat, Irwan Suhendar, menjelaskan bahwa lapisan tanah di lokasi didominasi oleh material vulkanik lepas yang mudah longsor ketika jenuh air. "Batuan tufa dan lapukan breksi yang tebal di kawasan ini memiliki daya ikat rendah. Begitu curah hujan ekstrem berlangsung lebih dari dua hari, potensi longsor meningkat signifikan," terangnya melalui sambungan telepon. Retakan awal dilaporkan muncul pada struktur jalan setapak dan tembok penahan tanah sekitar pukul 20.00 WIB, mendorong warga untuk segera mengevakuasi anak-anak dan lansia. Gerakan tanah massif terjadi sekitar pukul 02.45 WIB dan mencapai puncaknya dalam hitungan menit, meluluhlantakkan bangunan yang berada di jalur luncuran material.

Dampak Kerusakan dan Respons Darurat

Pantauan di lapangan menunjukkan Masjid Al-Muhajirin yang menjadi pusat ibadah warga RT 03/RW 08 Gegerkalong mengalami kerusakan pada bagian kubah, dinding mihrab, dan serambi. Madrasah Diniyah Takmiliyah yang terletak tepat di belakang masjid runtuh pada tiga ruang kelasnya. Sementara itu, dua rumah milik H. Ahmad Tohari dan Euis Nurjanah ambruk di bagian dapur dan kamar tidur utama. Plt. Camat Sukasari, Rina Mardiana, menyebutkan bahwa tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera mendirikan tenda darurat serta dapur umum di lapangan terdekat. "Prioritas kami adalah memastikan tidak ada warga yang tertinggal di zona bahaya. Sebanyak 17 kepala keluarga atau 54 jiwa kini ditampung sementara di posko pengungsian," tutur Rina. Alat berat berupa satu unit ekskavator mini telah diturunkan untuk membersihkan material longsor dan membuka akses jalan lingkungan yang terputus. Proses evakuasi barang berharga masih berlangsung di bawah pengawasan petugas untuk mencegah longsor susulan mengingat kondisi tanah yang labil.

Arahan Pemerintah Daerah dan Mitigasi Lanjutan

Penjabat Wali Kota Bandung, A. Koswara, bersama Kepala BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum meninjau lokasi pada pagi hari dan menginstruksikan percepatan asesmen kerentanan lereng di seluruh kawasan Bandung Utara. "Saya minta Dinas PU dan BPBD segera memetakan titik-titik dengan kemiringan ekstrem yang berpotensi longsor, terutama di musim hujan seperti sekarang. Warga di zona merah harus direlokasi sementara jika diperlukan," tegas Koswara dalam keterangan pers. Pemerintah Kota juga mengalokasikan dana tanggap darurat untuk perbaikan fasilitas publik, termasuk masjid dan madrasah, serta berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk pembangunan bronjong dan dinding penahan tanah di bantaran tebing. Sementara itu, Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik berupa 100 paket sembako, 60 selimut, 30 matras, serta layanan kesehatan dan trauma healing bagi anak-anak. BMKG mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang diprakirakan masih berlangsung hingga dua hari ke depan, dan mengingatkan agar segera melapor jika muncul retakan baru atau rembesan air keruh di lereng permukiman.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User